
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang terasa segar namun sedikit aneh. Rasanya ada sesuatu yang membuat tubuhku terhimpit, tepatnya di bagian jantung. Aku merasakan keanehan pada tubuhku yang terasa segar namun tidak nyaman. Seperti ada sesuatu yang sedang bertengkar di dalam tubuh ini, tapi anehnya aku merasa semuanya akan baik-baik saja.
kulihat wajah para pelayan yang menunjukkan kekhawatiran saat melihatku terbangun dari tidur. Hahh... melihat mereka membuat kepalaku sakit, karena teringat dengan masalah yang belum selesai kutangani. Ditambah dengan jadwal kedatangan bantuan dari kaisar, yang tentunya akan membuatku tidak senang.
"Putri! para utusan istana kaisar telah sampai di gerbang utama!" lapor seorang pelayan
"Bantu aku bersiap-siap sekarang..." kataku sambil memijit-mijit kepala yang nyut-nyutan
Aku sengaja meminta para pelayan menyiapkan air hangat dengan taburan kelopak bunga mawar, serta campuran aroma terapi di dalam air. Aku tidak ingin menyambut para utusan dengan baik, aku ingin bersikap sesuka hatiku, karena mereka akan tinggal di tempatku untuk beberapa hari kedepannya.
"Pu, putri! para utusan sudah menunggu di depan!!" lapornya dengan suara gemetaran
"Biarkan saja! terserah mereka ingin menunggu sambutanku atau tidak... Tambahkan sedikit aroma terapi lagi!"
"Ta,tapi putri..."
"Brakkk..." aku menepis nampan yang di bawa salah satu pelayan ke arahku karena kesal
"Ma,maafkan saya putri... saya akan meminta mereka menunggu!" pamitnya undur diri
Mereka duluan yang tidak menghargai ku sebagai seorang putri kaisar, maka dari itu jangan salahkan aku bertindak sesuka hati. Selama ini aku sudah cukup kepayahan menangani wabah ini dengan uang pribadi milik kediaman grand Duke Argen. Walaupun aku telah memutuskan hubungan keluarga dengan pihak kekaisaran, tapi aku ingin menuntut biaya hidup ku selama 14 tahun aku tinggal di tempat hina itu.
Apalagi sekarang aku memiliki tahanan yang bisa mengabulkan semua yang kuinginkan dengan mudah. Untuk apa aku takut dengan pihak kekaisaran ataupun kuil suci lagi kedepannya. Aku tidak sebodoh dan semurah hati itu untuk terus berada di bawah tekanan orang-orang.
Rasanya setelah dipikir-pikir lagi, perbuatan kejamku selama 2 tahun kebelakang, kurang memuaskan dahagaku yang sempat kering kerontang. Dan akhir-akhir ini aku juga sudah cukup berbaik hati, membuang-buang kesempatan ku untuk membantu para manusia tidak tahu balas budi seperti pihak kekaisaran.
"Bawakan pakaian terbaikku!!"
"Baik putri!!" mereka semua bergegas mengambilkan sebuah gaun yang bagi mereka terbaik untukku
__ADS_1
"Apa-apaan yang kalian bawa ini! buang! aku tidak menyukai modelnya yang terlalu norak!!" kesalku sata melihat gaun dengan banyak aksesoris mewah nan aneh tertempel di setiap sudut gaun
Aku berhenti memain-mainkan rambut dan beranjak mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosku. Dan segera menuju lemari pakaian yang ada di sebuah ruangan sudut kamar ini. Ternyata, tidak ada baju yang lebih baik daripada baju kerjaku sehari-hari, yang sangat nyaman di kenakan.
Di dalam lemari hanya ada setumpuk besar gaun mewah untuk pergi ke pesta. Sedangkan saat ini aku hanya ingin menunjukkan betapa berkuasanya aku di tempat ini, bukan memamerkan keindahan gaun yang ada di lemariku, pada para utusan.
"Haahhhh.... lebih baik aku pakai yang akan membuatku nyaman saja!" putusku akhirnya memilih sebuah pakaian kerja berwarna merah yang berpadu dengan hitam, sepertinya terlalu kontras dengan warna rambutku.
Tapi tangan ajaib para pelayan membuat warna yang bagiku terlalu kontras dengan warna rambutku, menjadi satu kesatuan warna yang luar biasa. Entah bagaimana mereka menyihir ku menjadi seorang Lady penuh karismatik dan kepercayaan diri, hanya dengan dilihat dari tampilan.
