KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Dia Jodohku (Walaupun Hanya Hayalan )


__ADS_3

Ini sudah hari ketiga saat kedatangan mereka, tapi kaisar kembali mengirimkan bala bantuan dalam jumlah besar, setelah para bantuan pertama datang dan menginvasi wilayah. Syukurlah, karena aku tidak perlu repot-repot lagi memikirkan tentang masalah di wilayah ini, karena semua tugas mereka ambil alih.


Sekarang saja aku hanya duduk manis di taman sambil menikmati tea time dengan tenang, sambil memperhatikan mereka yang kebingungan keluar masuk kediaman. Mungkin karena bantuan kedua akan datang, orang-orang di kediaman ini menjadi lebih sibuk lagi untuk menyambut mereka.


Mereka membuat anggaran yang kusumbangkan terbuang sia-sia hanya untuk menyambut para utusan yang akan datang. Sepertinya aku sudah harus kembali ke kediaman grand Duke, untuk melancarkan aksi hebatku yang telah terancang rapi di kepala.


Tumben hari ini Leon tidak banyak bicara, sejak tadi pagi dia tidak pernah membantah ucapanku sepatah katapun. Layaknya bertingkah sebagai asisten ku yang sesungguhnya, bahkan menyingkirkan posisi kedua asisten ku sebelumnya.


"Hemm... sepertinya kau terlalu mendalami peran sebagai asisten ku!" kataku memecah keheningan di antara kami


"..." dia meletakkan gelas teh dengan anggun sebelum menjawab "Saya hanya mengikuti apa yang putri inginkan!" jawabnya sopan


"Heii... lihat! bahkan caramu minum dan meletakkan kembali gelas saja lebih anggun dariku!" aku menepuk jidat


"Itu karena anda bertingkah sesuka hati, seandainya anda ingin bersikap anggun... mungkin anda akan lebih menawan!"


"Kau mem..." kalimatku mengambang saat Raffes lewat tidak jauh di depan kami


"Putri! kendalikan lah ekspresi wajah anda!"


"Memangnya bagaimana ekspresi wajah ku saat ini?" kataku tanpa mengalihkan tatapan dari nya


"Anda seakan-akan ingin menerkam sosok yang sedang anda perhatikan saat ini, dan itu bukanlah sikap seorang lady!"


"..." abaikan saja apa yang dikatakannya


Aku segera mengatur kembali ekspresi wajahku saat tiba-tiba Raffes menoleh ke arah kami berada sekarang. Leon terkekeh mendapati ekspresi ku yang berubah secepat kilat, setelah di tatap oleh Raffes dari kejauhan sana.


Duh bagaimana ini, sepertinya aku mulai menumbuhkan benih-benih cinta pada wajahnya itu. Tapi aku harus kuat, aku tidak bisa selingkuh dari Zed, sebelum aku bisa mendapatkan Zed aku akan berdiam diri menahan benih-benih ini agar tidak menjadi kecambah.


Aku takut jika nantinya kecambah yang telah tumbuh, lupa kusiram dan kurawat hingga berakhir sia-sia. Biarkan saja untuk saat ini aku berharap dan berpegang teguh pada angan-angan yang mungkin saja hanyut terbawa angin meminta untuk di lupakan.


"Putri! para utusan kaisar sudah sampai di dalam kediaman!" lapor asisten ku Missa dengan tergesa-gesa


"Bagaimana bisa secepatnya ini?" kagetku hampir menyemburkan teh yang kuminum


"I,itu, tuan Zed juga ikut..."


"Si,siapa yang ikut datang?" tanyaku segera bangkit berdiri

__ADS_1


"Tuan Zed, pemilik menara sihir... Mereka menggunakan teleport..." aku tidak mendengarkan lagi kelanjutan kalimat Missa


Saat ini wajahku entah kenapa terasa sangat panas dan jantungku seperti hendak copot dari tempatnya. Aku merasa gugup saat mendengar jika Zed sekarang ada di dalam kediaman, aku tidak bisa mengendalikan diriku. Bahkan suara para pelayan yang memintaku untuk memperhatikan penampilan tidak bisa kudengarkan dengan jelas.


Aku terlalu bahagia untuk saat ini, siapapun jangan ganggu aku dan jangan bangunkan aku dari mimpi ini. Benar sudah, aku benar-benar telah kacau hanya kerena dirinya yang tidak pernah melirikku namun sangat kucintai.


"... Putri!!!" cegat Leon saat aku masih berada di dalam dunia kebahagiaan


"Sadarkan diri anda! Jangan membuat diri anda terlihat seperti seorang lady yang sedang di mabuk cinta!"


