
Lean membawaku masuk ke sebuah bangunan nan mewah dan indah, lalu menurunkanku di depan sebuah pintu yang sangat besar. Saat aku membuka pintu besar itu, sebuah interior kamar tidur berkelas tinggi segera memuaskan mataku. Kamar ini sangat mewah, hingga membuatku hampir terperangah menatap keindahan kamar yang kelewat mewah.
"Kuharap kau suka!" kata Lean mempersilahkan ku masuk
Aku menatapnya sekilas sebelum melangkah masuk "Jika aku tidak suka, memangnya kau mau apa?" kataku segera melangkah lebar menuju kasur yang terlihat sangat menggoda
"Entahlah, aku juga bingung harus apa jika kau tidak menyukainya!" dia mengangkat bahu dengan wajah berkedut
"Aku lapar!"
Dia segera memberikan kode pada para pelayan di belakang agar mengambilkan makan untukku "Jika ada sesuatu yang ingin kau makan katakan saja!"
"Aku ingin makan daging panggang dengan kematangan sempurna!" kataku dengan mata terpejam setelah merebahkan tubuh di atas kasur
__ADS_1
"Bawakan makanan yang Rara inginkan sekarang!!" Lean mengibaskan tangannya
Tubuhku yang kaku kini mulai rileks setelah tenggelam di dalam kenikmatan kasur super empuk ini. Ternyata hidupku di dunia ini tidak terlalu sepi, karena ternyata ada saja orang yang tiba-tiba peduli padaku seperti Lean sekarang. Dulu, karena kupikir hidupku tidak akan baik-baik saja di dunia ini, karena lady Ayla yang jarang mengajakku keluar dan bertemu. Maka dari itu aku memindahkan semua kesepian ku pada pekerjaan sebagai kepala keluarga sementara kediaman grand Duke Argen.
Mungkin jika dulu pemikiran ku sedikit terbuka dengan dunia ini, bisa saja kan aku memiliki banyak teman selain lady Ayla. Tapi kini aku benar-benar telah sendirian setelah ditinggalkan lady Ayla menemui takdir menyedihkannya. Sekarang aku menganggap jika akulah tokoh utama dalam dunia ini setelah lady Ayla pergi.
Aku terduduk bangun secara tiba-tiba hingga membuat Lean terperanjat kaget "Ada apa denganmu?" tanyaku heran melihatnya yang bangkit dark duduknya
"Tidak! Bukan apa-apa! Kau sendiri kenapa tiba-tiba duduk begitu?"
"Panggilkan para pelayan, aku ingin mandi..."
Tidak berselang lama beberapa pelayan wanita datang dan segera membantuku mandi. Sepertinya kemandirian diriku sedikit demi sedikit mulai terkikis, dan hidupku menjadi bergantung penuh pada bantuan orang lain seperti ini.
Seorang pelayan datang dengan mendorong troli makanan "Putri! Apakah anda sekalian ingin makan?" tanya nya ramah
__ADS_1
Aku membuka mata dan menoleh ke arah makanan yang berbau nikmat "Letakkan saja di sana! nanti akan kumakan!" tolak ku dan lanjut menikmati pijatan para pelayan yang membantu ku mandi
"Baik putri!" dia melangkah mundur
Sikap semua pelayan padaku saat ini benar-benar sangat jauh dari sikap para pelayan yang dahulu melayani mansion barat. Mereka semua yang ada disini benar-benar telah memperlakukan ku layaknya seorang putri emas, tidak seperti dulu, kelakuan pelayan yang memperlakukanku layaknya hewan pengerat yang merugikan.
Jika ingat dengan masa itu aku menjadi kesal dan merasa muak melihat mereka semua. Para pelayan ini hanya akan menganggap kita penting jika kita memiliki posisi. Aku muak dengan pelayan, bahkan dengan semua pelayan yang sedang melayaniku sekarangpun aku juga merasa muak.
"Keluar kalian semua!" kataku dingin membuat mereka menghentikan kegiatan mereka
Semuanya saling bertukar pandangan "A,apakah kami melakukan kesalahan putri?"
"Aku tidak suka mengulangi perkataan ku!" kataku semakin dingin dan tajam
"???" mereka semua segera menyingkir dengan perlahan
__ADS_1
"Aku merasa muak!" kesalku pada semuanya
Memang tidak seharusnya aku meluapkan amarah pada mereka yang tidak terlibat dengan masa lalu ku dulu, tapi karena mereka semua adalah pelayan di istana kaisar, aku tidak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu. Terserah mereka jika benar-benar baik atau hanya berpura-pura saja, karena yang namanya pelayan istana kekaisaran akan tetap menjadi musuh utamaku di dunia ini.