
"Lady Ayla!" teriakku segera menghampirinya dengan mengabaikan duri mawar yang mengoyak gaunku
Lady Ayla menoleh ke arahku dengan tatapan bingung "Apakah kita pernah bertemu?" tanya nya judes setelah aku berdiri di depannya
"Tidak! Tapi bukankah sekarang kita telah bertemu!" kataku dengan senyum senang di hadapan orang sedang bersedih
Lady Ayla menatapku curiga "Siapa kau sebenarnya?" tanyanya semakin dingin
"E-eh, saya... salam kenal lady! saya adalah putri Nyura, yang selama ini tidak pernah dianggap keberadaannya oleh semua orang!" kataku santai memperkenalkan diri yang menyedihkan ini
"Ada urusan apa putri ke tempat ini?" dia masih curiga
"Hemm... Saya hanya ingin melihat bunga-bunga di taman ini saja awalnya, tapi karena melihat lady, kini tujuan saya berubah... Apakah boleh saya mengajukan pertemanan?" tanyaku langsung pada intinya
Pertemuan ini benar-benar diluar bayanganku selama ini, aku benar-benar tidak menyangka jika ternyata akan bertemu dengan lady Ayla secepat ini. Kuharap tatapan imut ini bisa meluluhkan hati lady Ayla dan menerima ku sebagai temannya, walaupun sekarang dia menatapku dengan tajam penuh curiga.
"Siapa yang mengirim mu kemari? Apakah putra mahkota memintamu untuk memata-matai ku?" selidiknya tajam
"Tentu saja bukan! Untuk apa juga saya bersekutu dengan orang brengsek sepertinya!"
"Apakah kau sadar sedang mengumpat siapa?"
__ADS_1
"Tentu saja sadar! Karena dia memang pantas di umpat sepanjang hidupnya!" geramku sungguh-sungguh
"Sepertinya anda memiliki dendam pribadi dengan putra mahkota! Apakah anda tahu jika saya adalah tunangan putra mahkota?"
"Tentu saja tahu! Dan saya mengajak lady berbicara, karena saya ingin menyelamatkan lady dari kehancuran..."
"Apa maksudmu! Siapa yang akan hancur? Anda jangan berbicara yang tidak-tidak putri!"
"Saya tahu lady mencintai putra mahkota! Tapi saya juga tahu dengan jelas jika putra mahkota adalah laki-laki brengsek yang tidak pantas mendapatkan cinta tulus dari lady! Lady, percayalah dengan saya... Ah, jangan, lady tidak perlu percaya dengan saya, tapi lady harus tahu jika di luar sana juga ada laki-laki yang mencintai lady dengan tulus..."
"Apakah anda bercanda putri!" lady Ayla terkekeh geli "Siapa yang akan mencintai seorang lady jahat seperti saya dengan tulus... Saya tidak perlu dicintai, karena saya bisa mencintai siapa yang saya inginkan... terimakasih nasihat anda putri! Kalau begitu saya pamit!" lady Ayla berpamitan dan pergi meninggalkanku yang bingung harus bagaimana
Aku berbaring dengan nyaman di atas rumput basah yang masih belum kering sepenuhnya akibat hujan tadi pagi. Bau khas rerumputan yang bercampur dengan aroma bunga mawar membuatku merasa tenang. Sebentar saja, aku ingin memejamkan mata sebentar saja menikmati ketenangan ini dalam hening yang menenangkan.
Saat sedang enak-enak nya rebahan, tiba-tiba aku dikagetkan dengan Leon yang muncul dan ikut duduk di sampingku berbaring. Dia hanya diam menemaniku menikmati keindahan suasana hening yang segar ini. Hingga beberapa saat kemudian dia memetik setangkai bunga mawar berwarna merah jingga dan melepaskan kelopak demi kelopak lalu melemparkannya ke udara yang jatuhnya tepat di atas tubuhku.
Aku tersenyum melihat tingkah gabutnya ini, tumben hari ini dia tidak berisik seperti biasanya. Beberapa kali dia mengulang hal yang sama hingga membuatku tidak bisa berhenti tersenyum geli melihatnya. Aku berbalik menghadap ke arahnya dalam diam dan kembali mengagumi sosoknya yang terlihat dingin dan kejam ini. Mata kami bertemu di pusat yang menciptakan keheningan, saat ia tiba-tiba menoleh ke arahku.
"Aku perlu bantuan mu!" kataku tanpa berhenti senyum
"Apa?"
__ADS_1
"Aku ingin..."
"Iya apa yang kau inginkan?" geramnya karena kalimatku tidak kunjung terucap
"Nggak jadi deh, biarkan aku menyelesaikannya sendiri saja untuk masalah ini, nanti jika masalahnya semakin rumit barulah aku meminta bantuan mu!" kataku kembali telentang menatap langit dengan mata terpejam
"Bagaimana jika nanti itu aku tidak ingin membantumu lagi!"
"Jangan lupa! Aku masih punya banyak kesempatan untuk meminjam kekuatanmu!" kataku tanpa membuka mata dan lanjut menikmati aroma mawar yang semakin segar
"Hah! Jangan lupa aku akan mengambil sesuatu yang sangat penting dari hidup mu!" kesal nya
"Ambil saja, lagian kau juga tidak akan puas jika mengambilnya..."
"Memangnya apa yang penting bagimu sehingga bisa membuatku tidak puas?" tanya nya dengan angkuh
"Itu kamu! Hal yang paling penting dalam hidupku adalah raja kegelapan yang selalu ada di dekatku... Apakah kau bisa mengambilnya...?" Rasanya aku jadi sangat mengantuk
"Jangan meledekku!" kesalnya
"Aku serius! Pinjam kaki mu sebentar, aku ingin tidur... Hoaamm... Bangunkan aku sebelum langit menjadi gelap!" Pintaku sebelum tertidur di atas pangkuannya
__ADS_1