
Sekarang kami berdua saling menatap benar-benar seperti orang yang baru pertama kali bertemu. Sama-sama menatap dengan rasa penasaran, lebih tepatnya aku penasaran bagaimana hubungannya dengan calon putri mahkota, yang di kabarkan pencemburuan itu. Pantas saja calon putri mahkota tergila-gila dengan tunangannya ini, soalnya dia ganteng sekali.
Wajahnya itu loh, bikin oleng seoleng-olengnya, walaupun Lean tidak kalah tampan dari putra mahkota. Rasanya pengen gigit tu orang, sekali aja aku pengen gigit dia😱😱.
"Ya ampun! saudaraku yang satu ini tidak kalah menawan dari nya- pemilik menara sihir!" gumamku lirih
"Salam kepada cahaya kekaisaran Adreassilva!" Lean memberi salam padanya
Sedangkan aku hanya bengong terpana melihat wajahnya "Bagaimana dengan diskusinya? Apa dia bersedia melakukan apa yang di perintahkan oleh kaisar?" katanya dengan tatapan tajam
"Adik menerimanya yang mulia putra mahkota!" kata Lean tertunduk
"Adik? sejak kapan ada istilah adik-kakak di antara kalian, hehe..." dia terkekeh geli mendengar Lean memanggilku adik
"Kenapa? apakah yang mulia putra mahkota tidak menyukai jika kami menjadi akur?" cibirku
"Rara! Maafkan adik yang mulia, dia masih bersikap kekanak-kanakan, harap anda memakluminya!" Lean mendelik ke arahku
"Kenapa rasanya kita menjadi secanggung ini, sedangkan darah yang mengalir di dalam tubuh kita adalah MILIK kaisar, toh semuanya memang bersaudara, bukankah benar begitu yang mulia!" Aku menekankan kata 'milik' agar menegaskan hubungan darah di antara kami
Mereka berdua sama-sama mendelik ke arahku "Kalian semua, tinggalkan kami bertiga!" putra mahkota mengusir semua pengikutnya
__ADS_1
"Baik yang mulia!" semuanya mundur menjauh dengan cepat
Putra mahkota menatapku dan Lean dengan tajam secara bergantian. Dia sepertinya sedang menegaskan jika eksistensi nya lebih menonjol di bandingkan kami berdua. Benar-benar manusia yang angkuh, rasanya dia tidak lagi menawan di mataku, tapi lebih terkesan menjijikkan dan brengsek.
Turunkan saja putra mahkota dari identitasnya, akan kacau dunia jika di pimpin oleh calon kaisar sepertinya. Dia tidak memiliki wibawa sama sekali sebagai pemimpin, sama seperti Lean yang tidak berguna itu. Dari apa yang kulihat sekarang dia hanya akan menjadi penindas tanpa kedudukan, karena dia terlalu mudah di peralat oleh orang-orang yang picik.
"Kita memang sama-sama darah daging kaisar, tapi ingat di mata kaisar kalian berdua tidak ada apa-apa nya di bandingkan denganku!" katanya menyombongkan diri
"Heh... benar sekali! Aku sangat berbeda dari kalian!" aku menatap Lean "Satunya seorang pecundang yang hanya bisa meminjam uang kesana-kemari, demi memperkaya tempat judi..." lalu menatap putra mahkota "... Satunya lagi, seseorang yang tidak memiliki wibawa sama sekali dengan jabatannya saat ini, bahkan saking bodohnya, dia lebih memilih seorang lady yang juga bodoh daripada mempertahankan seorang calon putri mahkota yang memiliki masa depan cerah..."
"Kau..." putra mahkota menudingku dengan telunjuknya
"Ku ucapkan selamat! Karena telah melepaskan tambang berlian demi sebutir berlian kecil! Kuharap anda tidak menyesal, kakak!" ejekku langsung ke wajahnya
Putra mahkota mengangkat tangannya yang mengeluarkan aura biru hendak menamparku "Yang mulia hentikan! anda tidak bisa melakukan apapun pada Rara, karena bagaimanapun dia telah bersedia menjalin pernikahan dengan kerajaan sekutu!" cegat Lean sebelum tangannya menyentuh kulit wajahku
Aku mengusap darah yang ada di ujung mulutku "Aku nantikan dengan senang hati!"
