KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Pangeran Lean


__ADS_3

"Tokk,tokk,tookk.." terdengar suara ketukan di pintu dan membuyarkan lamunanku


"Putri!" Panggil Deti


"Masuk!!"


"Maaf mengganggu waktu anda, putri! Di luar ada pangeran Lean yang ingin bertemu dengan anda!"


"Lean? Kenapa dia ingin bertemu?"


"Katanya ada yang ingin di sampaikan pangeran Lean pada anda secara langsung dan menolak memberitahu saya!"


"Hai! Selamat siang adik!" Sapa pangeran Lean menerobos masuk


"Biarkan saja pangeran masuk!" Aku meminta para dayangku membiarkan nya lewat


"Apa kabar?" Basa-basi nya


"Baik! Anda sendiri apa kabar?" Aku mengisyaratkan agar semua dayangku keluar


"Ya begitulah!" Sahutnya duduk tanpa permisi di sofa depanku


"Katanya ada yang ingin anda sampaikan kepada saya, perihal..."


"Kita bersaudara, tidak usahlah pakai bahasa yang terlalu formal!" Potong nya dengan wajah tidak suka saat aku berbicara secara formal padanya


"Jika itu mau kakak!"


"Kamu memang masih belum berubah, semenjak tinggal di tempat ini, Sepertinya kamu benar-benar menjadi tuan putri..." Dia terkekeh


"Begitulah! Jika di istana tidak saya dapatkan, maka saya harus mendapatkan nya di tempat saya berada sekarang..." Kataku tanpa sadar tersenyum sinis


"..." Dia terdiam


"Katanya Kakak ingin mengatakan sesuatu secara langsung pada saya, katakanlah!"


"..." Dia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kalung permata berwarna nila berkilau


"Ibunda..." Tanpa sadar aku mengucapkan nya


"Benar! Ini adalah kalung selir Risy, ibumu! Setahun yang lalu saat aku pergi jalan-jalan ke mansion tempatmu tinggal dulu, aku menemukan kalung ini di tangan seorang pelayan..." Katanya meletakkan kalung itu di atas meja


"... Apa yang kakak inginkan sebagai imbalannya?" Tanyaku segera mengerti maksudnya

__ADS_1


"Ternyata kamu memang tidak sebodoh dulu... Aku hanya menginginkan hal yang sederhana!"


"Apa itu?"


"Bantu aku melunasi semua hutangku di tempat judi!" Katanya dengan wajah yang terlihat sedikit ketakutan


"Kakak menemui orang yang tepat!" Kataku menarik kalung di atas meja


"... Da,dan tolong pinjamkan aku sedikit uang lagi..." Wajahnya terlihat malu, padahal di awal terlihat sangat sombong


"Tenang! Kakak tidak perlu meminjam uang dariku, karena mulai sekarang semua tempat judi dan tempat hiburan lainnya akan berada di bawah nama kakak!" Kataku santai mengenakan kalung peninggalan ibuku, lebih tepatnya ibu dari putri Nyura.


"Ba,bagaimana mungkin? Kau kan hanya seorang putri yang boros dan tidak pernah memegang bisnis apapun?" Katanya meragukan ku


"Setengah, oh tidak hanya beberapa tempat saja, karena kakak telah meragukan ku!" Kataku berbalik menatapnya dengan sinis karena telah meremehkan ku


"..." Dia terdiam bingung


"Aku akan mengirimkan surat kepemilikan beberapa tempat judi besok ke kediaman kakak... Dan terimakasih karena telah mengembalikan sesuatu yang sangat berharga bagiku!" Aku tersenyum tulus mengatakan terimakasih


Pangeran Lean masih terdiam saat kuminta keluar dari kamarku. Dia masih terlihat tidak percaya dengan apa yang ku ucapkan barusan, terlihat seperti ingin meremehkan tapi juga ingin mempercayai perkataan ku. Itulah ekspresi pangeran Lean saat sebelum keluar dari kamar.


Pangeran Lean, dia adalah pangeran ketiga yang terkenal dengan suka bermain wanita dan judi. Pekerjaan nya hanya menghambur-hamburkan uang anggaran yang di berikan kaisar untuknya. Ibu dari pangeran Lean adalah selir utama yang sangat di sayang oleh kaisar. Makanya pangeran Lean berani berulah dan bertindak sesuka hatinya selama ini.


"Leon! Aku akan mengunakan kesempatanku untuk masalah barusan, aku percaya denganmu!" Kataku pada Leon yang sejak tadi masih sibuk membaca novel


"Takk..." Dia menjentikkan jarinya


"Terimakasih! Lain kali aku akan membawakan novel yang lebih seru lagi!" Kataku menyogoknya


"Apa kamu pikir aku tidak bisa mendapatkan novel yang seperti ini, novel pasaran seperti ini saja ingin kamu banggakan!" Cibirnya


"Benarkah, kamu tidak memerlukan bantuan ku lagi untuk mencari novel lain! Padahal aku sudah memiliki novel baru yang lebih seru lagi untukmu!"


