
Aku melangkah maju menuju keluarga korban yang terlihat sangat keberatan pasien di bawa pergi ke tempat isolasi. Hah, seharusnya aku tidak peduli dengan keluarga ini, tapi tanggung jawabku sebagai penguasa sementara memaksaku bertanggung jawab.
"Tenanglah nyonya! saya akan membantu keuangan semua keluarga penderita yang terdampak, sehingga anda bisa membiarkan kami melakukan penanganan pada suami anda dan para penderita lainnya!"
"..." Dia mendongak menatapku dengan air mata berlinang "Benarkah itu?" katanya ragu
"Saya berjanji sebagai penanggung jawab sementara wilayah grand Duke..."
"Tapi, wilayah ini bukan wilayah kekuasaan Grand Duke!!"
"Tenang lah nyonya, selagi saya penanggung jawab tempat bahan pangan di tempat ini, saya akan menanggung semua keuangan keluarga yang terdampak... Saya tidak memerlukan anda percaya sepenuhnya dengan saya, sehingga anda bisa bebas menentukan pilihan!!"
"Baiklah jika begitu! saya akan mengijinkan suami saya di bawa ke tempat isolasi..."
"Dan satu lagi... saya tidak bisa menjamin para penderita sembuh dari sakit yang mereka derita... karena hidup seseorang bukanlah kekuasaan saya!"
"Ja,jadi... apakah ada kemungkinan suami saya akan meninggal?" tangisnya kembali pecah
__ADS_1
"Begitulah, tapi kita masih memiliki harapan, berharap agar penawar wabah ini cepat di temukan..."
"Tolong sembuhkan suami saya... saya akan mengabdikan diri melayani anda seumur hidup saya... tolong sembuhkan suami saya, saya mohon..." tangisnya bersujud padaku
"Saya bukan seseorang yang pantas anda sembah..." kagetku melompat ke belakang
"Tolong sembuhkan keluarga kami putri..." teriak yang lainnya ikut bersujud memohon padaku
"Kalian semua, tenanglah dan cepat berdiri... aku bukanlah dewa yang bisa menyembuhkan penyakit seseorang..."
"Kami mohon sembuhkan keluarga kami, tuan putri..." mereka masih serempak bersujud memohon padaku
"Kami akan berusaha sebaik mungkin putri!" kata para tenaga medis serempak memberikan penghormatan padaku, hingga membuatku semakin geram
"Yang jelas, sekarang kalian di larang memakan tanaman yang terinfeksi ataupun belum muncul adanya tanda-tanda terinfeksi... karena aku akan membangun dapur darurat untuk kalian di kediaman... kuharap kalian semua bisa berkontribusi!" kataku hanya bisa memijit-mijit kepala yang terasa nyeri
"Baik putri!" teriak mereka serempak
__ADS_1
Aku tidak ingin berlama-lama disini, aku merasa takut dengan mereka yang tiba-tiba seperti ini. Aku tidak terbiasa di sembah seperti ini oleh banyak orang, karena aku bukan Tuhan. Aku hanyalah seorang manusia biasa dengan takdir yang istimewa di dunia ini.
Sepertinya aku terlalu banyak berkontribusi dalam penanganan wabah kali ini, kuharap tidak akan tersebar berita yang aneh-aneh hingga kekaisaran sana. Setelah perang usai dan grand Duke kembali mengambil alih kediaman kembali, aku hanya ingin hidup tenang dengan menjadi orang paling mencintai si pemilik menara sihir.Jika pun tidak masalah, aku juga ingin menjadi istri dari pemilik menara sihir.
Biarlah kekacauan di masa depan biarkan di urus di masa depan nanti saja, yang jelas sekarang aku harus menyelesaikan masalah yang sekarang ada dulu. Kuharap para pihak kuil suci segera memberi balasan yang memuaskan, agar masalah ini cepat selesai.
"Putri! beberapa orang dokter dari ibu kota sudah sampai di kediaman!!" lapor seorang prajurit yang segera menghampiriku
"Benarkah? berapa orang yang sampai?"
"Hanya 4 orang putri! mereka semua adalah dokter muda yang masih kurang berpengalaman..." prajurit ini seperti sedang meremehkan para dokter yang datang secara sukarela
"Jangan lancang! jaga ucapanmu jika tidak ingin berakhir tragis.." kecamku padanya yang segera meminta maaf
"Ma,maafkan saya putri, saya memang sudah lancang..."
"Untuk apa kau meminta maaf padaku, meminta maaflah pada orang-orang yang kau remehkan..."
__ADS_1
Setelah memberikan kecaman padanya aku segera menaiki kuda dan memacu kuda kembali ke kediaman untuk menyambut mereka. Aku sangat berterimakasih mereka sudah mau datang dengan buru-buru ke tempat terpencil ini. Kuharap mereka semua memiliki potensi dan pemikiran yang lebih matang dari usia mereka.