KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Setulus Itu.


__ADS_3

"Hei, wanita gila!!" panggil Leon yang ternyata masih berada di belakang ku


"..." aku yang sempat tersipu malu mengingat si pemilik menara sihir, tentu saja kaget bukan kepalang, karena kupikir dia sudah pergi


"Apakah kau sudah gila, beberapa saat yang lalu kau menangis seperti ingin menyerah, tapi dalam sekejap suasananya menjadi sebahagia ini. Apakah kau benar-benar sudah gila?"


"Se,sejak kapan kau di sana?" aku malu


"Apakah kau melupakan eksistensi keberadaan ku, hanya karena memikirkan orang itu?"


"O, orang itu? bagaimana kau bisa tahu aku sedang memikirkan siapa?"


"Apakah kau melupakan siapa aku? Ingat baik-baik namaku adalah Leon sang raja kegelapan!!" lagaknya sombong


"Apakah kau mengintip pikiran ku? bagaimana bisa kau bersikap sangat tidak sopan, sikap mu saat ini termasuk dalam pelecehan dan pelanggan hak asasi manusia..."


"Kenapa? apakah kau marah?"

__ADS_1


"Da,dasar bajingan..." kesalku segera mundur saat wajahnya mendekat secara mendadak


"Sepertinya suasana hatimu benar-benar telah membaik hanya dengan mengingat orang itu! Heh, manusia memanglah makhluk rendahan..." cibirnya


"Mencintai seseorang bukanlah perbuatan hina, karena mencintai itu memiliki eksistensi lebih hebat dari jabatanmu saat ini!" balasku dengan judes


"Tapi apakah harus setulus itu? Kusarankan padamu agar berhenti mencintai orang itu..."


"Benar! memang harus SETULUS ITU. Kenapa kau tidak suka?" potong ku


Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun kecuali wajah datar yang menyeramkan setelah di lihat dengan lebih mendetail. Bahkan saat ini aku memalingkan mataku duluan, tidak seperti biasanya yang selalu beradu tatapan dengannya tanpa berpikir takut. Tapi enyah mengapa sekarang aku merasa takut saat menatap bola mata merahnya yang menyala.


Kenapa baru sekarang aku menyadari eksistensi nya yang terlalu kuat seperti sekarang. Bahkan dulu aku sempat menampar wajahnya tanpa rasa takut, tapi sekarang aku malah menciut ketakutan.


"Kenapa? apakah sekarang kau baru takut denganku?" cibirnya


"..." aku tidak berani mengatakan apapun, selain tubuhku yang memaksa untuk menjauh darinya sejauh mungkin

__ADS_1


"Apakah kau benar-benar takut padaku?" tanya nya saat tubuhku yang ingin kabur darinya terhenti di dinding kamar


"Bagaimana ini??" tanyaku kebingungan pada diri sendiri harus bertindak bagaimana


Kepalaku rasanya hanya menginginkan dan memikirkan caranya menjauh darinya sejauh mungkin. Bahkan jika bisa sejauh mungkin, jika bisa melebihi kemampuan ku sendiri untuk menjauhinya. Sampai-sampai sekarang aku malah menggigil ketakutan hanya dengan melihat sepatu yang di kenakan nya.


"Plakkk..." aku menpar diriku sendiri untuk mengendalikan ketakutan tak berdasar ini


"Apakah kau benar-benar sudah gila?" kagetnya


"..." sekarang aku berani kembali menatap wajahnya "Aku ingin istirahat, jika kau tidak memiliki kerjaan lebih baik musnahkan benua musuh dengan eksistensi mu itu!!" kataku sembarang dan melepaskan jubah di depannya


"Semuanya tidak gratis... bayaran apa yang harusnya ku terima darimu.." katanya dengan cengiran licik


"Aku akan memberikan semua yang kau inginkan, asalkan kau membuat pamanku menjadi pahlawan dalam perang kali ini... Aku ingin grand Duke menjadi pahlawan yang tercatat dalam sejarah!!"


Saat aku berbalik hendak melihatnya, sosoknya sudah menghilang dari tempat menyisakan diriku dengan kesendirian. Baguslah jika dia sudah pergi, karena sekarang aku ingin mandi dan makan sambil menenangkan pikiran panjang ini. Aku menarik tali lonceng untuk memanggil para pelayan yang melayaniku, agar membantuku mandi dan menyiapkan makan siang.

__ADS_1


Mereka semua datang dengan cepat dalam sekali tarikan lonceng. Biarkan aku istirahat dan menenangkan diri dalam bak mandi yang berisi kelopak bunga mawar dan menikmati pijatan dari mereka. Karena nanti malam aku berniat membasmi tikus yang hanya akan merugikan jika di biarkan tetap hidup...


__ADS_2