
Paginya aku terkejut bukan kepalang saat terbangun dengan napas yang terasa sesak. Tau-tau nya Leon tidur satu kasur denganku dan tidurnya itu loh, benar-benar sembrono. Sudah tau tempat tidur ini milikku tapi dia ikut tidur dengan santai seakan-akan dialah pemilik kamar. Mana kakinya yang panjang dan berat itu menindih perutku tanpa ampun.
Saat ini aku sedang mengatur nafas untuk menenangkan diri sebelum menusuknya dengan pisau buah yang ada di genggaman ku sekarang. Tiba-tiba saat hendak menikam jantungnya dia terbangun dan membuatku kaget bukan kepalang hingga menendangnya hingga jatuh dari tempat tidur.
"Gubrakk..." sepertinya dia terbentur dengan cukup keras
"Sshh..." dia mendesis kesal
"Dasar mesum!" teriakku dengan tangan yang mengayun ingin menikam jantungnya, tapi sempat di tahan oleh tangannya
"Apakah kau berniat membunuhku?" katanya datar dengan tangan yang terus meneteskan darah akibat luka tusuk
"Baguslah jika memang raja kegelapan bisa di bunuh, lain kali aku akan merencanakan pembunuhan mu dengan sangat cantik.."
__ADS_1
"Isshhh... semakin lama, mulutmu itu semakin tidak tahu diri!" kesalnya bangkit berdiri
"Yang tidak tahu diri itu anda! bagaimana bisa anda menodai kamar seorang gadis lugu seperti ini, apakah anda tidak memiliki akal!!" sahutku kesal
Dia mencabut pisau yang tertancap di telapak tangannya dengan wajah datar serta menatapku tajam, sebelum menghilang dari pandanganku. Aku baru tahu jika raja kegelapan di dunia ini bisa tidur dengan begitu sembrono seperti barusan, dan anehnya kenapa raja kegelapan bisa tidur?.
Sudahlah jangan pikirkan hal yang tidak perlu, nanti juga pasti akan terjawab pertanyaan nya. Aku baru menyadari, jika ternyata darahnya benar-benar tidak normal, Leon memiliki darah yang berwarna hitam pekat tidak seperti darah manusia.
Setelah para pelayan datang mereka segera melakukan tugas mereka untuk membantuku bersiap-siap. Kuharap hari ini tidak ada masalah yang lebih buruk lagi menyapa kuping dan pikiranku, semoga saja.
"Putri! ini teh yang anda minta..."
"..." aku yang diam termangu di dekat jendela segera melangkah menghampiri teh yang mereka siapkan
__ADS_1
Sepertinya mereka bukan pelayan yang melayaniku tadi malam, kemana mereka yang melayaniku tadi malam?.
"Sejak kapan kalian ditugaskan untuk melayaniku?"
"Sejak tadi pagi putri! tuan Ben sendiri yang menugaskan kami!"
"Tuan Ben!!" gumamku sambil berpura-pura meminum teh
Aku masih tidak bisa mempercayai siapapun di tempat ini, walaupun kejadian tadi malam sudah menjadi peringatan keras bagi mereka, tapi tetap saja aku tidak bisa mempercayai siapapun yang berbuat baik padaku sebelum atau setelah kejadian tadi malam.
Karena manusia itu adalah makhluk yang paling licik pada sesamanya sendiri. Bahkan kadang manusia lebih sayang dengan binatang daripada dengan sesama manusia. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi, itu semua terjadi hanya pada manusia yang pintar.
Karena tahu, manusia memiliki mulut dan akal makanya mereka lebih mempercayai binatang ketimbang sesama manusia. Unik memang cara pemikiran seperti itu, tapi memang adanya seperti itu mau bagaimana lagi.
__ADS_1