
Kuda terus berlari dengan kencang menembus hutan dan lembah yang hanya disinari cahaya bulan yang mulai redup tertutup awan. Saat melewati perkampungan terakhir sebelum sampai di basecamp aku meminta prajurit pembawa kabar tadi untuk berhenti dan beristirahat, karena sampai disini saja ia mengantar.
Lagipula jika ia kelelahan tiba-tiba saat di perjalanan yang masih panjang ini, dia hanya akan menjadi beban. Masih memerlukan waktu satu malam penuh jika dengan kecepatan secepat ini untuk sampai ke basecamp bahan pangan. Jika kami melambatkan sedikit saja laju kuda mungkin akan sampai dalam waktu yang lebih lama.
Kuharap musibah kali ini tidak berhubungan dengan menara sihir yang lebih terkenal dengan kuil suci Emerald. Jika memang kuil suci ada hubungannya dengan musibah kali ini, mulai detik aku mengetahui adanya hubungan Zed si pemilik menara sihir akan menjadi musuh besar ku.
"Karena terlalu terburu-buru berangkat aku tidak membawa banyak prajurit, hanya 6 orang prajurit dengan pangkat tidak terlalu tinggi yang bisa siap ikut denganku. Aku juga tidak menaruh harapan lebih pada mereka jika seandainya saja di perjalanan ini kami menemui monster dan mereka bisa membasminya.
"Tetap waspada! Lindungi putri..." teriak prajurit di belakang
"Bahaya!!!" teriak prajurit di depan segera menghentikan laju kudanya
"Lindungi tuan putri!!! bentuk pertahanan..."
"Dasar monster sialan, kenapa harus muncul di saat-saat seperti ini..."
"Putri!! bagaimanapun caranya kami akan meloloskan anda dari monster itu..."
"Sayap kanan!" teriak seorang prajurit saat monster menerjang ke arah kanan
"Lindungi tuan putri... para monster ini berkelompok, jangan lengah sedikitpun..."
"..." aku tidak bisa berkata apa-apa saat melihat beberapa ekor monster mulai menyerang dengan ganas
__ADS_1
Semua prajurit bertarung dengan para monster yang seperti beruang namun lebih aneh lagi bentuknya. Monster ini ada empat ekor, dan kekuatan para monster ini terlihat tidak bisa di remehkan. Aku sebagai pemimpin harus bertindak, tapi aku bingung harus bertindak bagaimana.
Jika aku ikut menerjang para monster, takutnya hanya akan menjadi beban mereka. Tapi jika aku hanya diam saja seperti ini, aku merasa tidak berguna. Keahlian berpedang ku memang tidak terlalu hebat, tapi aku ingin membantu.
"Putri! cepat pergi dari sini... kami akan menahan para monster ini sebisa mungkin..."
"Tolong tinggalkan kami sekarang juga!"
"..." aku semakin merasa kecil, saat mereka hanya mempedulikan nyawaku tapi tidak dengan nyawa mereka
"Putri! cepat pergi!!!"
"Tidak! kalian semua adalah tanggung jawabku..." kataku turun dari kuda dan berlari ke arah mereka yang sedang kelabakan
"Minggir! jangan buang-buang waktu cepat basmi mereka dan kita lanjutkan perjalanan... Aku yakin kalian semua pasti bisa!!"
"Putri..." aku berhasil meloloskan diri dari prajurit yang ingin membawaku kabur
Mungkin karena melihatku yang keras kepala dan hasrat mereka untuk melindungi ku, hingga semangat mereka bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya. Tebasan mereka pada tubuh monster cepat pulih, sehingga sempat membuat kami bingung.
"Bagaimana ini, mereka semua tidak bisa mati..." kalimat pasrah mulai terdengar
"Jangan menyerah... semua monster pasti memiliki kelemahan..." kataku berusaha menyemangati mereka
__ADS_1
"Tapi monster yang di kendalikan dengan sihir tidak mempunyai kelemahan..."
"Bagaimana jika kita bereksperimen dengan mereka... bukankah kalian semua sudah berhasil melukai tubuh para monster! tapi bagaimana dengan mata mereka?"
"..." semuanya mengangguk paham dengan apa yang kukatakan
Benar saja, saat fokus kami hanya ada pada mata para monster dan salah satu dari prajurit berhasil menusuk mata monster tersebut. Keajaiban pun terjadi saat tiba-tiba monster tersebut tiba-tiba lenyap menjadi asap hitam.
"Berhasil, kita berhasil..." teriaknya kegirangan
"Jangan senang dulu... karena masih ada 3 monster lagi..."
"Gubrakk..." mereka semua tepuk jidat dan tumbang karena lelah
"Jika ingin mati, tetaplah pada posisi kalian!"
"..." para prajurit segera bangkit lagi walaupun terlihat kesal
"..." Semangat mereka yang sempat kendor sepertinya kembali penuh
"Semangat semuanya!!!" teriakku tanpa ikut dalam pembasmian lagi, aku juga lelah.
Tapi sepertinya aku melupakan satu hal! dimana para kuda yang kami tunggangi? perasaan masih ada di sana... tapi kemana mereka semua???.
__ADS_1