
Putri Nyura kembali kemasalalu dengan selamat, kini ia kembali terbaring di dalam kamar dingin dan kumuhnya dulu sebelum di jemput grand Duke. Matanya mengerjap-ngerjap cantik terbangun setelah terkena sinar matahari yang menelisik masuk lewat jendela kamarnya.
Saat sadar jika ia telah kembali lagi kemasa kelam itu, yang pertama ia pastikan adalan tanggal hari ini. Putri Nyura pun bergegas bangun dan melihat kalender yang memuat jam, hati, bulan dan tahun.
Tapi tiba-tiba wajahnya malah terpaku bingung "Gimana caranya aku tahu sekarang tanggal berapa, kan aku tidak pernah menandai hari yang telah ku lewati di kalender selama ini!" wajahnya terlihat cemberut
Putri Nyura menoleh ke arah pintu, menimbang-nimbang apakah dia harus bertanya pada pelayan. Tapi dia merasa takut jika nantinya hanya akan semakin di remehkan.
"Bukannya aku tidak perlu takut lagi, toh aku kan sudah hidup untuk kesekian kalinya..." katanya meletakkan kalender dan berlalu menuju pintu
Tangannya sudah bersiap mendorong pintu, saat ia merasakan kehadiran seseorang yang tiba-tiba muncul. Dan benar saja, wajah kaget pun tidak bisa disembunyikan oleh wajahnya yang seketika menegang.
"Jadi! seperti ini kah penampilanmu sebelum dibawa pergi Argen!" katanya sinis
"Le,Leon! Bagaimana kau bisa disini? Bukankah harusnya kita bertemu nanti di kediaman grand Duke?" katanya terkejut melihat sosok Leon yang seperti itu-itu saja
"Kenapa aku tidak bisa disini? Apakah ada yang melarang!" katanya melihat sekeliling dan duduk di tempat tidur dengan santainya "Bahkan lantai kediaman Argen lebih nyaman dari kasurmu ini!" dumelnya
"Jangan bilang, kamu tidak ikut mengulang kembali kemasalalu?" tebaknya "...Tapi, bukannya seperti di novel-novel, harusnya semua kembali ikut kemasalalu?"
"Kau terlalu banyak membaca novel romantis dan aneh, berhentilah membaca hal-hal yang tidak berguna seperti itu..." kata Leon santai mengibaskan tangannya menyalakan perapian
"Kau saja menyukai hal-hal aneh dan tidak berguna seperti itu juga kan!" putri Nyura mendekat ke arah perapian untuk menghangatkan tubuh
Leon menatap acuh dengan perkataan putri Nyura barusan "Apa tujuanmu mengulang masalalu seperti ini? Apa kau menginginkan hal..."
"Aku ingin menyelamatkan lady Ayla..." katanya sedih
"Heh, dasar manusia!" sinis Leon padanya
"Aku juga ingin membatalkan perang di masa depan!"
"Apa kau punya cara?"
__ADS_1
"Bukankah aku masih memiliki banyak kesempatan!" kata putri Nyura menatap Leon dengan licik
"Ckckck! dasar manusia!" Leon hanya bisa berdecak meremehkan
"Sekarang aku perlu bantuan mu!"
"Apalagi yang ingin kau lakukan! duduk diam saja di depan perapian sambil menikmati teh dan cookies!" katanya menghadirkan segelas teh yang masih mengepulkan uap panas serta sepiring cookies
Putri Nyura sedikit tergiur melihat cookies di atas piring, karena saat ini tubuhnya juga ikut kembali kemasalalu, sehingga membuat perutnya lapar karena tidak di kasih makan "Baiklah!" katanya akhirnya memilih duduk dan menikmati cookies
"Anak pintar!" kata Leon mengelus rambut putri Nyura dan membuatnya tersipu setelah sadar dengan apa yang barusan ia lakukan
"Hmmm... Mengenai perang waktu itu, bukankah kemenangan sudah kita raih setelah kau turun langsung ke Medan perang! Lalu bagaimana dan apa yang terjadi setelahnya?" tanya Nyura sambil terus mengunyah cookies
Leon tertegun beberapa saat "Apa kau ingin mendengarnya?"
"Tentu saja!" kata putri Nyura semangat
"Pamanmu melakukan pemberontakan! Kekaisaran menjadi kacau! Kepala kaisar di penggal oleh siapa itu, manusia yang waktu itu meminta bantuan mu untuk melunasi hutang nya..."
"... Ya pokoknya dia lah, Semua itu terjadi karena dirimu yang dengan sukarela menjalani pernikahan politik dengan raja sampah itu... Mungkin jika kau tidak mengulang kemasalalu, istana kekaisaran mungkin menjadi tempat tumpukan mayat dan lautan darah!" kata Leon dengan wajah datarnya
"Benarkah? Seharusnya aku bisa melihat semua itu, sayang sekali!" kata putri Nyura dengan wajah penuh rasa penasaran
"Kau tidak berubah sama sekali!" kata Leon membuat putri Nyura menatapnya
"Biar berapa kali pun masa lalu terulang, jiwaku tetaplah diriku!"
