
Rasanya agak bosan juga jika terus-terusan berada di kamar, sepertinya aku harus jalan-jalan keluar mencari masalah dulu deh, biar tidak bosan lagi. Sejak tadi pagi aku hanya malas-malasan di tempat tidur di temani sepiring cookies dan beberapa novel romantis, walaupun hujan di luar sudah reda sepenuhnya.
"Hei kamu!" panggilku pada seorang pelayan yang berdiri tidak jauh di dekat pintu
"Sa,saya putri!" katanya segera menghampiriku
"Ambilkan sepatu yang tidak memiliki hak tinggi, aku ingin jalan-jalan keluar!"
"Baik putri!" dia bergegas menuju lemari sepatu dan memilih sebuah sepatu sederhana dengan hak yang rendah
Aku segera turun dari tempat tidur untuk merapikan diri sedikit, awalnya mereka ingin merias diriku, tapi segera ku tepis. Aku hanya meminta mereka mengepang longgar rambutku yang panjang dan memakaikan bando motif bunga-bunga yang kupadukan dengan gaunku. Untuk riasan wajah aku hanya memakaikan sedikit pelembab bibir untuk menutupi bibir merah muda milikku yang terasa kering.
"Tunjukkan jalan menuju taman istana padaku!" pintaku pada salah satu dari mereka
__ADS_1
"Baik putri!"
"Dan untuk kalian... istirahat lah disini, nikmati saja waktu yang ku berikan dengan sebaik mungkin!" kataku menoleh ke arah yang lain
Mereka saling berpandangan sebelum menyahut "Te, terimakasih putri!" walaupun hanya hal kecil yang kulakukan, tapi sepertinya mereka terlihat senang
Oh, iya mereka semua adalah pelayan di tempat cuci dan dapur yang ku pungut, untuk menjadi pelayan yang berada di dekatku. Baru sehari mereka berada di dekatku, jadi anggap saja kebaikan ku hari ini adalah ujian bagi mereka, karena aku perlu menyeleksi mereka lagi sampai bersih.
Matahari masih malu-malu bersembunyi di balik awan kelabu yang sejak tadi menghiasi langit. Sepertinya akan turun hujan lagi hari ini, padahal beberapa saat yang lalu langit sempat cerah dan hangat. Sekarang memang telah memasuki musim penghujan dan setelah musim penghujan barulah musim dingin yang nantinya salju tebal memenuhi seluruh jalan. Di dunia ini ada 5 jenis musim yang silih berganti tiap tahunnya, di awal tahun kita akan di sambut oleh musim semi, berlanjut pada musim hujan, musim dingin, musim panas dan di tutup dengan musim gugur.
"Baik putri! Silahkan lewat sini putri!" katanya memintaku berbelok ke arah berlawan dari taman menuju tempat pencucian
"Bukannya ini jalan menuju tempat pencucian?" tanyaku heran
__ADS_1
"Benar putri! Dan di belakang tempat pencucian ada taman kecil yang cantik..." katanya dengan wajah senang
"Hemmm, benarkah? Mari kita lihat seberapa cantik taman yang kau katakan itu!" kataku melangkah pergi mendahuluinya
Benar saja, setelah berjalan lurus beberapa saat aku sampai di depan sebuah pintu gerbang sebuah taman yang telah di tumbuhi tanaman menjalar. Lebih tepatnya seperti pintu belakang istana yang di abaikan. Tapi setelah pintu berderit terbuka, sebuah taman yang tidak terlalu luas dengan di tumbuhi oleh berbagai warna dari jenis bunga yang sama, yaitu bunga mawar.
"Hei! Kau kembalilah bergabung dengan yang lain, aku bisa kembali sendirian jika sudah bosan di tempat ini!" kataku mencegah pelayan itu ikut masuk
"Ta,tapi... Baik putri!" katanya menurut setelah kutatap dengan tajam
Setelah pelayan itu menghilang di persimpangan jalan aku segera menutup pintu gerbang dan bergegas menuju sosok yang sedang berjongkok dengan gaun mewahnya di tengah taman. Entah kenapa aku merasa familiar dengan sosok nya yang hanya diam di tengah bunga mawar penuh duri. Semakin mendekat ke arahnya aku mendengar suara Isak tangis yang samar-samar.
"Krekkk..." tidak sengaja aku menginjak ranting pohon
__ADS_1
Lady itu menatap ke arahku dengan wajah yang basah oleh air mata. Dan aku malah menatapnya dengan mata terbelalak kaget tidak percaya dengan apa yang kulihat sekarang. Setelah menyadari keberadaan ku, lady itu bangkit berdiri sambil sempoyongan mungkin karena terlalu lama berjongkok, lalu menyapu air matanya dan bergegas melangkah hendak pergi dari taman.