
Hari kembali berganti dengan lembut menyapa diriku yang masih sibuk dengan urusan ini itu. Sejak melakukan infeksi daerah tuan Zack dan tuan Ben banyak menemui penduduk yang jatuh sakit akibat terpaksa mengkonsumsi tanaman yang sudah terinfeksi sihir jahat, yang entah jenis bakteri apa yang terkirim. Ku harap penyakit yang di derita para penduduk tidak separah yang terlintas di benakku saat ini.
Dari tadi malam aku sudah mengirimkan surat pertolongan pada kediaman utama untuk mengirimkan pasukan dokter untuk membantu mengobati para penduduk desa. Aku juga sudah mengirimkan surat kepada pihak menara suci, agar berkenan membantuku mensucikan wilayah ini.
Dari pihak kuil suci memang masih tidak ada balasan, tapi yang jelas selusin dokter yang di bayar mahal untuk pergi ke wilayah ini sedang dalam perjalanan. Jika memungkinkan para dokter serakah itu akan sampai dalam waktu sehari semalam penuh, itupun sudah waktu paling cepat.
Dalam waktu bersamaan ini, aku juga sudah melakukan beberapa pembangunan kecil sementara untuk tempat isolasi para penduduk yang sudah terinfeksi, takutnya penyakit ini menular. Aku sadar jika sekarang aku sudah sangat terfokus pada masalah di wilayah ini, hingga melupakan wilayah dan bantuan lainnya.
Kuharap semuanya baik-baik saja saat aku sedang berfokus pada wilayah ini saja. Sekarang aku baru 3 hari berada di sini, tidak mungkin kan masalah di tempat lain tiba-tiba menyapa dengan seksi untuk mengejutkan ku.
"Putri! terjadi kekacauan saat kami ingin mengefakuasi para penduduk yang terserang penyakit, di tempat isolasi..."
"Apa penyebab utama masalah?" aku segera bangkit dari kursi setelah mendapatkan laporan dari prajurit
__ADS_1
"Pihak keluarga menolak penderita di isolasi, karena katanya penderita adalah tulang punggung keluarga!"
"Antarkan aku ke tempat keributan..."
"Baik putri!"
Tempat isolasi memang tidak jauh dari rumah penduduk, hanya saja masuk ke dalam hutan sejauh 2 mil. Di sana aku telah membangun beberapa tenda darurat untuk menampung para penderita penyakit akibat memakan tanaman yang terinfeksi. Tapi inilah kendalanya, ada saja pihak keluarga korban yang menolak untuk di isolasi.
Tapi sejauh ini, tidak ada masalah antara para korban dan orang yang ada di dekatnya. Para keluarga yang melakukan kontak fisik dengan korban tidak ikut sakit, kecuali mereka juga memakan tanaman yang terinfeksi. Aku tidak terlalu tahu dunia kesehatan, mau itu di kehidupan modern ataupun di kehidupan ini. Jadi semua itu hanya tebakanku saja, karena gejalanya sama dengan penyakit SARS.
Prajurit yang memberi kabar padaku memandu jalan menuju permukiman penduduk. Benar saja di sana, di depan salah satu rumah penduduk terjadi keributan yang menolak kepala keluarga mereka di bawa ke tempat isolasi.
"Saya akan merawat suami saya sendiri! saya tidak ingin jauh dari suami saya..." tangisnya pilu menghentikan tandu yang mengangkut suaminya menuju kereta kuda
__ADS_1
"Ayah! aku ingin ikut..." tangis sang anak di samping ibunya
"Bagaimana kondisi pasien saat ini?" tanyaku pada dokter wilayah ini
"Putri!" dia kaget "Kondisinya sudah cukup parah dan sepertinya dia adalah pasien yang paling parah di antara semua pasien."
"Lalu, apa diagnosa untuk penyakit yang mereka derita untuk saat ini?"
"Tidak ada penyakit yang seperti ini sebelumnya putri, karena penyakit ini di sebabkan oleh tanaman yang di infeksi oleh sihir jahat... Kemunculan penyakit ini benar-benar diluar nalar dunia kedokteran!" katanya menggeleng pasrah
Aku terdiam membisu, mengingat jika penyakit ini serupa dengan SARS, tapi ternyata orang yang berkutat di dunia kedokteran pun tidak tahu penyakit apa ini. Benar juga setelah di lihat sendiri penderita memang memiliki gejala yang lebih mengerikan dari gejala yang kupikirkan tadi. Yaitu tubuh mereka yang sudah serupa tulang hidup.
Berat badan penderita mengalami penurunan drastis sesuai dengan jumlah tanaman yang mereka makan. Hingga penyakit kali ini benar-benar asing di dunia kedokteran di dunia ini, atau bahkan di dunia modern. Karena penyebab utamanya adalah sihir jahat yang di kirimkan musuh perang benua kekaisaran.
__ADS_1