KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Surat Untuk Para Lady


__ADS_3

"Putri! nyonya Dara ada disini..." lapor Qirca dari luar pintu


"... persilahkan guru masuk!" sebenarnya aku ingin berlari membuka pintu untuk guru, tapi karena teringat ajaran beliau, nggak jadi deh


"Apa kabar yang mulia? saya harap anda baik-baik saja!"


"Saya baik, kabar guru sendiri bagaimana, saya harap juga baik-baik saja!"


"Saya juga baik, terimakasih atas perhatian putri..."


"Sudah sewajarnya, silahkan duduk guru..."


Setelah guru duduk aku menjelaskan secara rinci rencana ku padanya. Guru tidak bereaksi sama sekali, tapi karena aku paham sedikit masalah binar mata yang menunjukkan senang, bahagia, sedih, kagum, ataupun takjub. Tatapan guru padaku sekarang masuk ke dalam kategori Takjub, mungkin dengan niat baikku yang ingin berdonasi untuk peperangan kali ini.


"Apakah anda sudah menentukan kalimatnya putri?"


"Untuk saat ini sudah ada guru, tapi saya bingung apakah kalimat yang saya rangkai pantas untuk dikirim..."


"Bolehkah saya melihatnya?"

__ADS_1


"Tentu saja guru..."


...Selamat siang Lady!...


...Mungkin lady juga telah mendengar kabar duka dari perbatasan, tentang peperangan yang sedang berkecamuk. Sehingga saya merasa jika upacara kedewasaan saya, sangat tidak pantas untuk dilangsungkan....


...Maka dari itu, dengan adanya surat ini saya ingin menyampaikan jika upacara kedewasaan saya tidak bisa dilangsungkan. Tapi Seandainya para Lady ingin berkunjung ke kediaman grand Duke. Saya akan menyambutnya dengan senang hati....


...Saya selaku pihak yang membatalkan janji ini, benar-benar meminta maaf, semoga lady memaafkan saya....


...Terimakasih...


Kurang lebih seperti itulah kata-kata yang bisa terpikirkan oleh otakku saat ini. Kulihat wajah guru juga puas dengan apa yang tertulis di atas selembar kertas itu. Baguslah jika begitu, berarti beliau bisa mengganggap jika ajaran beliau padaku telah meresap dengan baik.


"Terimakasih atas pujian guru, Jika guru merasa puas maka saya juga akan puas!"


"Bisakah salah satu dari kalian memanggilkan pengawal yang saya bawa kemari?" pinta beliau setelah kami sepakat dengan isi surat itu


Qirca menugaskan seorang pelayan yang kebetulan ada di kamar dan memintanya memenuhi permintaan guru untuk memanggilkan pelayan guru yang ada di luar. Setelah pelayan guru masuk ke kamarku, ia mulai menunjukkan kebolehannya dalam menggunakan sihir pengganda barang.

__ADS_1


Memang sudah merupakan hal yang wajar jika seorang lady bangsawan seperti guru memiliki seorang pelayan yang bisa sihir. sehingga tidak terlalu membuatku penasaran lagi akan aturan yang ada di dunia ini. Hanya saja, kenapa grand Duke tidak memberikan ku seorang pengguna sihir di sampingku.


Sedangkan grand Duke sendiri di kelilingi oleh pengguna sihir ataupun yang di sebut juga sebagai pengguna kekuatan. Padahal kekuatan yang ada di dalam tubuh grand Duke sendiri melebihi kekuatan semua pengawalnya itu. Kenapa mereka semua tidak di oper kepadaku saja, mungkin bisa berguna bagiku.


Karena hari ini bukan jadwal guru mengajariku, tidak lama setelah guru menghabiskan secangkir teh beliau pamit pulang. Tiba-tiba aku merasa sangat tidak sopan pada guru hari ini, sebab suami Bu guru juga akan berangkat ke Medan perang untuk membela tanah kekaisaran. Karena suami Bu gurulah satu-satunya laki-laki didalam keluarga mereka, tapi aku menyita waktu kebersamaan mereka hanya karena urusan kecil ini. Dasar payah.


"Putri!! grand Duke... pergi... kaisar..."


"Ambil napasmu dulu baru katakan apa yang ingin kau katakan..."


"hupp...huhhh..."


"Sekarang sudah lebih tenang


"..." dia mengangguk


"Sekarang bisa kamu katakan apa yang ingin kamu sampaikan!"


"Grand Duke akan berangkat ke Medan perang dalam beberapa jam lagi... katanya daerah perbatasan sudah sangat darurat..."

__ADS_1


"Bawa aku menemui grand Duke!"


Wajahku yang awalnya masih bisa tersenyum kini menjadi tegang dan kaku. Karena di dalam cerita aslinya peperangan ini akan menjadi gawat setelah peperangan terjadi beberapa bulan mendatang. Tapi kenapa terjadi secepat ini, seberapa parah daerah perbatasan yang terlibat perang kali ini. Sepertinya aku tidak bisa berpaku pada isi cerita lagi, aku harus bangun dari pemikiran ku sendiri.


__ADS_2