KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Kabar Buruk


__ADS_3

Saat kami semua berjalan masuk ke dalam kediaman, tiba-tiba ada seorang pekerja yang ku tempatkan menjaga pasokan bahan makanan untuk para korban perang dan prajurit datang dengan menunggangi kuda dengan kecepatan sangat kencang. Wajahnya terlihat sangat panik dan ketakutan seakan-akan sedang di kejar hantu.


"Nona! gawat! nona..." teriaknya setelah melompat turun dari kuda dan berlari ke arahku lalu berlutut


"Ambil kan air untuknya..." Teriakku pada para pelayan


"Nona..."


"Tenang kan dirimu dulu sebelum bicara, agar apa yang ingin kau sampaikan jelas..." aku berjongkok memberikan sapu tangan milikku, saat melihat bulir peluh yang besar di wajah pucatnya


"Ini airnya nona..."


"Minumlah dulu..."


"Te, terimakasih nona..." dia segera menenggak air dalam gelas dalam sekali teguk


"Apakah kau sudah merasa baikan?" dia mengangguk "ceritakan lah berita yang kau bawa sekarang..."


"Berita buruk nona! tiba-tiba semua bahan pangan yang awalnya baik-baik saja menjadi busuk dalam semalam... tidak ada lagi bahan pangan yang layak untuk para korban dan prajurit yang sedang berperang..."

__ADS_1


"APA? BAGAIMANA BISA TERJADI? APAKAH KALIAN MENEMPATAKAN BAHAN MAKANAN ITU DI TEMPAT SEMBARANGAN?" tanpa sadar aku meninggikan nada bicaraku Karena marah


"Ti,tidak mungkin nona... Se,selama ini kami selalu berhati-hati dengan bahan-bahan makanan itu..."


"Nona! tolong dinginkan kepala anda terlebih dahulu..." nasehat Deti


"BAGAIMANA AKU BISA DINGIN, KALAU KONDISINYA SEPERTI INI!!"


"Nona! setidaknya anda harus tenang menghadapi musibah ini..."


"DASAR MUSIBAH SIALAN! AKU TIDAK BISA TENANG JIKA BEGINI..."


"No,nona saat ini para prajurit yang bertugas di tempat penyimpanan bahan pangan sedang menyelidiki..."


"Tapi Nona..."


"SIAPKAN SEKARANG JUGA!!" teriakku gusar


"Baik nona!"

__ADS_1


Dengan kabar seburuk itu bagaimana aku bisa tenang dan diam saja di kediaman. Bagaimanapun caranya aku harus menemukan solusi untuk masalah seburuk ini. Aku akan mencari dalang dari kekacauan yang sangat mengerikan ini.


Sepertinya ada oknum yang meremehkan kekuatanku sebagai kepala keluarga sementara grand Duke Argen. Entah itu dari pihak kekaisaran, pihak bangsawan yang tidak menyukai grand Duke atau pihak kuil yang sangat jelas bertentangan dengan grand Duke Argen.


Jika dalang dari masalah ini telah kutemukan, aku akan membantai mereka sampai ke akar-akarnya tanpa belas kasihan. Selama ini aku bisa bertahan hidup di dunia penuh tipu muslihat ini, semua itu karena sikapku yang sering mengintimidasi setiap pesta dan pertemuan para bangsawan.


Temanku di dunia ini adalah seorang antagonis bukankah tidak mungkin jika aku tidak ikut terseret sebagai antagonis. Walaupun aku dan almarhum lady Ayla tidak sering bertemu, tapi kami berteman dengan baik. Sayangnya aku tidak bisa mengubah takdir kematian lady Ayla seperti aku mengubah takdirku.


"Nona, apakah anda benar-benar akan pergi malam ini juga?" tanya Deti dan Qirca khawatir


"Ya, aku akan pergi sekarang, masalah internal di kediaman untuk sementara kalian yang urus... kuharap kalian tidak akan mengecewakan ku!"


"Jika memang itu keputusan nona... Semoga nona baik-baik saja selama di sana, dan jangan pikirkan masalah kediaman karena saya akan berusaha dengan sebaik mungkin..." Kata Deti dengan mata berkaca-kaca


"Selama di sana, nona tolong kendalikan emosi anda... jangan mudah meledak hanya kerena hal kecil dan jaga diri anda baik-baik..." kata Qirca memasangkan mantel yang di kenakan nya padaku


"Aku pasti akan baik-baik saja, kalian tidak usah risau, kalian juga jaga diri kalian baik-baik selama aku tidak ada... dan aku tidak bisa janji bisa mengendalikan emosi..." kataku cengengesan di akhir kalimat


"Nona!!" kata mereka bersamaan

__ADS_1


"Hahaha... kalau begitu aku berangkat!!!"


Aku memacu kuda dengan kecepatan penuh setelah keluar dari kediaman. Prajurit yang membawa kabar tadi sekarang sedang memimpin jalan, karena masih di kendalikan emosi aku tidak berbelas kasihan padanya. Maafkan aku.


__ADS_2