KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Dia Atau Aku Yang Konyol?


__ADS_3

Awalnya aku memang berniat membantu Leon menemukan novel yang di inginkan olehnya saja, tapi pada akhir kenyataan. Kenapa sekarang aku malah terlena dengan tempat ini, bahkan mengabaikan Leon yang sejak tadi sudah berdiri memberi isyarat agar aku lekas memilih novel dan segera pulang. Maaf, untuk hari ini biarkan aku mengkhianati perkataan ku padamu.



Sementara aku sibuk membaca novel di salah satu sudut, di sudut yang sama itulah Leon sedang menggangguku membaca. Sejak tadi dia terus-terusan mengusik konsentrasi ku yang tidak mudah terusik dengan keusilannya yang konyol itu.


"Hei! kenapa kau malah diam saja, jika sudah ketemu kita pulang sekarang!" bisik nya dengan mata memperhatikan sekitar


"Duduklah dan baca buku yang kau inginkan!" kesalku memukul kakinya yang terus-terusan menendang kakiku


"Apa kau ingin membuatku malu?"


Aku menepuk jidat " Bukankah kau bisa menjadi makhluk yang tidak bisa terlihat, kenapa harus repot!" kesalku menarik jubahnya agar duduk di sampingku


"Bukankah akan aneh, jika ada novel yang melayang-layang..."


Aku mengambil sebuah novel yang sejak tadi di liriknya "Kau bisa membacanya dan aku akan membalik halaman buku untukmu" kesalku meletakkan novel di lantai


"Aku tidak nyaman dengan posisi ini..." keluhnya yang terpaksa tengkurap di lantai


"Diam dan baca!"


Setelah di lihat lagi, dia benar-benar terlihat tidak nyaman dengan posisi yang sekarang dia tekuni. Aku tidak habis pikir, bagaimana ada seorang raja kegelapan sebodoh dirinya ini. Dia kan bisa membeli buku ini duluan, lalu pulang kerumahnya untuk membaca dengan nyaman, kenapa harus menuruti usulanku yang konyol.


Tapi, biarkan saja dia seperti itu, sekali-kali melihat raja kegelapan yang tolol juga tidak ada ruginya. Tiba-tiba Leon menarik ujung gaunku, saat ia selesai membaca halaman pertama novel. Wah, sepertinya hal ini benar-benar pemandangan yang sangat langka.


Saat membalikkan halaman novel untuknya aku tidak perlu memalingkan mata dari novel yang kubaca, sehingga tidak terlalu membuatku kesal. Tanpa kami sadari, toko buku mulai ramai dikunjungi oleh para pembaca. Mungkin posisi dudukku yang seperti ini sangat tidak anggun dan terkesan sebagai kutu buku.


Karena satu novel di tangan dan satunya lagi di lantai yang juga terus ku balik halamannya, entah kenapa sekarang aku yang terlihat aneh.


"Pe,permisi... Be,benarkan anda lady Nyura yang terkenal itu?" tanya seorang lady


Aku mendongak menatapnya sambil membalik halaman novel "Ada apa?" tanyaku datar melihat kerumunan yang sedang berbisik-bisik di belakang lady ini


Dia menoleh ke belakang sebelum membuka mulut "A,anda sangat cantik seperti yang di rumor kan!" teriaknya nyaring membuat para kerumunan di belakang berdecak kesal

__ADS_1


"Terimakasih! tapi sepertinya mereka tidak setuju dengan lady!" kataku tajam menatap kerumunan di belakangnya


Sepertinya lady yang satu ini, menjadi bahan bullying para lady dan tuan muda barusan. Terlihat dari tampilannya yang seperti kutu buku dan ekspresi wajah ketakutannya saat menoleh ke belakang, ke arah para kerumunan. Tatapanku membuat para lady dan tuan muda membubarkan diri mereka secara perlahan, walaupun masih suka curi-curi pandang ke arah kami.


"Siapa nama lady?" tanyaku bangkit berdiri menepuk-nepuk gaunku yang berdebu


"..." Leon masih menarik ujung gaunku saat aku lupa membalik halaman


"Na,nama saya Diana, lady!" teriaknya takut segera membungkuk saat aku membungkuk hendak membalik halaman novel


Rasanya sangat aneh aku membungkuk seperti ini "angkat lah kepala anda lady..." aku segera memperbaiki posisi tubuhku yang membungkuk


"...dia sedang menindas seseorang lagi!" cibir mereka yang melihat lady Diana masih membungkuk di hadapanku


"Benar-benar tidak tahu sopan santun, bahkan di tempat ramai masih berani menindas seseorang..."


