KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Hanya Kesal


__ADS_3

Sesampainya di istana aku segera kembali ke kamar, untuk melihat perubahan yang seharusnya terjadi di kamarku. Di jalan menuju kamar, beberapa putri kaisar lainnya menatapku dengan tatapan penasaran, kesal, benci, ingin jadi dekat dan sebagainya. Aku mengabaikan mereka yang ingin dekat denganku, karena tahu jika kedekatan seseorang antara satu sama lainnya itu, hanya ingin mencari keuntungan pribadi.


Kulihat pintu kamarku tertutup rapat, ada rasanya waspada dengan perubahan yang kuharapkan di kamar itu. Tapi sepertinya aku terlalu berharap, sebab saat aku membuka pintu kamar. Kamarku masih Kumal, lusuh , kucel penuh debu, dan kacau seperti waktu kutinggal kan.


"Sepertinya mereka masih meremehkanmu!" Leon yang tiba-tiba muncul tersenyum meremehkan


"Dasar sialan!" kesalku membanting pintu dan bergegas menuju kamar pelayan tadi siang


"Kau yang sialan!" teriak Leon dari dalam kamar setelah pintu kamar kututup dengan kasar


Aku berjalan dengan penuh amarah menuju kamar pelayan itu, tidak tahu kenapa aku sangat marah di buatnya. Saat aku melewati dapur, tepatnya ruang makan para pelayan. Kulihat di atas meja tersaji berbagai macam hidangan mewah nan lezat, yang tidak pernah sekalipun menyentuh lidahku, di kehidupan lalu sebelum di bawa pergi grand Duke.


"Braakkk..." Aku menggebrak pintu


Mereka semua yang sibuk makan terperanjat kaget dan menatap ke arahku dengan berbagai macam ekspresi "Pu, putri!" panggil pelayan yang tadi pagi kuminta membersihkan kamar

__ADS_1


Aku melangkah dengan lebar menuju pelayan itu "Dasar sialan! Aku akan membunuhmu hari ini juga..." marahku menjambak rambutnya


"Pu, putri... lepaskan saya..." katanya memelas saat kuseret ke luar


Aku berjalan menuju seorang prajurit yang hanya diam melihat kami "Aku pinjam pedangmu sebentar!" kataku tajam menatap mata prajurit itu dan mencabut pedang dari sarungnya


"A,ampuni saya putri..." teriaknya histeris ketakutan dan berontak melepaskan diri


"Putri!" teriak pelayan lainnya saat aku mengayunkan pedang ke arah pelayan itu


Aku menatap ke arah mereka dengan tajam sebelum pedang berhasil menebas leher pelayan yang sedang ketakutan setengah mati "Apa kalian juga menginginkan ini?" tanyaku dan menusuk dada pelayan itu hingga tembus


"Aaakkkkk....." mereka semua berteriak histeris hingga membuat orang-orang dalam sekejap berkerumun


Entah itu dari pelayan kebun, tukang kayu, pengurus kandang kuda, bahkan para putri kaisar yang tadi kutemui, berkumpul menjadi satu dengan wajah penuh ketakutan dan kaget saat melihat pedang yang menancap di tubuh pelayan ini kucabut tanpa berkedip.

__ADS_1


"Beginilah akhir bagi mereka yang tidak mendengarkan kata-kata ku!" kataku tajam menatap seluruh pelayan yang ketakutan


Aku mengembalikan pedang yang berlumuran darah kembali pada sarungnya. Dan segera meminta para pelayan membersihkan kamarku dengan cepat dan sempurna sebelum ada korban lain. Para putri mulai bersuara dengan mulut mereka yang dididik memang untuk berkata tajam dan pedas untuk mengomentari seseorang.


Aku tidak peduli dengan pembicaraan mereka yang entah itu mengatakan aku iblis kejam atau apalah itu, aku tidak peduli. Leon yang berdiri tidak jauh dari kerumunan tersenyum puas, mungkin karena melihat darah atau entahlah itu apa, yang jelas saat ini dia terlihat puas.


"Ada apa dengan senyuman mu itu?" tanyaku setelah berada di dekatnya


Dia menatapku "Tidak! Tidak ada apa-apa!" katanya kembali pada mode datar


Aku mencibirnya karena terlalu acuh setelah kejadian tadi siang, waktu aku mengatakan ingin mencari si tuan Kemuning. Dia memang kekanak-kanakan, seperti kata pepatah, jika semakin tua umur seseorang maka dia akan bertingkah semakin kekanak-kanakan.


***


Nambah satu episode baru lagi🤗

__ADS_1


Satu hari satu episode aja ya. Hehehe 😁


Happy reading para readers🥰🥰🤗


__ADS_2