
Ternyata setelah dipikir-pikir lagi, leleh juga ya hidup sebagai Nyura di dunia ini. Sebab banyak sekali takdir malang yang harus kuhindari, berawal dari takdir percobaan bunuh diri, pembunuhan, peracunan bahkan sampai kematian yang semuanya telah terlewati dengan penuh pengorbanan.
Bahkan aku juga telah mengubah semua takdir malang putri Nyura dengan penuh keyakinan jika semua takdir itu bisa kurubah dan akhirnya aku benar-benar telah merubah segalanya. Tapi kenapa aku masih belum merasa bahagia dengan semua pencapaian ini semua. Kadang aku juga merasa kecewa dengan diriku sendiri yang terlalu keras berusaha untuk mengubah takdir menyedihkannya.
Semua orang yang di takdirkan mati di dalam cerita benar-benar tidak bisa menghindari kematian. Tapi hanya tubuh ini yang beruntung karena bisa mengubah semuanya. Mungkin hal ini terjadi karena jiwa yang berada di dalam tubuh ini juga telah berubah. Ayolah, mengapa sekarang aku merasa hampa setelah menyadari kesuksesan ku dalam hidup ini.
"Setelah dipikir-pikir, hidupku semakin sepi tanpa kehadirannya..." gumamku mengawang-awang mengenang Leon yang baru beberapa hari tidak terlihat
Aku memain-mainkan kelopak mawar di air untuk menghilangkan sedikit kebosanan. Memikirkan masa lalu memang selalu membuat hidup tidak karuan rasanya, kadang ada hal yang membuat kita sedih, senang, bahagia, kesal dan marah jika mengingat hal-hal yang ada di masalalu.
"Tok,tok,tokk!" Seseorang mengetuk pintu kamar mandi
Aku menoleh ke arah pintu "Siapa?"
"Ini aku! Mau berapa lama lagi kau berendam seperti itu?" tanya Lean dari luar pintu
"Sebentar lagi... Toh, tidak ada yang ingin kulakukan juga nantinya!" kataku menenggelamkan seluruh tubuhku kedalam air
"Tapi ada yang harus kau temui!" katanya terdengar samar, karena aku sedang berendam
"Phuaahhh..." Aku keluar dari air setelah tidak tahan lagi menahan napas "...Siapa?" tanyaku setelah kembali mengambil napas
"Baginda kaisar!"
__ADS_1
"Ooohhhh..." oh ku agak panjang
Aku bangkit dari bak mandi dan segera melilitkan kain yang memang fungsinya mirip seperti handuk, namun agak transparan.
Aku mengulurkan tanganku keluar "Ambilkan gaunku!" pintaku karena malu keluar dengan kain transparan seperti ini
"Yang mana?" tanya nya setelah terdiam beberapa saat
"Yang mana saja..."
Lean menyerahkan sebuah gaun mewah yang cukup rumit jika kupakai sendiri "Apakah salah?" tanya nya saat tidak ada respon dariku
"Kau keluarlah dulu dan panggilkan para pelayan kemari..."
"Kita tidak seakrab itu, hingga membantu satu sama lain berpakaian! panggilkan saja para pelayan!" kesalku
"Ba,baik..." setelahnya Lean segera bergegas keluar
Tidak lama menunggu para pelayan segera datang menghampiri ku dengan takut-takut. Walaupun mereka terlihat takut tapi kinerjanya tidak menurun. Setelah selesai memakai gaun aku kembali meminta mereka semua keluar sebelum aku menjadi semakin kesal. Rasanya para pelayan menjadi sesuatu yang membuatku merasa jijik, jika melihat mereka, khususnya untuk para pelayan istana saja.
Saat Lean masuk setelah mengetuk pintu, aku masih sibuk merias diri di depan cermin. Sebenarnya sengaja di lambat-lambatin, biar kaisar menunggu lebih lama aja, itupun kalo kaisar menungguku.
Saat sedang memakai lipstik aku berbalik "Hei! kenapa kau selalu ada di sekitar ku? Apa kau tidak punya pekerjaan?" tanyaku pada Lean
__ADS_1
"Kenapa? kau tidak suka?"
"Tentu saja!" jawabku tegas sambil memoleskan lipstik
"Wa,waahhh... Kau benar-benar..." dia sepertinya kehabisan kata-kata
Aku kembali menghadap cermin "Siapa yang akan menjadi penanggung jawabku selama disini?"
"Aku!" sahutnya membuatku membelalakkan mata menatapnya dari pantulan cermin
"Siapa yang menugaskan?"
"Baginda kaisar..."
"Mustahil, pasti kau yang mengajukan diri untuk menjadi penanggung jawabku kan?" tebakku
"Ka,kata siapa..." Lean tersipu memalingkan wajahnya "A,aku juga tidak mau menjadi penanggung jawabmu, semua ini kulakukan dengan terpaksa, hanya karena perintah kaisar.!"
"Benarkah! kalau begitu, setelah bertemu Baginda aku akan meminta kau digantikan oleh..."
"Tidak bisa!" teriaknya tiba-tiba "Ma,maksudku, perintah Baginda itu mutlak sehingga tidak bisa di ubah-ubah lagi!" Lean terlihat salah tingkah
"Heh... Kau terlalu meninggikan harga dirimu hingga rasanya ingin kuinjak sampai penyok!"
__ADS_1
"Aku akan menunggumu diluar!!" Lean melarikan diri sebelum semakin kupermalukan