KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Rasa Ini...


__ADS_3

Sesampainya di kamar, aku segera merebahkan tubuhku yang lelah tiada banding. Bahkan tanpa sengaja aku mengusir para pelayan yang ingin membantuku membersihkan diri agar bisa beristirahat dengan nyaman.


Hari ini untuk pertama kalinya aku mengeluh terlalu banyak tentang pekerjaan yang terus datang. Entah kenapa emosi ku menjadi tidak stabil dan gampang lelah setelah kejadian di hutan malam itu. Rasanya tubuhku masih merinding mengingat betapa menyeramkan nya monster yang kami basmi waktu itu.


Aku takut, sangat takut pada waktu itu, tapi karena memandang wajah sebagai kepala keluarga, aku memaksakan ketakutan ku menjadi sebuah titik tumpu penyemangat. Saat itu, tubuhku sebenarnya mematung ketakutan saat melihat 4 ekor monster datang menghadang perjalanan kami.


Bahkan kini aku ingin menangis setelah ingat kembali kejadian waktu itu, karena kejadian itu memang sangat mengerikan bagiku. Aku yang selalu aman dan hidup nyaman selama di dunia ini, tiba-tiba di pertemukan dengan monster yang tidak masuk akal, bagaimana bisa aku bersikap biasa-biasa saja walaupun akhirnya semua itu bisa di lalui.


Belum lagi ketakutan ku tentang bahan pangan yang rusak tak bersisa, semakin membuat kepala ini sakit dan berat untuk berfikir. Tolong, aku ingin berteriak meminta tolong kepada siapapun yang mendengar jeritan ku saat ini. Tolong bantu aku menyelesaikan masalah ini, aku perlu solusi dengan cepat karena desakan waktu.

__ADS_1


Rasanya aku benar-benar ingin menangis, aku sudah tidak kuat dengan penyiksaan tugas sebagai kepala keluarga sementara yang menumpuk ini. Walaupun memang bukan hanya keluarga grand Duke Argen yang melakukan kegiatan sosial seperti ini, masih ada banyak keluarga bangsawan yang melakukan hal yang kulakukan sekarang untuk membantu korban dan prajurit perang.


Aku ingin lepas tangan dari semua ini, tapi aku tidak bisa terbawa emosi sesaat seperti ini. Aku lebih suka diam berminggu-minggu di dalam ruang kerja dengan tumpukan berkas, daripada harus turun langsung ke tempat kejadian perkara seperti ini.


"Apakah kau menangis??" tiba-tiba entah datang darimana Leon menyapaku dengan suara seraknya


"!!!" wajahnya terlihat kaget


"Pergilah! aku sedang tidak ingin di ganggu... hikss!"

__ADS_1


Tidak ada sahutan darinya, yang entah dia sudah pergi atau masih berdiri di belakangku aku tidak peduli. Untuk saat ini aku hanya ingin meluapkan segala kesedihan dan kekesalan yang menyesakkan di dada ini. Jika bisa aku juga ingin menjerit sekeras-kerasnya tanpa peduli pada apapun, tapi itu tidak bisa.


Hanya satu hal yang bisa membuatku tenang dari kesedihan ini, yaitu mengingat kembali wajah pemilik menara sihir yang sempat samar dalam ingatanku. Wajahnya yang begitu teduh dan menyejukkan itu, aku merindukannya, aku ingin bertemu dengannya walau sedetik pun tak apa.


Tanpa sadar sebuah senyum tipis yang semakin rekah menghiasi wajahku yang masih terus menurunkan hujan. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia penuh kekaguman saat mengingat wajahnya yang menyejukkan. Entah kapan aku bisa bertemu dengannya lagi, yang jelas dia adalah cinta pertama dan terakhirku di dunia ini.


"Aku menginginkannya..." kataku setelah kembali semangat lagi


Cerita cinta yang menyedihkan itu kini mampir ke hidupku, walaupun aku sadar jika semua cinta ini akan berakhir sia-sia, aku tidak peduli. Selagi aku bisa bahagia saat mencintainya dengan sepihak seperti ini, sampai kapanpun itu aku akan tetap ikhlas dan tulus mencintainya yang tidak mencintaiku.

__ADS_1


__ADS_2