KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Terbangun


__ADS_3

Mungkin hal ini terdengar sangat konyol dan sangat-sangat aneh. Entah aku harus bahagia atu sedih, yang jelas kini aku kembali terbangun di kamar kos ku yang berantakan. Kerinduanku akan keluarga mungkin membuatku terbangun dari mimpi panjang yang sangat aneh. Sekarang aku telah benar-benar kembali pada kehidupan seorang Yura, lupakan hal-hal yang telah kumimpikan Selama ini.


"Tuh kan benar, selama ini tuh cuma mimpi doang!" Gumamku menutup naskah novel sahabatku


Saat aku hendak berdiri bangkit menuju kasur, disitulah kaki ku mati rasa akibat kelamaan tidur dengan posisi duduk. Aku hanya bisa menghela napas panjang dan kembali merebahkan tubuh di lantai yang dingin menyayangkan mimpi panjangku selama ini. Tapi nyatanya aku hanya hidup tidak lebih 3 jam di dunia mimpi yang telah kulalui selama beberapa tahun itu.


"Jadi kangen Ama Leon!" Kataku tersenyum lebar mengingat kenangan ku selama ini bersama Leon yang sangat konyol "Gimana ceritanya sih sampai gue bisa-bisanya mimpi kayak gitu... Ahahaha.... Sumpah bikin geli aja tu mimpi..." Tawa ku pecah menyadari kekonyolan mimpi barusan


Setelah puas tertawa, aku merayap menuju kasur dan kembali tidur berharap semuanya akan baik-baik saja. Besok adalah hari keduaku bekerja sebagai asisten bos baru. Aku tidak boleh terlambat ke kantor karena tugasku besok super padat.


🎶Pastikan cintamu hanya untukmu...🎶


Tiba-tiba ponselku berdering dengan nyaring memecah keheningan kamar. Aku yang sudah setengah sadar segera kembali merayap menuju meja tempatku tiduran barusan untuk mengangkat panggilan tersebut.


"Halo! Selamat ma..."


"Asisten Yu! Apakah kamu sudah tidur?" Tanya suara di seberang


"Emmm..." Otakku sedang loading mengenali suara itu "Pak Aldi! Ada apa bapak menelpon saya malam-malam begini pak?" Tanyaku segera segar kembali setelah selesai merefresh otak


"Begini, saya mau minta tolong, apakah kamu bisa membalikan dan mengantarkan hadiah...." Pak Aldi menjelaskan panjang lebar tentang permasalahannya saat ini padaku


"Baik pak! Segera saya antarkan!" Telpon ditutup


Setelah menarik napas panjang aku segera bangkit berdiri menuju kamar mandi untuk mencuci muka dengan kaki pincang akibat kesemutan yang masih belum reda. Barusan pak Aldi bos baruku menelpon meminta tolong padaku untuk membelikan beberapa hadiah untuk mantan asisten terdahulunya yang telah dia pecat. Lebih tepatnya mantan pacar yang baru saja putus dengan beliau karena suatu alasan.


Sekarang paham sudah kenapa aku ditunjuk secara tiba-tiba menjadi asisten beliau. Itu semua pasti karena beliau belum menemukan asisten baru dalam waktu sesingkat ini. Walaupun tidak paham sepenuhnya dengan permasalah bos baru ini, aku akan memaklumi semuanya. Berpikir positif adalah solusi dari segala permasalahan yang ada.


Setelah bersiap-siap aku segera mengeluarkan motor dari dalam garasi kecil di samping kamar kos. Sudah lama tidak menunggang ni motor semoga saja tidak mogok di tengah jalan nantinya. Sebelum berangkat aku memeriksa notifikasi di ponsel yang ternyata mendapatkan kiriman duit dari bos untuk membeli hadiah untuk mantan beliau. Nominalnya lumayan banyak, sehingga aku sempat bingung hadiah mahal seperti apa yang harus di jadikan hadiah perpisahan.


Dengan rasa kantuk yang masih membayang, aku segera memacu kendaraan ke pusat perbelanjaan yang syukurnya buka selama 24 jam. Selama perjalanan pikiranku kembali mengenang mimpi panjang yang telah kulalui selama ini, yang kupikir mimpi itu adalah kenyataan, taunya malah mimpi.

__ADS_1


Sesampainya di pusat perbelanjaan aku segera menuju toko perhiasan. Di dalam toko aku berpikir lagi, apakah cocok memberikan aksesoris sebagai hadiah perpisahan. Setelah kurasa kurang pantas, aku melanjutkan kaki memasuki toko tas, sepatu, baju, Bahakan toko boneka. Tapi setelah dipikir-pikir lagi semuanya terlalu menyedihkan jika di jadikan sebagai hadiah perpisahan.


Saat sudah kehabisan akal memikirkan hadiah apa yang harus di jadikan sebagai hadiah perpisahan. Tidak sengaja ekor mataku melihat sebuket bunga yang disusun dengan rapi di etalase kaca toko. Segera aku menemukan ide hadiah apa yang cocok dijadikan hadiah perpisahan.


