KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Perpisahan


__ADS_3

Setelah Adam selesai berberes-beres, kami segera menuju kamar masing, btw di kos ini ada dua kamar, tepatnya rumah kontrakan. kamar satunya mang tidak terpakai, bahkan hampir kosong melompong jika tidak ada debu dan kotoran tikus. Tapi dalam waktu singkat sudah diubah oleh adikku ini menjadi kamar sederhana yang terlihat nyaman.


Sepertinya sejak aku kembali ke rumah sosok Leon yang seharusnya menungguku tidak terlihat sedikit pun. Aku sempat mencarinya di kamar, tapi aku tidak menemukan siapa-siapa di kamar. Rasanya lidahku gatal ingin bertanya pada Adam, tapi akan sedikit kacau jika kutanyakan.


"Dek! btw, waktu kamu sampai di sini, kamu ada liat laki-laki aneh nggak?" Tanyaku akhirnya


"Orang aneh? Maksudnya manusia gila yang memakai baju serba hitam yang aneh itu?" tanya nya balik


"Ho'oh, yang itu, ada liat nggak?"


"Oh, tadi siang masih ada waktu aku datang, tapi setelah ku kasih makan dan ditinggal masuk bentar udah kabur, Aku pikir dia gila deh ka, soalnya dia kayak orang linglung gitu!" kata Adam dengan wajah polos


"Yang bener? Dia nggak bilang mau kemana gitu?"


"Tunggu dulu deh ka! Emangnya dia siapa sih?"


"Oh, dia kebetulan temen baru kaka... tapi Yaudah lah, ntar juga kalo dia ada perlu apa bisa cari Kaka lagi!"


"Sekarang Kaka temenan sama odgj?" herannya


"Hehe... Dia emang agak gila sih... Yaudah tidur Sono! jangan tidur malam-malam!!" aku mendorong Adam yang terlihat masih penasaran ke arah kamarnya

__ADS_1


"??" Walaupun wajahnya memperlihatkan rasa ingin tahu, tapi dia tetap nurut kembali ke kamarnya


Aku juga segera masuk kamar dan mematikan lampu kamar, karena aku suka tidur di suasana remang-remang. Tapi kenapa aku tidak bisa tidur hanya karena memikirkan makhluk seperti Leon? Apakah sekarang Leon sudah kembali ke dunianya atau sedang berkeluyuran di luar?.


"Akhh... benar-benar tidak bisa tidur kalo gini!!" sungutku kembali bangun dari kasur


Aku melangkah ke luar kamar untuk mencari udara yang lebih segar, siapa tau Leon juga ada di depan dan masih belum masuk karena ada adikku di rumah ini. Benar saja, saat aku membuka pintu depan, terlihatlah sosok nya yang misterius sedang duduk di balai kecil di bawah pohon yang masih ada di wilayah kontrakan ku.


"Dari mana aja?" Tanyaku sambil mendekap selimut semakin erat karena udara dingin


"!!" Leon menatapku dengan datar


"Jalan-jalan" sahutnya kembali membuang muka


"Y" sahutnya yang semakin membuatku kaget


"Darimana lagi Lo denger bahasa kek gitu buat jawab pertanyaan!" Aku menggeleng dan ikut duduk di dekatnya


"Laki-laki itu siapa?" Tanya Leon setelah beberapa saat hening


"Dia saudaraku, Adik laki-lakiku! Kenapa? wajahnya terlalu tampan ya?" tanyaku terkekeh kecil

__ADS_1


"Lebih tampan gue kali!" katanya semakin gaul aja tuh bahasa


"Serah Lo dah... btw, gimana progres Lo? Udah paham dunia ini belu?"


"Aman! Gue udah pindai dari otak adik Lo!" katanya nyengir


Mau kaget deh rasanya, pantesan sejak tadi aku merasa familiar dengan cara bicaranya yang sok banget. Lah ternyata mindai pengetahuan dari otak Adam toh. Haduh dasar ya makhluk astral kayak Leon itu bebas mau kek gimana aja.


"Btw! Lo bakal tidur di mana malam ini?"


"Gue udah pesan kamar di hotel!" katanya datar


"Emang Lo punya duit?" kagetku dengan mata terbelalak


"Gampang, bisa di atur..."


"Jangan bilang Lo ngerampok?"


"Lo pikir gue sejahat itu!" kekehnya meremehkan ku "Sekarang gue udah jadi pemilik bank duit di dunia ini... Dan kedatangan gue kesini mau ngucapin perpisahan untuk sementara waktu, karena gue pengen nikmatin kehidupan di dunia ini!!" Lagaknya penuh ambisi


"Heh, akhirnya otak Lo berfungsi juga! Selamat menikmati kehidupan glamor anda di sini tuan!" kataku mengucapkan salam perpisahan dan berlalu masuk ke rumah

__ADS_1


Mungkin sekarang saatnya aku terbangun dari mimpi panjang ini, sejak awal kan memang sudah janggal dengan keberadaan Leon yang tiba-tiba nongol. Sadarlah Yuna, mana ada tokoh dari novel bisa keluar dan hidup, semuanya tidak masuk akal. Mungkin kini saatnya aku melupakan Leon si raja kegelapan dari novel sahabatku. Dan sepertinya besok aku harus menyerahkan revisi naskah novel pada sahabatku sang penulis baru debut itu.


__ADS_2