Dan sepertinya mereka semua juga lebih mengerti tentang selera hiasan rambut yang seperti apa yang cocok denganku. Sepertinya mereka lebih mengerti diriku daripada diriku sendiri.
"Lumayan!!" gumam Leon di sudut ruangan, hingga membuat para pelayan terkejut dan ketakutan
"Pu, putri!"
"Abaikan saja dia, dan kalian semua keluarlah... aku akan keluar setelah berbicara dengannya!"
"Bagaimana penampilan ku? apa masih terlihat polos?"
"Kau terlihat lebih tua dengan rambut digulung seperti itu!!"
"Benarkah? padahal aku merasa jika semuanya sudah sangat cocok dan nyaman..." kataku kembali mengagumi diriku di cermin
"Kalau begitu terserah padamu saja!" katanya cuek
"Hemm..." aku berpikir sebelum akhirnya mengangguk puas "...Mengenai kekuatan yang ada di tubuhku sekarang! apa benar kau hanya mengembalikan kekuatan ku saja?" tanyaku tanpa mengalihkan tatapan dari cermin
"Memang ada sedikit kesalahan, sehingga kekuatanku ikut terserap oleh mu..."
__ADS_1
"Pantas saja ada yang terasa janggal pada tubuhku!!"
"Apa yang kau rasakan?"
"Begitulah! tidak ada hal yang membahayakan untuk saat ini... Jika memang membahayakan, paling parah aku hanya akan mati..."
"Dasar wanita tidak berperasaan..." cibirnya
"Kalau begitu, wanita tidak berperasaan ini harus membuat ulah di luar... Menonton lah jika kau ingin melihat!"
Dia terkekeh kecil membiarkan ku keluar kamar untuk membuat kerusuhan. Para pelayan sudah berada di depan pintu dengan kesiagaan penuh menungguku keluar kamar. Wajah mereka terlihat seperti tidak ingin mengantarku kedepan menemui para utusan. Sepertinya para utusan membuat keributan yang tidak-tidak selagi menunggu sambutanku.
Benar saja, keadaan di luar terlihat kacau, karena beberapa utusan mengeluh ingin segera menemui ku. Mereka mengatakan jika aku terlalu sombong dan kurang ajar, karena telah membiarkan mereka semua menunggu. Kulihat musuh bebuyutan ku sedang duduk santai di atas pelana kudanya, di bawah terik matahari. Sepertinya dia sudah belajar mengontrol mimik wajahnya seperti saranku waktu itu.
Setelah adiknya tidak ada, sekarang ia baru mendengar kan semua nasehat dariku. Semuanya sia-sia saja dilakukannya, karena sekarang dan nanti aku tidak akan berbaik hati lagi padanya.
"Maaf telah membuat tuan-tuan semua menunggu lama! tuan-tuan semua diharap maklum, karena sejak tadi saya dan para pelayan sibuk membersihkan kediaman..."
"Apakah begini sikap anda menyambut bantuan yang dikirimkan oleh kaisar! benar-benar tidak tahu sopan santun, membuat kami para bangsawan menunggu di bawah terik matahari begini!" potong seorang bangsawan kecil yang ikut serta menjadi bantuan
"Sepertinya tuan putri, memerlukan guru tata Krama yang baru..." cibir yang lain
"Apakah anda akan tetap membiarkan kami berdiri diluar seperti ini?" yang lainnya mulai meninggikan suara
"Benar-benar tidak tahu tata Krama! ckckck!!"
"Maaf jika kediamannya masih berantakan..." kataku saat mereka menerobos masuk tanpa seizin dariku
Aku sengaja memasang senyum ramah saat menyambut mereka, berharap mereka bersikap lengah terhadapku. Tapi sayang, Sepertinya tuan muda Raffes tidak termakan jebakanku, karena dari tatapannya yang tajam dan penuh kewaspadaan terlihat jelas saat mata kami bertemu pandang.
__ADS_1
Tidak diragukan lagi, dia benar-benar musuh bebuyutan ku yang tidak bisa dikelabui dengan trik apapun itu. Kuharap saat di wilayah ini, dia tidak membawa-bawa masalah pribadi dan sosial untuk menyerang ku. Andai saja dia bukan saudara jahat lady Ayla, mungkin aku akan mencintai wajah tampannya itu, ahhh, dia terlihat seksi dilihat dari sisi manapun.