"Mungkin otaknya menjadi bodoh, karena terlalu banyak membaca novel romantis yang membuang-buang waktu..."


"Ckckck, benar-benar gadis yang berani..."


"Bagaimana jika saat grand Duke Argen datang nanti, melihat sikap angkuh keponakannya ini! apa mungkin dia akan di buang lagi..."


"Kudengar saat ini kaisar sedang berdiskusi dengan kerajaan musuh, mereka ingin melakukan pernikahan perdamaian bukan! Ada baiknya jika putri seperti dirinya yang menjadi benda pertukaran!"


Aku menatap mereka semua dengan tatapan dingin "Bangunlah, sebelum aku benar-benar menindasmu!" kesalku pada lady Diana


"Dengar apa yang barusan di katakan nya! benar-benar mulut yang tajam melebihi pedang!" mereka masih mencibir ku dengan gaya anggun mereka


"Ma,maafkan saya putri!" sikap lady Diana yang seperti ini akan membuat mereka semakin salah paham


"Apa aku perlu menutup mereka semua!" bisik Leon kesal karena kuabaikan saat ia menarik ujung gaunku


Aku menggeleng "Ckckck! benar-benar manusia yang tidak berpendidikan! bahkan cicak saja tidak menghujat sesamanya!" (itu karena aku tidak mengerti bahasa cicak sehingga berani mengatakannya)


"A,apa yang lady katakan? bagaimana anda bisa menyamakan kami dengan cicak!" dia terlihat kesal tapi juga takut

__ADS_1


Aku berjalan mendekat ke arahnya "Karena wajahmu sama persis dengan cicak yang hampir mati!" bisik ku padanya


Dia terjatuh tanpa ku dorong "La,lady!!" dia sedang berakting


Aku kesal dan menginjak kakinya dengan kencang "Aakkhhh... apa yang anda lakukan lady?" teriaknya kesakitan


"Aku hanya ingin memperlihatkan sosok kejamku yang sebenarnya padamu!" kataku mendekat ke kupingnya


Aku melangkah pergi menjauh dari kehebohan yang terjadi "Hei! aku belum selesai membaca novel itu" bisik Leon memintaku kembali memungut novel yang ada di lantai


Aku menepuk jidat "Dasar makhluk yang tidak mengerti suasana!" kesalku segera memungut novel yang tergeletak di lantai


Semua orang menyingkir membuka jalan tanpa kuminta, dari tatapan mereka sepertinya masalah ini pasti akan menjadi berita hangat dalam beberapa hari mendatang. Tanpa sadar aku malah tersenyum sinis saat menghampiri meja kasir untuk membayar dua novel yang sekarang ada di dekapanku.


Penjaga laki-laki yang tadi kutemui tersenyum ramah menyambutku di meja kasir "Anda sangat mengagumkan lady!" entah pujian atau sindiran yang di katakan nya padaku sekarang


"Kemana penjaga anda yang tadi lady, sepertinya saya tidak melihatnya keluar?" tanya nya seakan-akan sedang pdkt


"Ppttfff..." aku tertawa karena Leon di kira olehnya adalah penjagaku


"???" wajah menatapku seakan-akan ingin tahu alasanku tertawa


"Akhmmm... dia sudah menungguku di luar! Ada apa menanyakannya, apakah kau menyukai lelaki Sepertinya!!" godaku iseng, padahal Leon masih berdiri di sampingku


"Bagaimana mungkin! saya adalah lelaki sejati lady!" teriaknya mengkonfirmasi


"Lihat, bahkan dia menindas seorang penjaga toko buku dengan wajahnya yang terlihat seperti malaikat itu..."


"Benar-benar bukan main. Ckckck!"


Mereka mulai berdengung seperti lalat yang menyebalkan "Syuutt..." aku melemparkan beberapa koin uang emas ke arah mereka kesal


Mereka yang hampir di tancapi oleh koin yang kulempar, jatuh terduduk ke lantai karena kaget. Mereka semua membuatku kesal dengan mulutnya yang seperti kotoran itu, aku sangat tidak Sudi jika namaku di sebut oleh mulut kotoran itu. Aku ingin merobek dan memotong lidah mereka semua, tapi tahan, sabar, balas dengan perlahan-lahan saja. Untuk saat ini aku hanya akan diam dan memilih cuek.


"Kirimkan semua satu cetak dari novel yang ada di sini! Dan antarkan ke kediaman grand Duke Argen!" saat kesal, menghambur-hamburkan uang adalah solusinya

__ADS_1


"Baik lady! apakah anda juga ingin diskon..."


"Lakukan saja semaumu! ingat tidak ada novel yang boleh tertinggal." ancamku padanya, ini baru namanya menindas.


__ADS_2