KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Rindu Ini


__ADS_3

Sepertinya dokter muda itu tidak terlalu berniat untuk memeriksa lukaku, makanya dia bersikap datar sejak awal masuk ke dalam kamar. Mungkin dokter muda itu tipe orang yang suka memandang status seseorang, ya wajar aja sih soalnya aku kan masih seorang putri yang di abaikan oleh semua orang. Bahkan di dunia luar sana masih saja banyak orang yang mengganggap jika putri Nyura masih orang yang lemah dan di abaikan seluruh anggota keluarga kaisar.


Walaupun aku memang sudah sedikit mendapatkan perhatian dari kaisar, tapi tetap saja aku masih diabaikan. Aku juga tidak ingin dan tidak berminat lagi memiliki kedudukan di kekaisaran ini, soalnya aku malas terlibat dengan perebutan takhta. Untuk apa aku ikut bersaing di antara manusia bodoh seperti mereka, jika aku hanya perlu mengatakan satu kalimat saja untuk meminta sebuah negara pada Leon.


"Apakah kau tidak marah?" tanya Leon setelah semuanya keluar


"Yah... Aku tidak marah, hanya sedikit kesal!"


"Apakah perlu kuhabisi orang itu?"


"Sepertinya tidak perlu, aku malas berurusan dengan masalah untuk saat ini!"


"Lalu! Apakah kau hanya akan diam dengan tenang seperti ini saat orang-orang di luaran sana meremehkan mu?" katanya terdengar kesal


"Hahhh... Aku bosan berada di dunia ini! Semuanya membuatku bosan seketika! Apa yang harus kulakukan?" tanyaku pada diri sendiri menatap kosong ke luar jendela

__ADS_1


Diluar langit sedang cerah, tidak terlalu terik ataupun mendung, sepertinya cocok untuk pergi jalan-jalan sebentar melepas kebosanan ini. Aku juga sudah hampir muak membaca novel yang hanya penuh bumbu asmara yang berakhir bahagia. Kalaupun ketemu novel yang berakhir tragis aku malah semakin bosan. Aku benar-benar bosan dengan kehidupan ini sampai-sampai membuatku bingung harus melakukan apa?


"Hei... Aku ingin meminta sesuatu padamu!" kataku menatapnya datar


"Katakanlah! Jika kau menginginkan aku membunuh..."


"Ya! aku ingin kau membunuh seseorang..."


"Akan segera kulakukan!" katanya puas hendak berbalik


"Tentu saja..."


"Kalau begitu... Cepat bunuh aku..." kataku melompat turun dari tempat tidur untuk menghadap padanya


Lain tidak bereaksi, hanya tatapan matanya yang terlihat tidak suka "CK..." dia berdecak kesal setelah hening beberapa saat

__ADS_1


"Cepat lakukan!" kataku menarik tangannya untuk mencengkram leherku namun di tepis olehnya


"Apakah kau bosan hidup!" katanya dingin memojokkan ku ke dinding


"Ya aku sangat bosan... aku bosan dengan kehidupan ini..." kataku dengan senyum tapi anehnya air mataku ikut menetes tanpa permisi


Leon tertegun menatap ku yang masih kebingungan kenapa bisa menangis "Berhentilah menangis!" bujuknya mengusap air mataku


Dadaku terasa sesak, aku tidak bisa bernapas dengan nyaman karena tangisku semakin menjadi-jadi. Aku rindu keluarga ku di kehidupan sebelumnya, aku ingin pulang ke rumah. Aku rindu mereka yang selalu membuatku kesal dengan diri sendiri. Aku rindu dengan orang-orang yang pura-pura tidak peduli denganku, aku sangat merindukan mereka.


"Aku ingin pulang..." tangisku di pelukannya


Leon hanya terdiam bisu membiarkan ku menangis di tubuhnya, tanpa membalas pelukanku ditubuhnya. Entah bagaimana keluarga ku di sana sekarang, apakah mereka baik-baik saja? Selama aku tidak ada. Apakah mereka mencariku yang tiba-tiba menghilang dari dunia mereka? Aku ingin pulang.


"Aku ingin pulang..." rengekku sekali lagi

__ADS_1


__ADS_2