KEPONAKAN GRAND DUKE!!

KEPONAKAN GRAND DUKE!!
Ingin Pulang


__ADS_3

"Aku sudah melihat banyak penyintas waktu sepertimu, tapi baru kali ini aku menemui penyintas waktu yang tidak memiliki ambisi sama sekali seperti dirimu..."


"Apa! Ba..bagaimana anda tahu jika saya penyintas waktu?"


"Hohoho... kamu tidak perlu tahu itu, yang perlu kamu tahu hanyalah, aku akan berbaik hati mengembalikan jiwamu ketubuh asli..."


"Tunggu! jangan bilang..."


"Benar, aku memang orang yang kamu pikirkan!"


"Memangnya anda siapa? benarkah anda orang bukan makhluk? dan saya tidak terpikirkan siapa anda, memangnya apa yang saya pikirkan?"


"Apa! Ka...kau jangan bercanda, apakah kau benar-benar tidak menebak siapa aku?"


"Untuk apa saya menebak siapa anda? apakah jika saya dapat menebak siapa anda, saya akan menjadi orang kaya..."


"Wah, wah, wah... kau benar-benar telah menghinaku dengan keras... aku akan memulangkan jiwamu sekarang..."


"Tunggu dulu! memangnya siapa anda sebenarnya?"


"Pikirkan saja sendiri, agar otakmu menjadi berguna dan siapa tau bisa membuatmu menjadi semakin pintar!"


"..." aku mengerjap-ngerjapkan mata bingung


Benar-benar tidak terpikirkan oleh otakku siapa laki-laki bertopeng ini. Katanya ia akan mengembalikan jiwaku ke tubuhku yang sebelumnya, itu lebih baik daripada hidup tanpa ambisi di dunia ini bukan?. Tapi kenapa sosok ini terlihat berpikir lagi,. kuharap dia tidak berubah pikiran.


Setidaknya biarkan aku bangun dari mimpi buruk ini, aku jnhin pulang dan menikmati masakan ibuku di kampung. Aku ingin melihat ayah dan ibuku tersenyum lagi, walaupun ada luka dan kesedihan dalam binar mata mereka. Aku sayang mereka, aku ingin pulang secepatnya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang tolong bangunkan aku dari mimpi panjang ini..."


"Apakah selama ini kau berpikir jika hidupmu di sini adalah mimpi?"


"Tentu saja! Karena aku hanyalah seorang pekerja kantoran biasa di dunia modern... malah dunia inilah yang terasa tidak masuk akal bagiku! apakah aku salah?"


"..." dia terdiam


"Hei tuan, cepat pulangkan atau bangunkan aku dari mimpi ini!"


"..." dia masih diam


"Tuan apakan anda tidur?" tanyaku karena ia tidak juga bergeming


Saat aku selesai mengatakannya, sosok itu menghilang dari hadapanku, yang sekarang semakin bingung dengan semua keanehan ini. Aku mencoba mencari-cari keberadaan sosok laki-laki itu di tempat-tempat yang ada di sekitar ku. Tapj anehnya sosok laki-laki itu tidak terlihat lagi.


"Nona, untunglah anda sudah kembali..." sambut Qirca


"Kalian semua kembalilah ke kamar kalian, aku ingin istirahat!"


"Tapi nona..."


"Diluar tidak ada apa-apa, bukankah aku baik-baik saja setelah dari luar... yakinlah jika kalian akan baik-baik saja."


"Ba...baik nona!"


Mereka semua segera keluar dari kamarku dan menyisakan diriku sendirian dengan kepiluan karena tidak bisa pulang. Aku ingin pulang sesegera mungkin, aku ingin meninggalkan dunia ini sesegera mungkin. Aku sudah bosan hidup di dunia ini.

__ADS_1


"Hei, apakah kau sudah tidur!"


"Belum tentu saja aku belum tidur... akhirnya anda kembali lagi tuan... bagaimana apakah sekarang saya bisa pulang?" tanyaku penuh harap


"Wahh... kau terlihat sangat bersemangat..."


"Tentu saja, karena aku rindu masakan ibuku... kau tau ibuku adalah seorang koki terhebat di seluruh dunia, jika nanti aku sudah pulang and boleh berkunjung..."


"Hahh... berbicara dengan orang seperti mu sangatlah susah..."


"Kalau begitu tuan tidak usah berbicara dengan saya, tuan hanya perlu mendengarkan saja..."


"Berhenti, hentikan ocehanmu itu!"


"Kalau begitu cepat pulangkan aku..."


"Hahhh... aku bisa memulangkan mu, tapi dengan satu syarat!"


"..." aku menunggu dengan penuh harap


"Kau bisa pulang, tapi setelahnya kau harus kembali ke tempat ini..."


"Baiklah, baiklah... apapun itu aku akan menyanggupinya! cepat pulangkan aku..."


"Jika itu maumu aku akan..."


Tiba-tiba tubuhku diselimuti oleh aura merah yang terasa hangat, tapi setelah lama-kelamaan aura merah ini terasa sangat panas dan menyengat kulit. Aku menahannya sekuat tenaga, walaupun rasanya sangat menyiksa hingga perih menyengat sampai ke tulang, asalkan aku bisa pulang sesakit apapun itu akan kutahan.

__ADS_1


***


__ADS_2