KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Aku Memang Wanita Gila


__ADS_3

Dua tahun telah berlalu semenjak kepergian grand Duke ke medan perang, yang sampai saat ini masih berkecamuk. Selama satu tahun belakangan ini juga grand Duke telah menyerahkan urusan kediaman kepadaku sepenuhnya. Aku tidak masalah mengurus kediaman ini, karena dulunya aku pernah bekerja di bidang yang serupa dengan pengaturan kediaman di dunia ini.


Rasanya masih tidak bisa dipercaya jika sampai saat ini aku masih bernapas tanpa terikat dengan cerita novel sahabatku lagi. Sebab cerita novel yang di tulis oleh sahabat ku akan berakhir sebentar lagi, karena Lady Ayla telah menemui ajalnya. Hanya menyisakan tokoh utama pria yang akhirnya memilih hidup dengan damai di medan peperangan.


Aku juga sempat kaget jika ternyata Lady Ayla tidak bisa menghindari takdir kematiannya yang begitu tragis sebagai antagonis. Apakah hal itu karena dia adalah tokoh utama dalam cerita sehingga tidak bisa mengakhiri akhir yang tragis itu, tidak seperti diriku yang hanya seorang figuran kecil.


Bulan malam ini begitu sempurna membentuk sebuah senyuman bahagia seorang gadis remaja yang sedang kasmaran. Gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku, yang saat ini sedang jatuh cinta dengan pemeran kedua pria di dalam cerita. Aku tidak menyangka jika akan jatuh cinta dengan mudah pada laki-laki yang kutemui sekilas setahun yang lalu.


"Nona! saatnya anda beristirahat... sudah dari kemarin anda tidak memejamkan mata sebentar sekedar untuk melepas lelah!"


"Aku tidak merasa lelah untuk saat ini!"


"Tapi nona! anda sudah sangat memaksakan diri..."


"..." aku mengangkat tangan menghentikan ocehan Deti


"Apakah ada kabar terbaru tentang pemilik menara sihir?" tanyaku kembali duduk ke kursi kepala keluarga menghadapi tumpukan berkas mingguan


"Masih belum ada nona..."


"Apakah mereka terlalu santai mengerjakan apa yang kuminta... aku sudah memberi waktu selama ini tapi mengapa masih belum ada kabar juga..." marahku


"..." Deti hanya bisa diam seperti biasa


"Keluarlah tinggalkan aku sendirian!"

__ADS_1


Memang sangat sulit mencintai seorang pemilik menara sihir yang banyak di kagumi orang-orang. Tapi aku tidak akan menyerah untuk membuatnya melirik ke arahku, bagaimanapun caranya aku harus membuat cinta bertepuk sebelah tangan ini terbalaskan.


Sebagai seorang putri yang cantik dan berpendidikan aku tidak bisa menyerah begitu saja, hanya karena Zed si pemilik menara sihir itu belum membalas cintaku. Dia memang sangat congkak hanya sebagai pemilik menara sihir sekaligus tokoh pria kedua di novel. Apapun alasannya aku harus menjadikan Zed sebagai pasangan hidupku di dunia ini.


Siapapun yang berniat mengambil dan mengusik apa yang kuinginkan aku akan membasminya sampai ke akar-akarnya. Selama ini aku tidak pernah sesemangat ini untuk memiliki sesuatu ataupun seseorang. Seperti aku menginginkan Zed si pemilik menara sihir.


"Aku sangat menginginkannya..." geramku marah meremas kuas hingga patah


Tiba-tiba tidak ada angin tidak ada hujan semua lilin yang ada di ruang kerja kepala keluarga yang sementara ku tempati, menggantikan posisi grand Duke padam semua. Hanya tersisa sinar bulan yang menyinari lewat celah-celah jendela yang terbuka. Aura dingin yang menekan terasa semakin menyesakkan saat sebuah bayangan menampakkan diri di balik cahaya bulan.


"Kau..." marahku segera bangkit dari kursi kebesaran


"Apakah kau merindukanku?"


"..." aku melangkah dengan lebar ke arah sosok itu dengan memegang sebuah tempat lilin


Topengnya terlempar jauh membuat wajah yang di sembunyikannya bisa kulihat dengan mataku sendiri. Sekarang satu beban telah keluar dari diriku, karena keinginan ku untuk menampar sosok penipu brengsek ini telah terwujud.


"Apa yang kau lakukan..." teriaknya marah dan menatap tajam mataku dengan bola matanya yang berwarna merah darah


"Aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan pada seorang bajingan seperti mu..." Aku melemparkan tempat lilin ke atas sofa agar tidak menimbulkan suara berlebihan


"..." dia mendekatkan wajahnya kepada wajahku dengan niat menakutiku, tapi maaf aku tidak takut


"Dasar pengecut! kenapa baru keluar sekarang apakah selama ini kau takut denganku?" ejek ku padanya

__ADS_1


"Aku? Takut padamu? Apakah nyalimu sebesar itu sehingga meremehkan ku?" Dia kesal dan tiba-tiba mencekik leherku dengan sekuat tenaga


"Aakkhhh..." Aku berusaha untuk berontak


"Tidak ada gunanya kau berontak manusia rendahan..."


Dia menyeringai dengan puasnya melihatku meronta-ronta ingin melepaskan cekikan tangannya di leherku. Aku sadar jika aku melakukan gerakan yang membuang-buang banyak energi dengan melakukan perlawanan seperti ini. Tapi aku tidak bisa mati hari ini hanya karena pencuri brengsek seperti dirinya.


Mungkin aku hampir mati kehabisan napas di buatnya, saat kusadari jika ternyata wajah sosok laki-laki di depanku ini memiliki wajah yang lebih tampan dari pemilik menara sihir. Saat itulah tanpa sadar tanganku terulur menyentuh wajahnya yang terluka akibat pukulan ku barusan dan mengulaskan sebuah senyum padanya.


"Uhukkk... uhukkk... uhukkk...'" dia menjatuhkan ku tiba-tiba ke lantai


"Kenapa kau tersenyum seperti barusan?" tanya nya menendang tubuhku agak kencang


"Kau... sangat tampan!"


"Apakah hanya kerena itu? Apakah kau gila? Aku akan membunuhmu kenapa kau malah mengagumi wajahku, dasar wanita gila!" marahnya menghempaskan tubuhku hingga beberapa meter dengan kekuatan mistis


"Uhukkk... Karena aku tahu kau tidak akan membunuhku..." aku mengelap muntahan darah yang tersisa di bibirku dengan tangan


"Apakah kau begitu yakin jika aku tidak akan membunuhmu?" katanya tiba-tiba sudah ada di depan wajahku lagi


"Yakin tidak yakin, aku hanya percaya kau tidak bisa membunuhku... apakah aku salah?"


"Jawabanmu tidak membuatku puas..." marahnya sekali lagi menghempaskan diriku

__ADS_1


Mungkin karena aku lelah setelah tidak tidur selama beberapa hari sehingga membuatku kehilangan kesadaran hanya kerena pukulan tidak seberapa darinya. Yah walaupun sudah beberapa liter darah keluar dari tubuhku dibuatnya.


__ADS_2