KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Sekretaris Tokoh Antagonis


__ADS_3

Selama di perjalanan pak bos yang duduk di kursi belakang sibuk dengan iPad ditangan. Sedangkan aku sibuk dengan pikiran yang campur aduk tidak karuan dan sedikit terganggu dengan lirikan-lirikan kecil supir di sampingku. Karena aku bukan tipe orang yang akan menunjukkan kepekaan terhadap orang-orang seperti itu, so aku memilih untuk cuek mengabaikan gangguan kecil yang cukup mengganggu ini.


Sesampainya di depan restoran tempat rapat, aku segera keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk pak bos. Beberapa orang yang ada di depan restoran menunjukkan senyum pembisnis saat pak bos melangkah turun dari mobil. Benar-benar seperti adegan di dalam novel yang biasa menceritakan tentang CEO yang dingin. Ternyata begini ya rasanya menjadi sekretaris dari tokoh utama, walaupun kehidupan ini nyata.


"Lama tidak bertemu pak Aldi apa kabar?" sapa orang itu meminta berjabat tangan


"..." pak bos hanya membalas dengan jabatan tangan


"Akkhammm... Oh iya, maafkan saya sebelumnya karena membawa keponakan perempuan saya dalam pertemuan ini!" kata orang itu seakan-akan tidak sengaja membawa keponakan perempuan nya ke pertemuan ini


"Pe,perkenalkan saya Olivia..." Perempuan yang sejak tadi bersembunyi malu-malu dibalik punggung pamannya memperkenalkan diri


"!!" pak bos hanya menatap Olivia sekilas sebelum melangkah memasuki restoran

__ADS_1


Wajar sih pak bos bersikap dingin begitu, kedatangan pak bos kesini kan untuk membicarakan bisnis bukan berkenalan dengan keponakan dari perusahaan orang yang akan menjadi rekan bisnis. Aku tersenyum bisnis dengan anggukan lembut ke arah mereka berdua sebelum melangkah menyusul pak bos. Di meja makan sudah tersaji berbagai macam hidangan mewah yang membuatku hampir menelan ludah.


Tidak beberapa lama setelah semuanya berkumpul di meja makan, pembicaraan tentang bisnis pun berlangsung dengan khidmat. Walaupun Olivia beberapa kali bertingkah genit mencoba menggoda pak bos yang sejak tadi fokus pada pembicaraan bisnis yang akan di kerjakan dua perusahaan ini. Setelah kesepakatan telah tercapai, suasana kembali ringan.


"Akhmm... Pak Aldi! Sepertinya keponakan saya ingin berbincang 4 mata dengan anda, itu pun jika anda berkenan!" kata nya seperti ingin mengakrabkan diri


"Itupun jika anda berkenan!" kata Olivia genit


Tiba-tiba pak bos menatap kearah ku, yang segera membuatku memutar otak memahami tatapan beliau "Maaf jika saya menyela! Jadwal pak Aldi untuk sekarang sangat padat, Sekarang bapak harus segera menghadiri pertemuan Dengan pimpinan dari perusahaan GT.Pekanta!" kataku setelah selesai menguras otak untuk berpikir


"Baik pak! Dan maaf nona Olivia, mungkin anda harus mengantri dulu untuk meminta sedikit waktu pak Aldi!" Kataku mengakhiri pembicaraan dengan anggukan pelan dan berlalu mengejar pak bos yang telah pergi meninggalkan ruangan


Saat di detik-detik terakhir pintu tertutup kudengar Olivia berteriak kesal atas penolakan telak dari pak bos. Tanpa sadar pun aku menyunggingkan senyum puas melihat wajah kesalnya. Sekarang rasanya aku benar-benar telah menjadi tokoh antagonis dari sebuah novel romantis. Ternyata begini lah rasanya menjadi tokoh jahat, yang memang aku memiliki potensi bakat pada tokoh jahat di setiap kehidupan.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak menyangka, jika ternyata kau bisa memahami situasi dengan cepat, kerja bagus!" puji bos sekali lagi padaku


"Terimakasih pak!" kataku segera memasang wajah profesional


"Sekarang saatnya kembali ke perusahaan..."


"Maaf pak! Tapi setelah ini benar-benar ada jadwal pertemuan dengan pimpinan dari GT.Perkanta..."


"Ahaha... Aku pikir kalimatmu di dalam barusan hanya sebuah alibi tanpa dasar..." tawa pak bos sambil menepuk-nepuk pundak ku


"Mari kita berangkat sekarang pak! Pihak sana telah sampai di tempat pertemuan!" kataku setelah beliau selesai tertawa


Akhirnya setelah hampir 3 jam lebih aku berdiri pantat ini bisa menyentuh tempat duduk. Hampir saja aku menghembuskan nafas lega setelah lama hanya berdiri melihat pak bos dan klien makan di dalam restoran tadi. Dan sekarang aku malah tidak sengaja bertatapan dengan supir yang memang masih cukup muda namun membuatku risih ini.

__ADS_1


Tapi untungnya di perjalan ke tempat pertemuan berikutnya pak bos sesekali mengajakku bicara, sehingga membuat ku tidak terlalu memikirkan keberadaan supir di sampingku. Tapi tak apalah mungkin perhatian yang membuat ku risih seperti ini hanya akan bertahan selama seminggu seperti biasa, saat aku berada di tempat baru.


__ADS_2