KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Undangan Pesta Pertama


__ADS_3

Bahagia itu bukan tentang bagaimana kita menilai, tapi bagaimana cara kita menyikapinya. Hendak itu bahagia atau pun sedih selagi kita menyikapinya dengan benar, semuanya terasa mudah. Tapi jika kita menilai, mau itu bahagia ataupun sedih semuanya akan terasa sulit.


Menilai itu bukan tentang bagaimana cara kita memandang dan membandingkan, tapi juga bagaimana caranya kita menentukan. Berkata tentang menentukan, wanita adalah sosok manusia yang paling sulit dalam hal menentukan. Karena ia terbiasa di tentukan bukan menentukan.


Bukti jika seorang wanita itu sulit menentukan terlihat dari perkataannya yang sering mengatakan 'terserah'. Apa itu artinya terserah? Arti dari kata terserah dari sudut pandang ku adalah. Dimana kita bingung ingin apa dan bagaimana, sehingga seringkali membutuhkan bantuan untuk menentukan pilihan.


Awalnya kupikir di dunia ini aku tidak menginginkan apapun, tapi sekarang setelah waktu berlalu aku menginginkan segalanya. Aku ingin hidup bahagia, melihat orang-orang yang peduli denganku selalu tertawa bahagia dan aku ingin menghapus tangis di hidup mereka.


Aku mulai nyaman hidup di dunia ini, hingga kadang aku merasa sangat kejam dengan keluarga ku yang ada di dunia sana. Mereka masih membutuhkan ku, tapi aku hanya diam hidup dengan tenang di dunia ini. Aku ingin pulang, setidaknya memberi kabar jika aku baik-baik saja pada ayah, ibu dan kedua adikku.


Rasanya rindu ini sangat menyiksa, mengingat wajah mereka yang selalu memaksa senyum walaupun hati berteriak menderita. Aku rindu rumahku yang dulu, aku rindu kehangatan rumahku dulu dan aku rindu suasana kampung ku.


"Nona ada apa?" Tanya Qirca yang melihatku menangis di balkon

__ADS_1


"..." Aku hanya mengangkat buku yang kubaca untuk menjawab pertanyaan nya


Tangis ini rasanya pun tidak akan cukup untuk membasuh rasa rinduku yang menyesakkan ini. Aku takut, karena aku sadar jika aku hanya sendirian di dunia ini, aku ingin pulang. Aku butuh pelukan yang menenangkan dari seseorang yang mengenalku.


"Nona! lady Ayla mengirimkan sebuah surat! Ada apa kenapa nona menangis?" tanya pelayan bernama Nice itu segera duduk bersimpuh di samping kursiku


"Aku hanya terbawa suasana dalam cerita saja... berikan suratnya..."


"Ini nona"


Aku segera membuka surat yang bersegelkan lambang keluarga Duke Freious. Sepenting apakah surat ini, sehingga ada sihir yang melindunginya sampai sedemikian rupa. Aku sempat gugup jika ternyata isi suratnya berhubungan dengan nyawa. Tapi yang ada hanyalah undangan pesta minum teh bersama lady lainnya di kediaman Duke Freious.


"Apa isi suratnya nona?"

__ADS_1


"Undangan pesta minum teh biasa katanya!"


"Benarkah? Lalu bagaimana menurut nona? apakah nona akan menghadirinya?"


"Tentu saja, karena ini undangan dari teman pertamaku..."


"Kalau begitu apakah kita harus memesan gaun..."


"Tidak perlu, aku hanya akan memakai gaun yang ada saja, Qirca aku percaya dengan seleramu..."


"Baik nona!" Qirca terlihat senang hanya karena kipercayai dalam memilih gaun untuk pesta minum teh 3 hari lagi


Sehari sudah lewat saat pesta minum teh yang kacau itu terjadi. Hari itu aku berusaha mati-matian untuk menjadi teman dari lady Ayla yang merupakan tokoh utama novel. Sifatnya memang agak kejam, karena ia tidak menerima kesalahan sedikitpun dari orang lain. Tapi itu wajar, karena karakter nya memang begitu.

__ADS_1


Jika memang benar ceritanya tidak bisa diubah, maka aku tidak akan membuang-buang waktu hanya dengan berdiam diri di kediaman ini. Bagaimanapun caranya aku harus menikmati hidupku di dunia ini, sebelum kematian menjemput. Karena setelah kematian ini aku tidak yakin jika akan hidup kembali atau mati untuk selama-lamanya.


__ADS_2