"Selmaat malam! Ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang penjaga toko dengan ramah walaupun matanya menilai penampilan ku dari atas sampai bawah


Bahkan terlihat di wajahnya apa kata hatinya saat ini "Mungkin hanya ingin lihat-lihat!" Kurang lebih begitu, mungkin


"Eh, Hemm... saya mau beli sebuket besar mawar biru, kira-kira sebesar ini..." Aku menunjukkan buket bunga sebesar apa yang kuinginkan "Ada nggak mbak! Dan saya juga perlunya sekarang"


"Se,sebesar itu ka?" tanya nya ragu


"Iya! Kalau ada bisa di bungkus sekarang aja mba, soalnya saya perlu cepat!" Kataku ramah


"Mungkin kalau sebesar itu nggak ada ka, tapi kalau Kaka bisa menunggu sekitar satu jam, kami akan membuatkannya sekarang!"


"Okedeh, saya tunggu satu jam sampai buketnya selesai di rangkai, ini untuk uang mukanya.."


"Oh baik, tapi saya mau keliling cari barang-barang lain lagi nggak apa-apa saya tinggal?"


"Tidak apa-apa ka, silahkan Kaka cari yang lain aja dulu, setelah satu jam Kaka bisa kembali untuk mengambil pesanan Kaka!" katanya dengan wajah sumringah


"Okedeh, Saya tinggal dulu ya mba, makasih!"


"Terimakasih kembali ka!" katanya melepasku pergi


Aku melangkah dengan ringan meninggalkan toko bunga mencari hadiah yang lainnya. Tanpa mengetahui jika nantinya bunga mawar biru itu akan menjadi salah satu tugasku untuk selalu memesannya sebagai tanda perpisahan. Fokus untuk masalah saat ini adalah salah satu langkah untuk memaksimalkan pekerjaan bagiku selama ini.


Setelah berkeliling selama satu jam mencari hadiah lainnya, kini saatnya kembali ke toko bunga. Benar saja buket bunga sebesar yang kuinginkan telah jadi dengan indah. Warna biru yang menenangkan ini apakah benar-benar akan menjadi tanda perpisahan? Rasanya aku tidak ikhlas, tapi mau bagaimana lagi. Karena ini lah hal yang pantas diberikan sebagai hadiah perpisahan.


__ADS_1


Sebuket besar bunga mawar biru yang mewah serta sebuah lipstik merah berwarna tegas siap untuk diantar. Karena buket bunga mewah ini terlalu repot jika di bawa menggunakan kendaraan bermotor, maka dengan uang sisa pemberian bos yang masih banyak aku memesan taksi online. Setelah taksi datang aku segera berangkat menuju apartemen si cewek dengan harap-harap cemas apakah akan terjadi keributan yang menghebohkan nantinya atau keributan yang bagaimana nantinya.


"Pacarnya lagi ulang tahun ya mba?" tanya pak supir memecah lamunanku


"Eh, bukan pak. Hehe!" sahutku seadaanya


"Oh! Saya pikir pacarnya lagi ulang tahun, soalnya buket bunganya besar dan indah... Pasti buat seseorang yang spesial kan?"


"Be,begitulah pak!" sahutku bingung harus menjawab apa


"Anak muda jaman sekarang emang udah kebalik! Sekarang ceweknya yang menyiapkan hadiah. Ckck.... Kalau jaman bapak dulu, malah cowoknya yang harus menyiapkan hadiah. Haha..."


"Eh, haha... Namanya juga anak muda pak. Hehe!"


Sesampainya di depan apartemen mantan asisten bos, aku segera menuju pintu lift dan memencet tombol lantai kamar mantan bos. Sebelum memencet bel, sekali lagi aku menarik nafas panjang berharap agar tidak dijambak. Saat bel pintu kutekan semakin kencang rasanya degup jantung ini.


Beberapa saat menunggu dengan gelisah, setelah akhirnya seorang wanita yang lumayan cantik membuka setengah pintu. Walaupun penampilannya acak-acakan, tapi wajah manisnya tidak bisa ditutupi.


"Apakah saya bisa bertemu dengan mba Riska?" tanyaku memulai percakapan


"Gue sendiri, kenapa?" tanya nya balik dengan nada kesal


"Maaf mengganggu malam-malam mba! Saya hanya ingin menyampaikan hadiah perpisahan dari pak Aldi kepada mba!" Aku memberikan buket bunga dan kotak lipstik yang telah di kemas indah yang segera di sambutannya


"Cuma ini doang?" Katanya menetap remeh hadiah pilihanku itu


"Dan pak Aldi juga menyampaikan 'kedepannya kita tidak usah saling bertemu dan jangan menyapaku seakan-akan kita kenal satu sama lain!' Begitu mba!" kataku menyampaikan pesan pak Aldi


"Oh oke!" katanya dan segera menutup pintu


Akhirnya aku bisa bernafas lega dan saatnya kembali ke rumah untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2