KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Pembicaraan Ini


__ADS_3

Sesampainya di kamar, kulihat pangeran Lean sedang termenung di depan jendela, entah sedang memikirkan apa. Aku mengisyaratkan kepada semua pelayan agar meninggalkan kami berdua. Setelah semua pelayan pergi, barulah pangeran Lean berpaling menatapku yang segera tersenyum kikuk di tatap secara tiba-tiba olehnya.


Pangeran Lean melangkah menuju tempat duduk dan menghempaskan pantatnya dengan gagah di sofa. Aku melangkah menghampiri ke arahnya dan ikut duduk berhadapan dengannya. Aku masih tersenyum kikuk oleh tatapan matanya yang seakan-akan sedang memindai diriku ini.


"Kau! Siapa kau sebenarnya?" tanya nya langsung dengan tatapan tajam


Kenapa ya, semua orang itu selalu menanyakan hal seperti ini pada tokoh dari dunia lain yang merasuki tubuh seseorang ataupun pada mereka yang hidup kembali setelah mendapati kematian "Ten,tentu saja Nyura!" sahutku agak sedikit takut


Dia menyipitkan matanya seperti sedang menyelidiki sesuatu dariku, yang membuatku semakin tersenyum kikuk "Jadi! Apakah kau benar-benar sudah sadar siapa dirimu?"


Senyum ku hilang sepenuhnya "A,apa maksud kakak?" tanya ku balik


"Bukankah semalam kau mengatakan jika sekarang kau sudah sadar siapa dirimu pada Baginda kaisar! Apa kau lupa?"

__ADS_1


"Hehehe... Oh, masalah itu!" aku tertawa kikuk "Begitulah! Karena saya juga ingin bertahan hidup, bukankah wajar saja jika saya sadar diri dan berubah total hingga membuat semua orang terkejut!" kembali ku pasang senyum palsu


"Berhentilah tersenyum! Kau pikir senyum palsu seperti itu bisa menipu ku!" katanya terdengar kesal


"Apa maksud kakak?" tanyaku berusaha agar terlihat normal


"Apa kau sadar, jika sekarang kau bukan senyum tapi sedang menyeringai!" Seketika aku membantu, mendengar kalimat nya


"Hehh! Ternyata kau benar-benar telah berubah!" kekehnya saat mendengar ku mengatakan kalimat dengan wajah datar


"Sebenarnya ada apa kakak mencari saya?" tanyaku kembali ke topik awal


"Tidak ada apa-apa! Aku hanya ingin mengunjungi adikku saja!" katanya menekankan pada kata adikku

__ADS_1


Hampir saja aku memutar mata kesal saat mendengar kalimat ejekannya"Terimakasih, karena kakak telah meluangkan waktu untuk mengunjungi saya!"


"Kuharap kau tidak membuatku kecewa!" katanya bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkanku


Setelah di tinggalkan pangeran Lean sendirian aku menatap gelas teh yang kupegang dengan tatapan kosong. Pikiranku melayang kemana-mana memikirkan berbagai macam hal, dan yang paling jelas terpikirkan tentu saja tentang pembicaraan kami barusan. Aneh memang jika di lihat keseluruhan, usiaku masih 14 tahun di kehidupan kedua di tempat ini, tapi sikapku sepertinya terlihat lebih dewasa dari mereka yang lebih tua.


Kuharap seiring berjalannya waktu, mereka tidak merasa curiga lagi dengan perubahan sikap yang tiba-tiba ini. Aku hanya ingin membuat kenangan manis dan indah untuk tubuh ini, kuharap masa lalu tidak mengusik ketenangan hidupku nantinya. Saat ini hanya ada Leon dan para penduduk kota suci yang mengetahui jika aku kembali ke masa lalu, untuk merubah masa depan yang suram.


Untuk saat ini, rasanya aku bisa tenang sedikit dari bayang-bayang masa lalu yang menyesakkan. Bagaimanapun caranya aku harus membuat banyak kenangan indah untuk semua orang yang percaya padaku. Plan demi plan akan ku susun dengan rapi hingga menjadi tangga menuju kebahagiaan. Aku juga ingin cepat-cepat kembali pulang ke duniaku yang dulu, karena kini aku benar-benar telah merindukan keluarga ku di dunia nyata.


Aku harus terbangun dari mimpi panjang ini jika ingin bertahan hidup. Tertidur lama seperti ini membuatku sedikit jadi lebih dewasa dan berpikiran terbuka, dari yang dulunya tidak peduli pada apapun, kini aku harus peduli pada semua hal. Aku janji akan menjemput kebahagian untukku sendiri dengan usaha keras yang akan berbuah manis dan segar.


***

__ADS_1


__ADS_2