"Dimana kau meletakkan nya? Tunjukkan padaku!" Katanya semangat


"Bukannya kamu tidak memerlukan bantuan ku lagi..."


"Apa sekarang kau sedang mengancam ku?"


"Entahlah..." Kataku mengangkat bahu sengaja menjahilinya


Dia terlihat kesal, tapi dalam sekejap kembali santai melanjutkan membaca novel yang masih belum selesai di baca olehnya. Katanya, bukan kali ini saja dia membaca novel Seperti sekarang, seribu tahun silam juga ada seseorang yang membuatnya membaca novel seperti yang kulakukan sekarang. Tapi tujuan dari orang itu meminjamkan novel padanya bukan untuk melepas bosan, tapi meminjam kekuatan yang dimilikinya.

__ADS_1


Entah sejak kapan hubungan kami sekarang menjadi semakin dekat seperti sekarang. Dia seakan-akan memperlakukan ku dengan istimewa, seperti seorang kakak yang sedang berusaha mewujudkan semua keinginan adiknya. Aku juga telah menganggap Leon sebagai kakak, tentunya tanpa persetujuan darinya.


Leon adalah sosok yang menjadi teman sekaligus keluarga bagiku di dunia ini. Sosoknya yang kadang peduli kadang juga acuh itu, menjadikan hidupku berwarna. Aku bahagia bertemu dengannya, setelah aku menyadari eksistensi nya yang bisa menjadi kakak di dunia ini bagiku.


Berbicara mengenai pangeran Lean lagi, selain keahliannya menghambur-hamburkan uang, ia juga punya keahlian membuat bunting anak orang. Entah sudah berapa banyak wanita muda yang di buat hamil olehnya, yang tidak pernah mau bertanggung jawab. Entah itu wanita dari kalangan bawah maupun atas, selagi menarik di matanya maka akan di ajaknya berkencan.


Entah bagaimana caranya selir utama melindungi pangeran Lean, agar tidak di kirim ke Medan perang seperti saudara-saudaranya yang lain. Yang jelas hanya tersisa 2 pangeran yang masih berada di istana kekaisaran, selebihnya sudah terjun ke Medan perang. Satunya pangeran Lean sendiri, satunya lagi putra mahkota yang saat ini sedang sibuk mencari pengikut sana-sini.


Posisi yang sekarang di pegang oleh putra mahkota sedang terancam, karena ada kabar yang tersebar di kalangan rakyat miskin. Jika pangeran kedua yang akan menggantikan posisi kaisar nantinya, karena peran aktif pangeran kedua di Medan perang. Aku tidak mengurusi masalah pengganti kaisar yang akan datang, karena yang terfokus olehku saat ini hanya urusan percintaan para bangsawan.


"Leon! Apa kau tidak berniat untuk pulang? Menengok para bawahan mu di alam mu sana?" Tanyaku saat melihatnya rebahan santai


"Alamku tidak ada urusannya denganmu!" Katanya cuek


"Memang tidak seharusnya aku menghawatirkan urusan makhluk lain..." Aku hanya menggeleng melihat sikapnya itu


"Akhirnya..." Soraknya menutup novel


"Astaga!!! Kau membuatku kaget!" Aku lonjak dari kursi karena kaget dengan teriakan nya


"Mana novel yang kau janjikan tadi..." Pintanya


"Masih di toko buku!" Aku mengibas-gibaskan gaunku yang terkena tumpahan teh


"Berikan aku alamat toko buku itu!" Pintanya segera lompat dari tempat tidur ke arahku


"Eiittsss..." Aku kaget dan hampir terjungkal ke belakang jika tidak di tangkap Leon


"Berikan aku alamatnya cantik!" Rayunya


"Minta pada Deti!" Kataku melepaskan dekapannya


"Apa kau sengaja ingin membuatku marah!!"dia terlihat kesal, mungkin karena selama ini dia tidak pernah meminta pada orang lain


"Baiklah, baiklah!!" Kataku sebelum dia bertambah kesal


Setelah meminta Deti menuliskan alamat dari toko buku paling besar di kekaisaran ini. Tanpa bertanya apa-apa dengan wajah penuh tanya nya itu Deti menuliskan alamat toko buku secara lengkap. Mata Deti melihat ke arah novel yang ada di kasur, novel yang bercerita tentang hubungan putri Baron yang membuat raja kegelapan jatuh cinta. Aneh memang melihat raja kegelapan membaca novel romantis seperti itu, tapi nyatanya memang begitu.


***


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA TEMAN-TEMAN DAN SEMUANYA YANG MEMBACA☺️


KASIH VOTE, LIKE DAN KOMEN BIAR NULISNYA MAKIN SEMANGAT😘👌

__ADS_1


__ADS_2