"Hah... Apa katamu?" aku tidak mendengar suaranya dengan jelas


"..." Leon menyentuh tanganku dan memberikan sesuatu untuk menenangkan jantungku


"Apa barusan aku hilang kendali lagi?" tanyaku merutuki diri sendiri, dan menepis tangan Leon


"..." Dia menatapku dengan datar


"Jangan pernah pergi dari sisiku, dan terus buat aku agar bisa mengendalikan diri..." pintaku padanya, lebih tepatnya aku membutuhkan kekuatan miliknya untuk menenangkan pikiran dan jantung ku


Setelah sedikit tenang aku dan para pengikutku segera memasuki kediaman yang sudah ribut penuh dengan manusia. Di tengah-tengah para manusia tidak berguna ini, aku melihat sosok yang sangat kucintai. Mata kami bertemu, hingga membuatku ingin segera melompat kedalam pelukannya yang hangat dan menyenangkan.



"Putri! kendalikan ekspresi anda!" tegur Leon lagi


"Dia akan menjadi jodohku di dunia ini." aku menatap kearahnya dengan tatapan nanar


"Buang pikiran itu jauh-jauh, jika tidak ingin terluka!" Dia mengingatkan ku dengan kenyataan


"Tapi aku ingin memeluknya..."


"Apakah anda ingin mempermalukan diri sendiri?"


"..." aku menggeleng ragu


"Maka dari itu, bersikaplah seperti anda biasanya!" Leon menyentuh tanganku kembali dan memberikan sebuah perasaan dingin yang segera menyergap jantungku


Rasa dingin yang di berikan oleh nya seakan-akan sedang membekukan semua perasaan kagumku pada Zed di depan sana. Benar, aku harus mengendalikan perasaan ini jika tidak ingin malu dan dipermalukan. Tapi sepertinya ambisiku untuk memeluknya terlalu besar, hingga membuatku melangkah dengan berani membelah kerumunan untuk menghampirinya.

__ADS_1


"!!!" saat ini aku tepat berdiri di depannya


"Apa yang sedang anda lakukan lady?" katanya dengan wajah tidak senang


"Ijinkan aku memelukmu..." entah kenapa tubuhku langsung nyosor memeluk tubuhnya yang tepat berada di depanku


"Apa yang anda lakukan lady!!" teriaknya nyaring mendorong tubuhku hingga terhempas jatuh ke lantai


"Apa yang baru saja dilakukan wanita itu kepada tuan Zed..."


"Benar-benar sikap yang memalukan..."


"Pantas saja selama ini dia dijuluki dengan wanita 'Erotomania' di pergaulan kelas atas! ckckck! benar-benar membuat malu keluarga kekaisaran dan grand Duke Argen!"


"Selain dikenal sebagai wanita Erotomania, dia juga terkenal dengan sebutan penjahat pergaulan kelas atas... ckckck!"


"Putri!" Missa dan yang lainnya segera menghampiri ku


"Aku baik-baik saja!" aku menolak bantuan mereka


"Lihatlah sikap angkuhnya itu, entah di pelajari nya dari mana..."


"Ckckck! benar-benar memalukan..."


"Apakah kalian semua bisa diam!" kata Leon dingin membuat semua orang terdiam


Seketika setelah Leon mengeluarkan suara, semua orang yang menggunjingku terdiam membisu. Begitu pula dengan Zed yang ikut tertekan dengan atmosfer menyeramkan Leon. Leon benar-benar asisten yang bisa ku andalkan, dia tahu bagaimana caranya bertindak saat majikannya terlanjur di permalukan.


"Padahal salahnya juga membuatku tergoda!" lirihku kesal segera meninggalkan kerumunan


"Apakah anda ingin saya membuatnya malu..."


"Tidak! jangan membuatnya terlihat konyol di depan orang-orang... karena aku tidak akan mengampunimu jika terjadi apa-apa dengannya!"


"Anda benar-benar telah dibutakan oleh cinta!" dia menepuk jidat geram


"Aku lebih kesal dengan mu yang bersikap ramah dan sopan begini padaku! kembalilah seperti raja kegelapan yang kukenal" marahku semakin mempercepat langkah menuju kamar.


Hari ini aku benar-benar telah mempermalukan diriku sendiri di depan semua orang. Tapi entah kenapa aku tidak merasa menyesal sama sekali, apa kerena keinginanku untuk memeluknya sudah terwujud?. Mungkin begitu, mungkin juga tidak, yang jelas sekarang aku senang dan kesal di saat bersamaan.

__ADS_1


**


Erotomania adalah gangguan yang membuat seseorang percaya atau sangat yakin bahwa ada orang yang sedang jatuh cinta kepadanya. Padahal, hal tersebut tidak benar. Bahkan, penderita masalah kejiwaan ini juga bisa menganggap ada orang terkenal yang jatuh cinta kepada mereka. Penderita erotomania memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya sedang disukai oleh seseorang walau orang tersebut tidak mengenal atau belum pernah bertemu dengan si penderita.


__ADS_2