KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Rumusan Masalah


__ADS_3

Setelah selesai siap-siap aku segera menuju ruang rapat yang ada di kediaman ini. Rasanya aku benar-benar merasa sesak berada di tempat ini, bukan karena tempatnya yang kumuh dan kecil tapi karena tempat ini besar dan luas.


Aku tidak merasa senang sedikitpun dengan bangunan semewah ini di tempat yang kehidupan penduduk nya lebih banyak kumuh daripada bersih. Tapi jika di robohkan sangat sayang dan pasti akan menjadi kesia-siaan yang tidak berguna sama sekali.


Lebih baik biarkan saja bangunan ini berdiri sampai setua mungkin, walaupun aku merasa sesak melihatnya. Sebelum berangkat menuju ruang rapat aku sudah di beritahu jika mayat para bangsawan kurang satu. Mungkin bangsawan itu lari lewat pintu belakang saat kebakaran masih belum besar, atau ada seseorang yang membantunya kabur, yang jelas aku akan memburunya.


Setelah sampai di ruang rapat, kulihat wajah kedua bangsawan kecil itu, terlihat pucat dan kebingungan. Mungkin mereka memikirkan tikus yang kabur sehingga terlihat pucat ketakutan seperti itu.


"Selamat pagi putri!!" salam mereka berdua


"Pagi!" aku menuju salah satu kursi


"..." mereka diam menungguku berbicara duluan

__ADS_1


"Katakan, apa saja yang harus kita rombak dalam masalah kali ini? aku menginginkan pemikiran yang lebih terbuka dan cepat."


"Baik putri..."


Pembicaraan langsung pada inti permasalahan tanpa embel-embel sedikit pun, seperti yang kuinginkan. Masukan yang mereka berikan memang sepemikiran dengan diriku, yang kurang lebih juga menginginkan hal itu.


Berawal dari wabah tanaman yang membusuk di wilayah ini, kami berniat untuk menutup segala akses keluar masuk desa untuk sementara dan membasmi semua tanaman yang terinfeksi oleh sihir. Karena masih tidak tahu apa saja dampak buruk yang terjadi jika memakan tanaman yang terkena infeksi ini, aku tidak bisa gegabah dan bertindak lambat.


Jika sangat membahayakan, mungkin nyawa para penduduk sekitar yang terpaksa memakan tanaman terinfeksi ini bisa terancam. Entah penyakit apa yang akan menimpa tubuh mereka, dan semoga saja mereka semua dari wilayah ini belum memakan satupun tanaman terinfeksi ini.


Yang menyebabkan wilayah perkebunan grand Duke yang ada di luar wilayah kekaisaran tidak bisa mengirimkan bahan pangan secara tepat waktu. Lagipula hasil panen di kebun dalam kediaman juga cukup melimpah dan semua tanaman tumbuh dengan subur dan sehat.


Ketiga, aku akan meminta pihak kuil suci untuk membersihkan area kediaman di sini dari sihir buruk, walaupun dalam skala yang tidak cukup besar, tapi semoga cukup. Dan sepertinya aku harus membangun ulang beberapa bangunan baru di tempat ini, untungnya aku masih memiliki beberapa tabungan pribadi untuk membangun beberapa bangunan kecil.

__ADS_1


Saat ini kediaman grand Duke memang tidak krisis keuangan bahkan kelebihan. Tapi aku juga ingin membangun satu bangunan dari hasil keringatku bekerja selama setahun sebagai kepala keluarga sementara di dunia ini. Senang rasanya jika ternyata uang yang kucari di dunia ini ada gunanya.


"Baiklah putri! saya bersama tuan Ben akan mengurus masalah pertama terlebih dahulu..."


"Bagus! lebih cepat lebih baik lagi, dan pastikan agar para penduduk setempat tidak mengonsumsi tanaman yang terinfeksi, kalaupun ada, kirim dokter untuk memeriksa dan memantau keadaan mereka!"


"Baik putri!"


"Dan ingat! aku tidak ingin melihat kalian membeda-bedakan antara pengemis dan bangsawan dalam menangani masalah ini."


"Baik putri!" mereka tersenyum puas


Sedangkan mereka sibuk dengan tugas yang mereka ambil, di sini aku sibuk dengan urusan keluarga para bangsawan tikus yang telah kubakar untuk menambah panasnya perapian tadi malam. Sudah sewajarnya memberikan para keluarga korban dari kecelakaan kerja kompensasi yang layak untuk harga sebuah nyawa.

__ADS_1


Jika t Nyang menetapkan harga diri seseorang itu adalah keahlian ku, yang pernah bekerja sebagai karyawan kantor bagian personalia. Akan kupastikan semua ini terselesaikan dengan aman dan lancar tanpa kendala, walaupun ada kendala, aku akan memotong kendala yang menghalangi itu, seperti aku mencabut duri yang tertancap di telapak kaki.


__ADS_2