"Kau... Plakkk..." Dia terdiam saat tamparanku mendarat tepat di wajahnya
"Maaf, tanganku terpeleset... Dan aku tidak akan tinggal diam jika di rendahkan seperti barusan!" bisikku di telinganya yang terdiam membisu
Tatapan matanya yang awalnya menjijikkan menjadi penuh amarah "Aku akan membalasnya berkali-kali lipa! Tunggu saja pembalasanku!" Kecamnya berlalu pergi dengan kesal
__ADS_1
"Aku tidak menyangka! Barusan kau benar-benar menampar wajah putra mahkota!!!" kata Lean saat putra mahkota dan pengikutnya pergi
"Kau tidak lihat!" aku menunjukkan bibirku yang berdarah karena tamparan putra mahkota "Bahkan tanganku rasanya nyut-nyutan setelah menampar wajahnya!!"
"Kau berdarah!" dia terlihat panik
Panik memang sangat panik, tapi akhirnya tidak melakukan apapun untuk membantu mengompres wajahku yang terasa bengkak. Tamparan putra mahkota sangat kencang dan menyakitkan, sampai-sampai membuat genangan di ujung kedua mataku, yang tentu saja berhasil kutahan. Apalagi tadi dia menamparku dengan menggunakan mana miliknya, yang walaupun tidak terlalu hebat, tapi sangat menyakitkan.
Sepertinya aku harus melakukan protes pada Leon, karena katanya dia sudah mengembalikan kekuatanku, yang katanya juga untuk melindungi diriku dari bahaya. Tapi apa barusan, aku saja tidak merasakan adanya kekuatan di dalam tubuhku saat ini. Dia juga tidak memberitahu ku bagaimana caranya mengaktifkan kekuatan yang jika memang ada di dalam tubuh ini.
"Aku akan menemui mu lagi besok! Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu perbincangan kita..." pamitnya hendak pergi
"Pergilah! Jangan datang lagi besok, karena kau tidak membantu sama sekali, bahkan melindungi diri sendiri saja tidak bisa..." cibirku padanya
Dia menatapku kesal "Kau! Kau benar-benar bermulut pedas!" tudingnya ke wajahku dengan jari telunjuk nya
"Kraukkk..." Aku menggigit jarinya cukup kencang
Anehnya dia hanya menatapku dengan pandangan aneh "Apa yang kau lakukan?"
"Aku menggigit jarimu! Tidak sakit?" tanyaku penasaran
"Aku memang tidak bisa merasakan apapun, karena hidupku terlalu hampa..." lirihnya sedih beranjak meninggalkan sel tahanan ku
__ADS_1
Sepertinya Lean memiliki penyakit congenital analgesia atau Congenital insensitivity to pain (CIPA). Penyakit CIPA sudah terjadi dari lahir dan mungkin gejala belum terlihat jelas. Namun, ketika menginjak masa kanak-kanak, orang dengan penyakit CIPA, kurang atau tak merasakan rasa sakit. Selain tak bisa merasakan rasa sakit, orang dengan penyakit CIPA juga memiliki kulit tebal dan kasar pada telapak tangannya, kuku jari yang cacat, bercak di kulit kepala, dan hiperaktif.
Penyakit CIPA adalah penyakit keturunan. Ini adalah resesif autosom, yang berarti bahwa setiap orang yang memiliki penyakit CIPA harus mewarisi gen dari kedua orang tua. Gen NTRK1 adalah yang menyebabkan penyakit CIPA. Gen tersebut penting untuk kelangsungan hidup sel-sel saraf (neuron). Ketika NTRK1 tak berfungsi, tubuh tak bisa memberi sinyal dan akhirnya neuron mati oleh proses penghancuran diri. Hilangnya neuron tersebutlah menyebabkan ketidakmampuan untuk merasakan rasa sakit.