
***
POV. Leon
Namaku Leon aku adalah seorang raja kegelapan yang telah lama berteman dengan manusia turun-temurun bernama grand Duke Argen di benua kekaisaran. Setiap kali aku datang ke kediaman ini aku selalu merasa tidak ada hal yang spesial seperti biasanya.
Tapi sejak hari itu, hari saat aku berkunjung ke kediaman temanku di dunia manusia. Aku merasakan kekuatan suci yang sangat besar dari arah kamar utama kediaman ini. Kekuatan yang begitu besar yang kurasakan ternyata berasal dari dalam tubuh sesosok manusia kecil yang anehnya memiliki 2 jiwa dalam satu tubuh.
Kasus mengenai manusia yang memiliki 2 nyawa dalam satu tubuh memang sering ku jumpai, tapi dalam kasus ini sedikit unik. Jiwa yang merasuki anak kecil itu terlihat tidak memiliki ambisi sama sekali akan kehidupan di dunia ini. Tidak seperti penyintas waktu lainnya yang selalu berambisi hidup dengan bebas ataupun sekedar menikmati hidup di dunia si pemilik tubuh.
Anehnya jiwa itu terlihat sangat rapuh tanpa satupun ambisi yang bisa membuatnya kuat. Walaupun sepertinya dia telah menyadari kekuatannya yang ada di dalam tubuh tapi ia tetap tidak berambisi sedikitpun akan kehidupan si pemilik tubuh, benar-benar jiwa tanpa harapan.
Saat itu aku ingin menjahilinya dengan embel-embel ingin mengembalikan jiwanya ke dunia asalnya. Tapi saat ritual di lakukan, kekuatan suci itu menahan jiwanya agar tidak pergi. Dan hal tersebut adalah kegagalan ku yang pertama dalam sejarah raja kegelapan. Bukan hanya aku tidak bisa mengembalikan jiwa itu ke tempat asalnya, tapi kekuatan suci itu juga ikut terserap ke tubuhku, namun tidak ingin menyatu. seakan-akan ia sedang mencari inang untuk tinggal sementara.
__ADS_1
Karena sudah tidak kuat lagi dengan adanya kekuatan suci yang menjadikanku sebagai inangnya. Hari ini aku berniat untuk mengembalikan pada putri yang ternyata tumbuh dengan baik serta memiliki ambisi kuat, seperti bukan dirinya yang dulu. Tapi sayang, baru juga nongol dia menyambutku dengan kasar, hingga membuatku marah dan mengakibatkan dirinya terkulai lemas tidak sadarkan diri seperti sekarang.
"Hei, berhentilah pura-pura pingsan, aku tau jika kau masih bangun... oi bangan woi..." tubuhnya masih tidak bergeming
"Apakah aku membunuhnya? perasaan aku tidak memukulnya dengan keras..." kucoba memeriksa jantung nya dengan kekuatanku
"Huh... selamat, dia masih hidup..."
Karena aku tertarik dengan manusia, lebih tepatnya dengan jiwa unik yang ada di dalam tubuh ini. Dengan berbaik hati aku mengangkatnya ke sofa, dan menghempaskan tubuhnya agar berada di atas sofa. Sekali lagi, karena aku raja kegelapan yang bersahabat dengan manusia dengan baik hati aku mengobati lukanya yang tidak seberapa ini.
"Udah tau malah nanya..." jawabnya jutek
"Berani sekali kau..." kalimatku terhenti saat dia menarik kerah bajuku dan mendekatkan wajahku ke wajahnya
__ADS_1
"KEMBALIKAN KEKUATAN YANG KAU AMBIL DARI KU WAKTU ITU!" katanya tajam
"Kau sungguh tidak sopan Yura... Berani sekali memerintah raja kegelapan seperti ku!" balasku ingin mengintimidasi nya
"AKU TIDAK INGIN MENANAMI MU BERCANDA! KEMBALIKAN SEKARANG, KARENA AKU SANGAT MEMBUTUHKAN KEKUATAN ITU!!" tapi sayang dia tidak terintimidasi sama sekali
"Apakah kau akan memikat pemilik menara sihir dengan kekuatanmu itu? apakah itu tidak sia..."
"Jika tidak ingin ku pukul lagi, lebih baik cepat kembalikan..."
"..." aku menatapnya tajam, karena aku tidak suka sikapnya yang seakan-akan merendahkan ku ini
Sepertinya aku harus mencari waktu yang lebih tepat untuk memberikan kekuatannya kembali. Aku juga sudah banyak menemui penyintas waktu yang meremehkan ku seperti dirinya, dan itu menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri bagiku. Tapi entah kenapa yang satu ini sedikit berbeda, apa mungkin karena dia lebih kejam dari raja kegelapan?. Yang jelas saat ini biarkan aku menghilang dulu.
__ADS_1
****