KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Akhirnya Kembali, Walau Tidak Sepenuhnya


__ADS_3

"Hei, prajurit satunya mana?" tanyaku segera menghampiri mereka


"Prajurit satunya ada di pos kesehatan, putri!"


"Apakah dia bertugas di sana?" tanyaku positif thinking


"Bukan putri, tapi... prajurit itu terluka akibat cakaran dari monster waktu itu dan dia tidak mengatakan apa-apa, hingga kami menyadari lukanya beberapa hari yang lalu!" katanya setelah saling menatap dengan prajurit lain


"Lalu! bagaimana kondisinya saat ini?" tanyaku menatap tajam ke arah Leon


"Lu,lukanya cukup parah putri! kata tabib, kemungkinan kita harus memotong tangannya agar menghentikan laju penyebaran racun..."


"Hahh... sepertinya ada yang harus ku bicarakan dengannya, kalian semua keluarlah dan kalian berlima datanglah lagi nanti pagi!" kataku meminta mereka memberiku ruang untuk berbicara dengan Leon


"Baik putri!" mereka semua segera keluar


Sekali lagi aku menghela nafas panjang dan berkali-kali lagi aku menggeleng lemah, menyadari kecerobohan ku sendiri, yang mudah melupakan sesuatu. Seharusnya aku memeriksa keadaan semua prajurit saat sampai di sini, tapi hari itu aku langsung sibuk dengan masalah bantuan bahan pangan. Tapi, Leon juga bersalah dalam hal ini, karena ulahnya yang jahil itu membuat prajurit ku hampir kehilangan nyawa.


Aku menatap tajam ke arahnya, yang dengan acuhnya duduk di kursi dan melepaskan topeng kebanggaannya, lalu dengan santai menyeruput teh dingin di atas meja. Benar-benar makhluk yang tidak tahu aturan, harus kuapakan makhluk satu itu untuk menyadarkan dirinya yang terlalu jahil ini.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? apakah kau ingin menamparku lagi?" tantangnya


"Hahh... aku lelah menghadapi mu, sekarang sembuhkan prajurit itu... jangan membantah karena ini adalah permintaan ku yang ke enam!"


"Apakah kau tidak merasa sia-sia menggunakan kesempatan mu hanya untuk menyembuhkan satu tangan manusia lemah!!" katanya sambil menjentikkan jari

__ADS_1


"Ingat, sembuhkan lah secara perlahan, jangan membuat keajaiban yang tiba-tiba!"


"Ya,ya,ya... sesuai dengan perintah anda tuan putri!"


"Bagaimana masalah kekuatanku? bisakah kau mengembalikan nya sekarang?"


"...Hemmm... aku akan mengembalikan kekuatanmu, tapi tidak seluruhnya karena aku juga menginginkan kekuatan manismu ini, bagaimana apakah kau setuju?"


"Baiklah, aku setuju! cepat kembalikan!"


"Apakah kau ingin melakukannya disini?"


"Dimana lagi, apakah perlu syarat yang tidak-tidak hanya untuk mengambil kembali kekuatanku?"


"Kau kan bisa membuat ruangan ini kedap suara, ayolah, jangan berlagak bodoh!"


Dia terlihat kesal, tapi akhirnya melakukan juga apa yang ku usulkan, aku berpikir kemungkinan terburuk hanyalah kematian. Tapi masa iya, harus nyawa taruhannya hanya untuk meminta kembali kekuatan yang memang adalah milikku. Leon sudah bersiap-siap melakukan ritual pengembalian kekuatanku, tidak perlu persiapan yang rumit, aku hanya perlu duduk dan menunggu Leon mentransfer kembali kekuatan ketubuhku.


Berawal dari kehangatan yang nyaman dan menghanyutkan, hingga membuatku terlena. Namun tiba-tiba berubah menjadi rasa panas yang sangat dan sakit membuat nyeri di jantung dan sekujur tubuh, aku merasa tersiksa dengan rasa ini.


"Aaggkkkhhh..." teriakku saat tidak bisa di tahan lagi sakitnya


"Apakah kau ingin menyerah?"


"!!!" aku terdiam hanya bisa menahan rasa sakit

__ADS_1


"Jangan dipaksakan, jika memang tidak kuat katakanlah..."


"Uhhukk... uhhukk..." aku memuntahkan darah


"...." aku merasakan tangan Leon yang segera menghentikan transferan yang belum selesai


"???" aku menatapnya penuh tanya


"Sudah cukup, aku hanya akan mengembalikan kekuatanmu sampai sana saja!"


"Kenapa aku merasa ini masih tidak cukup?"


"Karena kau manusia yang serakah, Setidaknya dengan kekuatan itu bisa melindungi dirimu sendiri dari bahaya..."


"Apakah hanya kekuatan seperti itu yang bisa kau kembalikan? dasar lemah..."


"Hei, hei, hei... bukan aku yang lemah, tapi tubuhmu itu yang tidak bisa menerima kekuatan ini kembali..."


"Ya,ya,ya! terserah apa katamu saja... Terimakasih dan bisakah kau membawaku ke kamar, aku akan..." kalimatku belum selesai saat tiba-tiba kesadaran ku hilang sepenuhnya


***


Jangan lupa komen, like, vote, dan do'a in supaya masuk ranking 🥰


Di tunggu dukungan dari kalian semua❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2