
Apakah sekarang aku harus meminta maaf kepadanya, karena telah meremehkan dirinya?. Tapi aku tidak merasa salah, karena dia mengajukan kesempatan dengan wajah bercanda seperti barusan. Kenapa aku jadi bingung seperti ini hanya untuk meminta maaf, walaupun dia bukan manusia, tapi bukankah jika memang salah harus meminta maaf.
"Maafkan aku karena telah meremehkan eksistensi dirimu!" kataku akhirnya meluncurkan kata maaf dengan senyum semanis mungkin
"..." Dia hanya diam dengan mata merah yang membelalak semakin menakutkan
"Apa-apaan tatapanmu itu? apakah kau pikir aku tidak bisa mengatakan maaf..."
"Senyuman mu..." tangannya terulur hendak menggapai wajahku
"Apakah kau melupakan permintaan keduaku?" kataku tajam sebelum tangannya menyentuh kulit wajahku
"Kau benar-benar makhluk paling brengsek yang pernah melakukan kontak denganku!!"
"Itu karena aku berbeda dari makhluk yang pernah melakukan kontak denganmu... btw, masalah waktu di tempat ini apakah sama dengan di dunia?" tanyaku merebahkan diri di atas hamparan rumput yang di kelilingi bunga
"Tentu saja berbeda... waktu di tempat ini lebih singkat dari di dunia..."
"Kalau begitu berapa lama waktu yang harus kuhabiskan di tempat ini jika aku ingin menghabiskan waktu satu jam di dunia?"
"Satu bulan!"
"Wow, lama juga ya... Sepertinya aku harus menjadikan tempat ini sebagai ruang kerjaku, lumayanlah waktu ku untuk menyusun berkas menjadi lebih luang di dunia..."
"Apakah dalam otakmu itu hanya ada tumpukan berkas! ckckck!!" dia berdecak
__ADS_1
"Tentu saja tidak... karena ada kalanya aku juga harus memikirkan tentang hidupku setelah lepas dari jerat tugas ini... aku juga ingin menikah dan memiliki keluarga!" kataku jujur untuk pertama kalinya pada diri sendiri
Setelah berada di tempat ini, tanpa sadar aku terlena dan terlempar dalam keheningan yang menyejukkan. Tempat ini sangat tenang dan nyaman, hingga membuatku ingin menikmati waktu tidur sebentar sebelum kembali ke dunia asal. Biarkan aku tenang sejenak melepas lelah dan beban yang selama ini bertumpuk menghimpit pikiranku.
****
"Haaahhh..." aku bangun dengan tubuh yang terasa sangat segar
"Entah kenapa aku merasa sudah tidur sangat lama..."
"Tentu saja lama, apakah kau sadar telah tidur berapa lama?"
"Paling parah seharian penuh..." kataku cuek
"Ha-ha-ha... apakah kau bercanda? kau tidur sudah sepuluh hari lamanya!" tawanya garing
"Tanyakan sendiri pada dirimu!"
"Lalu bagaimana dengan urusan di dunia jika aku benar-benar tidur selama itu! apakah semuanya baik-baik saja?"
"Tenanglah, bukankah sudah kukatakan jika waktu di tempat ini dan dunia berbeda... kau hanya menghilang selama beberapa menit di dunia..."
"Oh, benar juga, aku lupa!" kataku kembali tenang
"..." Leon menggeleng dengan tatapan aneh ke arahku yang tiba-tiba kembali tenang setelah gusar sana-sini
__ADS_1
"Apakah kau ingin kembali?"
"Sepertinya begitu! aku sudah merasa lapar sekarang..."
"Blluummpp..." Leon menjentikkan jarinya
Dalam sekejap kami kembali berada di ruang kerjaku yang masih penuh berkas-berkas pekerjaan. Aku kembali menjadi semangat setelah tidur dan melihat tumpukan berkas, rasanya laparku hilang seketika.
"Apakah kau akan kembali berkutat dengan berkas itu?" tanya Leon heran
"Tentu saja!"
"Bukankah kau bilang lapar?"
"Apakah kau tidak lihat jika sekarang aku sedang makan?"
"Apa? apa maksudmu kau akan makan berkas-berkas itu?"
"Benar! aku ingin melahap semua berkas ini!... sudahlah berhenti menatapku begitu, aku hanya merasa kembali kenyang setelah melihat semua pekerjaan ini!"
"Apakah benar kau manusia? Bahkan akupun yang seorang raja kegelapan tidak sampai seperti..."
"Diamlah, sekarang aku ingin fokus makan!"
"Setidaknya makanlah seperti manusia... mana ada manusia menjadikan pekerjaan mereka sebagai makanan..." kesal Leon
__ADS_1
Semua berkas yang ada di atas meja menjadi berterbangan ke mana-mana karena ulah Leon yang kesal entah karena apa. Sedangkan aku hanya bisa menatap pasrah dengan semua berkas yang beterbangan memenuhi ruang kerja. Di depan sana masih terlihat wajah kesal Leon yang menatapku tajam, seakan-akan tidak terima aku kembali fokus bekerja.