"Ya ya ya... Karena kau tetaplah wanita kejam!"
"Begitulah! Hemmm... Aku ingin meminta bantuan mu menemukan seseorang, kau harus bisa menemukannya!"
"Apa yang tidak bisa kutemukan! Jangan meremehkanku sayang!" kata Leon yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah putri Nyura
__ADS_1
Putri Nyura membalas tatapan Leon yang dalam dengan wajah imutnya "Aku tidak tahu siapa namanya, orangnya bagaimana, yang kuingat hanya aroma tubuhnya saat memelukku sebelum kembali kemasalalu..."
"Siapa orang itu?" Tanya Leon yang terlihat kesal
"Sudah kubilang aku tidak tahu!" kata putri Nyura melepaskan pegangan tangan Leon di wajahnya "Dia memiliki aroma seperti bunga kemuning, harum sesaat namun menyakitkan jika terlalu lama tercium... Manusia racun!" gumam putri Nyura di akhir kata
Leon terlihat semakin kesal "Aku tidak akan mencarikan nya untukmu!"
"Ini permintaanku! Jika kau masih menolak membantuku mencarinya, aku akan mencari sendiri!" kesal Nyura
Putri Nyura tidak tahu saja, bagaimana khawatir nya Leon saat mendapat kabar jika Nyura telah di bawa oleh para utusan pergi. Saat itu dia marah, kesal, dan kecewa pada dirinya sendiri yang terlalu ceroboh meninggalkan Nyura sendirian di kekaisaran. Sebenarnya Leon juga tidak menyangka jika kaisar akan bertindak secepat itu memberikan Nyura pada kerajaan lain.
Padahal baru sehari ia pergi dari sisi Nyura, tapi wanitanya itu telah diberikan secepat itu saat ia tidak berada disisinya. Memang raja kegelapan seperti Leon tidak melakukan kontrak perjanjian dengan Nyura seorang diri saja, tapi juga dengan beberapa orang lain lagi di tempat yang berbeda.
Biasanya dia akan kompeten dengan para pengontrak, tapi kali ini perhatiannya hanya tertuju pada Nyura seorang. Mungkin karena sudah lama Leon tidak melakukan kontrak perjanjian dengan orang yang menarik seperti Nyura. Jika biasanya para pengontrak bersikap acuh di awal tapi setelah lama-kelamaan para pengontrak akan jatuh cinta padanya.
Tapi untuk kasus Nyura kali ini sedikit unik, karena Nyura benar-benar hanya menganggapnya sebagai orang yang bisa mengabulkan semua permintaannya. Dan yang lebih menarik, Nyura itu menganggap jika Leon adalah saudaranya, tidak lebih dan tidak akan pernah lebih bahkan kurang.
"Sediakan pakaian yang lebih hangat untukku! Aku ingin keluar dari tempat ini!" kata Nyura setelah menghabiskan teh dan cookies
"Kau ingin melakukan apa lagi?" tanya Leon tapi masih memberikan apa yang diminta Nyura
"Aku harus bergerak mencari orang itu, Dia membuatku tertarik!"
"Bagaimana jika ternyata dia adalah pembunuh..."
"Itu mungkin saja, tapi aku yakin jika dia tidak berniat membunuhku... Apapun caranya aku harus menemukan dia!" tekad Nyura pasti
Leon yang sebenarnya telah menemukan orang yang di cari oleh Nyura hanya diam tanpa ada niat memberitahu Nyura. Ia tidak suka dengan laki-laki yang telah di temukan bayangannya itu, bukan karena laki-laki yang dicari Nyura berada di kerajaan kecil, tapi karena laki-laki itu terlalu tampan dan berdarah dingin yang bisa saja langsung di sukai oleh Nyura.
Karena selain si pemilik menara sihir yang ramah pada semua orang kecuali Nyura, beberapa kali Nyura juga pernah tertarik dengan orang-orang yang bertampang lumayan. Nyura itu tipe wanita yang tidak akan bisa lepas dari ketampanan seorang laki-laki. Pengemis di jalanan yang terlihat menarik baginya saja langsung di ajak pulang dan di beri ini itu tanpa peduli orang itu suka atau tidak.
Sebab katanya uang itu ada untuk di gunakan bukan disimpan dan di bawa mati bersama. Nyura memang tokoh yang tidak pernah peduli dengan moral dan peraturan, walaupun kadang dia juga menunjukkan bahwa dia peduli dengan semua itu.
__ADS_1
***