KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Sekretaris Azra


__ADS_3

Paginya aku dibangunkan oleh suara alarm dari jam Beker yang ada di atas tumpukan baju-baju kotor. Aku masih sedikit bingung karena memikirkan yang mana sebenarnya dunia nyata dan dunia fantasi dalam hidupku ini. Tapi pikiran itu segera lenyap setelah melihat jam Beker yang telah menunjukkan pukul 7 lewat, yang mana berarti jam Beker ini sudah berbunyi belasan kali sebelum membangunkan ku.


Akhirnya dengan tergesa-gesa aku menyambar handuk dan segera berlari ke kamar mandi. Dengan kecepatan kilat aku mandi, gosok gigi dan berak dan satu waktu karena waktu yang benar-benar telah mepet. Setelah menyelesaikan ritual pagi di kamar mandi aku segara memakai baju kantor yang untungnya memang selalu kusediakan dengan rapi di lemari.


Setelah meminum segelas besar air putih aku segera bergegas keluar rumah dengan tangan yang sibuk mengikat rambut dan ketek yang mengapit sebelah sepatu heels rendahku.


"Ujang bunangka!!!" kagetku saat membuka pintu yang mendapati Leon terduduk lesu di pelataran kos dengan wajah lesu


Dia menatapku sekilas lalu kembali mengungkapkan kepalanya lesu "Dunia ini sangat rumit!!!" sungutnya akhirnya yang tidak terlalu kupedulikan


"Woiii... sebelum Lo jadi gelandangan, mending masuk dulu sana tidur dan beresin rumah gue! Gue mau kerja dulu, ntar kalo gue lagi mood gue bakal jelasin apa yang pengen Lo tau tentang dunia ini... Jangan lupa kunci pintu!" Kataku bergegas menyalakan motor sebelum tancap gas di jalanan yang lumayan macet


Di tengah-tengah perjalanan kini aku baru menyadari jika ternyata kejadian malam tadi sewaktu Leon datang berkunjung yang kupikir mimpi ternyata adalah nyata. Bahkan napasku terasa tidak lancar setelah sadar jika hidupku saat ini benar-benar sangat aneh, bahkan membuatku ikut ragu dengan kenyataan dunia ini.

__ADS_1


Tapi pikiran itu tidak bertahan lama, sebab waktu masuk kerja semakin mepet, Ku harap aku tidak terlambat. Setelah berkutat dengan kemacetan yang nyata ini selama hampir satu jam, akhirnya aku sampai di kantor baru ku. Saat memarkir kan motor tidak sengaja aku bertemu dengan seorang manusia aneh yang tersenyum aneh kepadaku.


Aku bergidik ngeri "Apaan sih lihat-lihat!" kataku bergegas menuju pintu lift yang cukup sepi


"Anak baru ya?" tanya salah satu pegawai wanita di dalam lift


"Eh, iya mba!"


"Dari departemen mana?" tanya yang lain


"!!!!!" Panjang lebar pak bos berbicara dari seberang telpon yang kujawab dengan 'iya' dan 'baiklah' saja sejak awal


"Duluan ya!" kata karyawan yang berada di dalam lift menyemangati ku yang masih sibuk dengan panggilan telepon

__ADS_1


Aku mengangguk sambil tersenyum menanggapi sapaan mereka, setelah pintu lift tertutup aku segera menekan lantai kantor bos berada. Setelah beberapa saat akhirnya panggilan di matikan pak bos, yang mengabarkan jika hari ini beliau akan masuk kantor agak siang, karena ada urusan pribadi di rumah.


Aku ingin teriak menjerit keras, sekeras-kerasnya merutuki nasib yang lumayan, yah lumayan sibuk. Pagi ini seharusnya ada jadwal penting yang harus di hadiri pak bos, tapi karena pak bos sibuk maka jadwal pagi ini kupindahkan ke lain hari dengan menghubungi pihak yang di PHP pak bos. Semoga urusannya lancar tanpa masalah untuk hari kedua kerjaku ini.


"Belum apa-apa udah secapek ini!" sungutku yang beriringan dengan terbukanya pintu lift


Di meja sekretaris kulihat ada seorang laki-laki yang terlihat cupu sedang berkutat dengan laptop. Mungkin laki-laki itu adalah sekretaris pertama pak bos yang akan menjadi senior ku di tempat kerja baru ini.


"Selamat pagi! Perkenalkan saya Yuna, sekretaris baru pak Aldi, mohon bimbingannya!" sapaku ramah yang membuatnya sedikit terkejut


"Selamat pagi! saya Azra sekretaris pak Aldi... Silahkan duduk!"


"Baik terimakasih!"

__ADS_1


Aku segera duduk di kursi yang bersebelahan dengan Azra dan tentunya juga segera berkutat dengan layar komputer. Tidak hanya layar komputer yang menjadi kesibukan ku tapi juga telpon perusahaan yang mana aku harus mengubungi pihak klien yang harus dibatalkan pertemuannya pada pagi ini. Inilah kehidupan yang sesungguhnya.


__ADS_2