KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Sel Tahanan


__ADS_3

Akhirnya di tempat inilah aku berada, sebuah tempat yang di kelilingi oleh tiang-tiang besi sebesar pergelangan tangan, dengan jarak hanya beberapa inchi satu sama lain. Remang-remang dan sumpek, adalah kata yang paling sederhana untuk menggambarkan penjara bawah tanah di kekaisaran ini.


"Heii... mau berapa lama lagi kau berdiam diri di tempat ini?" tanya Leon yang berdiri di depanku


Aku mengangkat kepala menatapnya "Aku tidak ingin jadi buronan!"


"Apa perlu aku membuat mereka semua melupakan kejadian..."


Aku mengangkat tangan memintanya berhenti bicara "Jangan! nanti tidak ada cerita lanjutan dalam kehidupan ku!"


"Oh, benar juga ya! kita kan harus menambah jumlah pembaca!"


"Benar! Apapun caranya kita harus membuat pembaca betah dengan cerita ini!"


"Kita harus cari tahu, genre apa saja yang lebih di sukai pembaca!"


"Hei, kalian para pembaca! kasih komen biar kami bisa menyesuaikan cerita seperti apa yang kalian suka!❤️"


"Jangan lupa like dan vote nya juga tiap hari Senin👌"


"Apa kau tidak bosan hanya duduk diam seperti itu sejak 6 jam lalu?"


"Tentu saja bosan..."


"Sepertinya kau akan mendapatkan tamu!" kata Leon saat terdengar derap langkah kaki menuju sel tempatku berada


Satu, dua, ada 7 orang yang sedang berdiri di depan sel ku sekarang, salah satunya adalah pangeran Lean. Aku menatap ke arah Leon yang terlihat santuy sekali, padahal sekarang nyawaku bisa saja terancam. Mereka semua terlihat sedang berdiskusi, tidak lama kemudian pangeran Lean masuk ke dalam sel sendirian.

__ADS_1


"Rara!" dia memanggilku dengan panggilan masa kecil putri Nyura


Aku menatapnya "Jangan panggil namaku begitu, karena kita tidak akrab sama sekali!" sinisku


"Haha... Saat ini masalah itu tidak penting!" tawanya garing "... Aku kesini hanya ingin menanyakan..."


"Bukan aku yang memenggalnya! walaupun memang iya aku yang menginginkannya mati!" potong ku


"Maksudnya? kau tidak membunuhnya tapi kau yang ingin dia mati? bagaimana bisa?" dia terlihat semakin bingung


"Bisa kok! dan aku juga mau tanya... Apa hukuman yang diberikan kaisar padaku?"


"Dia memijit kepalanya "Kaisar ingin kau menikah dengan raja yang selama ini membantu kekaisaran selama perang! Bagaimana bisa orang tua picik itu menumbalkan anaknya hanya demi keuntungan pribadi!" kesal Lean memukul jeruji besi


"Apakah hanya itu?" tanyaku menelengkan kepala


"Jadi, apa posisiku nantinya bagi raja itu?"


"Po,posisi? bagaimana bisa kau masih memikirkan posisi di saat-saat seperti ini! apakah kau tidak akan menolak pernikahan konyol itu... Wahhh! sepertinya hanya kamu seorang yang dengan wajah tenang menerima pernikahan menjijikkan seperti ini!" geramnya


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!!" tiba-tiba Leon angkat suara dengan nada tajam


"Kau ingin kemana!"


"Aku??" tanya pangeran Lean menatap sekelilingnya


"Aku akan memenggal kepala kaisar bodoh itu!!"

__ADS_1


"Jangan gegabah..."


"Bagaimana aku tidak gegabah, jika majikan ku harus menikah dengan seorang raja berprestasi buruk seperti itu..."


Pangeran Lean masih terlihat bingung karena sejak tadi dia tidak melihat siapapun selain kami berdua di dalam sel "Heii... Kau bicara dengan siapa?" dia melambaikan tangannya di depan wajahku


"Aku bukan majikanmu dan kau juga bukan budak ku! karena aku menganggap mu saudara bagiku!"


"Kita memang bersaudara! Aku juga memang bukan budak mu..." sahut pangeran Lean


Leon menatapku dengan mata merah tajamnya sebelum menghilang "Awas saja jika berani macam-macam!!" kataku saat Leon telah menghilang


"Ba,bagaimana kau bisa tahu, jika kedatanganku kemari untuk membantumu menyelinap kabur?" Wajah Lean terlihat kaget


"Percuma saja kabur! paling lama bisa menghindari kejaran para bayangan putih kaisar selama setengah hari!" Bayangan putih kaisar adalah penjaga kaisar yang patuh dengan segala perintah dari kaisar


"Jadi... Apa kau hanya akan pasrah begitu saja? Lalu bagaimana dengan hal yang kau janjikan untukku?"


"Tenang! semua itu sudah di urus oleh orang ku, besok pagi kau sudah bisa mendapatkan apa yang telah kujanjikan... Jika apa yang kujanjikan tidak sampai besok pagi, kau bisa menemui kepala pelayan Gist untuk meminta uang yang kau butuhkan!"


"Be, benarkah? Kau tidak sedang berbohong bukan!" katanya curiga


"Apa aku terlihat sedang berbohong!"


Dia menggeleng "Tidak..." kalimat Lean terhenti saat derap langkah selusin prajurit mendekat ke arah sel tahanan ku


"Putra mahkota!" kata kami bersamaan

__ADS_1


Sepertinya masalah pernikahan ini benar-benar serius, sampai-sampai putra mahkota yang terkenal sangat sibuk sampai datang mengunjungi ku. Pasti saja kedatangannya kemari hanya untuk membujukku agar bersedia menerima pernikahan yang di rencanakan oleh kaisar.


__ADS_2