
"Triiinnnggg...." suara telpon berdering lumayan nyaring diruangan sepi ini
"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanyaku setelah mengangkat telpon
"Keruangan saya sekarang!" kata suara di seberang telpon datar
"Baik pak!" Aku segera meletakkan telpon kembali ke tempatnya dan bergegas masuk keruangan pak bos
Sesaat aku merasa takjub dengan ruangan pak bos yang elegan dan tertata rapi dengan kesan mewah, sesuai dengan seleraku. Aku melangkah dengan pelan mendekati meja kerja pak bos saat beliau mengisyaratkan dengan tangan agar aku mendekat, saat beliau sibuk berbicara dengan seseorang di seberang telpon.
Setelah menutup panggilan, pak bos segera memintaku membacakan agendanya hari ini. Panjang lebar aku menjelaskan pada beliau yang terlihat sibuk dengan berkas-berkas di atas meja. Wajah tampannya membuatku tergelitik malu saat menatap wajah seriusnya saat bekerja. Seandainya manusia sesempurna beliau menjadi jodohku, mungkin dunia ini akan kiamat tidak lama kemudian.
"Kamu! temani saya menghadiri rapat!" kata pak bos setelah menyelesaikan kerjaannya beberapa saat setelah aku selesai memberitahukan agendanya hari ini
__ADS_1
"Baik pak!" Aku mengangguk dengan tangan yang terulur menyerahkan buku agenda beliau yang telah ku revisi
"Kerja bagus! Sedikit tidak menyangka jika kamu bisa menyesuaikan diri dengan cepat di tempat kerja baru..." kata pak bos yang terasa seperti pujian
"Terimakasih tanggapannya pak!"
Setelah semua laporan selesai dilaporkan aku segera kembali ke meja sekretaris di luar ruangan. Azra masih berkutat dengan pekerjaannya saat aku melangkah menuju tempat duduk, namun saat aku duduk di kursi dia sempat menatapku sebentar seperti ingin mengatakan sesuatu. Tapi karena dia juga terlihat enggan bicara dan memutuskan kembali sibuk, ya aku tidak berani bertanya apa-apa.
Saat melangkah keluar dari lift tiba-tiba ponselku bergetar di dalam tas yang buru-buru kuangkat, tentunya dengan memberi jarak dari bos. "Halo!"
"Yuna! Apa kabar nak?" tanya suara di seberang lembut
"Yuna baik Mah! mama dan yang lain apa kabar?"
__ADS_1
"Baik, semuanya baik-baik saja nak! Kamu lagi sibuk ya?"
"Eh! Iya mah, ini mau nemenin bos rapat di luar kantor!"
"Yaudah, kamu kerja dulu, nanti kalo kamu punya waktu luang jangan lupa telpon mama..."
"I,iya mah! maaf ya mah!" Tidak beberapa saat panggilan ditutup oleh mama saat aku hanya bisa terdiam membisu yang masih mengikuti pak bos menuju mobil
Semenjak aku terbangun dari mimpi panjang itu, aku berniat menelpon mama yang ada di kampung. Tapi, panggilan pak bos malam itu membuatku lupa dengan segalanya ditambah dengan kedatangan Leon yang benar-benar di luar nalar semakin membuatku linglung dan lupa harus menghubungi keluargaku.
Aku juga masih belum sempat cerita juga ke mama, kalau aku sudah naik jabatan dari kemarin. Mungkin setelah pulang kerja aku harus mengatakan semuanya kepada mama, tapi rasanya aku juga telah melupakan sesuatu yang sangat penting, tapi apa itu. Saat aku memutuskan untuk kembali ke masa sekarang kini aku baru menyadari jika para karyawan yang berpapasan denganku menatapku dengan tatapan penasaran yang terlalu menakutkan.
Mereka seperti menemukan bahan hiburan yang langka, tatapan tajam mereka benar-benar membuatku bergidik ngeri. Wajar aja sih mereka menatapku begitu, kan aku karyawan baru yang tiba-tiba naik jabatan menjadi sekretaris atasan mereka. Dan juga tidak semua orang tahu jika aku direkrut pak bos, mana aku juga belum memperkenalkan diri secara langsung pada mereka semua. Kuharap kedepannya akan baik-baik saja sesuai harapan.
__ADS_1