KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Akhirnya Bantuan Datang


__ADS_3

Ketakutan yang selama ini terpikirkan olehku benar-benar telah terjadi. Aku hampir ingin menyerah dan melarikan diri dari masalah yang sekarang ada di wilayah ini. Setelah para dokter memeriksa semua penderita, kabar yang sangat buruk menyapa telingaku, hingga mengusik nurani.


Wabah yang saat ini masih tersimpan di wilayah ini saja ternyata telah menyebar sampai ke desa yang berjarak puluhan mil dari wilayah ini. Kabar itu di bawa oleh prajurit pengangkut bahan pangan yang di bawa langsung dari kediaman utama grand Duke Argen.


Saat itu juga pikiran ku langsung blank, tidak bisa memikirkan apapun kecuali meminta pertolongan pada pihak kekaisaran. Semoga saja kaisar mengambil tindakan cepat mengenai wabah ini, karena wabah ini cepat sekali menyebar. Ini baru beberapa hari setelah kedatanganku ke wilayah ini, tapi wabahnya sudah menyebar ke luar wilayah.


"Putri!! apakah obat-obatan yang kami minta sudah datang?" tanya dokter yang kutunjuk sebagai penanggung jawab mengawasi dokter lainnya


"Obat-obatan akan sampai paling cepat nanti malam... apakah persediaan kita masih sangat kurang?" aku hanya bisa memijit-mijit kepala yang terasa nyeri


"Benar-benar sangat kurang putri!"


"Apapun caranya kalian harus menghemat obat-obatan yang ada sampai obat-obatan baru sampai! dan apakah sudah ada respon dari kekaisaran?"


"Surat balasan baru saja tiba putri!" sahut seorang asisten yang kutunjuk beberapa hati lalu memberikan sepucuk surat bersegel lambang kekaisaran


"..." aku segera membuka surat pemberiannya dengan harapan besar

__ADS_1


"Bagaimana putri?" tanya mereka penasaran


"Kaisar telah mengirimkan bantuan..."


"Syukurlah, kita bisa mencegah penyebaran wabah dengan cepat jika begitu..."


Mereka semua bersorak senang mendengar kabar tentang bantuan kecil dari kaisar. Tapi mereka semua tidak memikirkan bagaimana perasaanku untuk menghadapi bantuan dari kaisar ini. Karena kaisar mengirimkan bantuan, secara tidak langsung yang di wakilkan kepada Raffes Freious, putra pertama Duke Freious, yang tidak lain kakak tertua dari almarhum lady Ayla.


Sedangkan seluruh benua kekaisaran tahu, jika aku dan tuan muda Raffes seperti minyak dan air, yang tidak pernah bisa akur. Semuanya berawal dari kemarahan ku padanya, yang dengan sengaja mengabaikan lady Ayla. Bahkan ia tidak datang ke pemakaman lady Ayla, walaupun memang tidak ada yang datang di pemakaman lady Ayla, kecuali dayang dan pengawal pribadi lady Ayla, yang sekarang di lemparkan ke Medan perang.


Pemakaman lady Ayla sangat sepi, karena hanya ada aku dan Qirca sebagai pelayat. Aku masih ingat suasana suram dan penuh kesedihan di pemakaman lady Ayla waktu itu. Aku marah dengan semua anggota keluarga Duke Freious yang mengabaikan lady Ayla hingga sedemikian rupa.


"Bagaimana aku bisa senang, jika kaisar mengirimkan musuh bebuyutan ku sebagai bantuan! Apakah kalian pikir aku orang yang tidak memiliki perasaan!!" kesalku tanpa sadar berkata sarkas pada mereka


"..." semuanya terdiam


"Lupakan saja kata-kataku barusan!! Masalah ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi ku... kalian semua kembalilah kerjakan tugas kalian!!"

__ADS_1


"Baik putri! kalau begitu kami pamit!!" kata mereka serempak keluar ruangan menyisakan aku dan dua orang asisten ku


"Putri! sebaiknya anda beristirahat untuk hari ini... sudah beberapa hari ini anda memaksakan diri dan tidak beristirahat sama sekali..." kata Missa salah satu asisten ku (dia laki-laki)


"Tidak! aku tidak bisa istirahat sebelum semua masalah selesai... jika kalian lelah, kalian bisa beristirahat!"


"Tidak kami tidak lelah, bagaimana kami bisa lelah jika putri saja tidak mengatakan lelah!" kata Ase seperti biasa, selalu penuh semangat


"Aku tidak pernah mengatakan jika aku tidak lelah, aku juga lelah... tapi aku tidak bisa istirahat sekarang! kalian berdua, pergilah untuk istirahat selama 3 jam."


"Tapi putri..."


"2 jam setengah!" aku mengurangi waktu istirahat mereka


"Ba,baik putri! kalau begitu kami pamit undur diri!" kata mereka segera keluar ruangan untuk istirahat


Sudah lebih sepuluh hari aku memfokuskan diri pada masalah di wilayah ini. Dan selama itu pula aku juga sudah merendahkan diriku sebagai seorang putri dan keponakan dari grand Duke, untuk memohon kedatangan pihak kuil suci ke tempat kumuh ini. Tapi selama itu pula belum ada balasan dari pihak kuil suci, hingga akhirnya kaisar sendiri yang mengirimkan pihak kuil suci ke wilayah kumuh ini, yang akan datang bersamaan dengan tuan muda Raffes.

__ADS_1


Kedua bantuan yang di kirimkan oleh kaisar benar-benar membuat rumit, karena keduanya adalah kelompok yang sangat membenciku. Kuharap mereka tidak mencampur masalah pribadi dan negara, karena aku ingin menangani masalah ini dengan tenang. Sejauh ini, semuanya baik-baik saja karena semua yang kuanggap sebagai tikus pengerat di wilayah ini telah menjadi abu.


__ADS_2