
SEPASANG Kekasih itu sudah turun dari mobil yang mereka tumpangi dan terlihat kedua nya kini sudah berada di depan gerbang rumah bertingkat dua tersebut. seorang satpam yang berjaga pada malam itu di depan rumah tersebut, segera menghampiri kedua nya dan bertanya.
"apa kabar den Doni?"
"alhamdulilah baik pak Satyo. saya mau Menjenguk Ayah Angkat saya pak, beliau adakah di dalam?" tanya Doni kepada satpam rumah itu yang bernama pak Satyo.
"oh ada den. silahkan masuk, beliau dan keluarga nya pasti senang akan kedatangan den Doni ke rumah ini lagi." ujar pak Satyo lagi dan Doni hanya tersenyum kepada pak Satyo.
Setelah pintu gerbang rumah itu di buka, Doni masuk ke dalam halaman rumah itu sembari menggenggam tangan Dona. ketika kedua nya berjalan menuju pintu masuk rumah itu, Dona bertanya kepada Doni.
"maksud mu pak HRD itu ayah angkat mu sayang?"
"iya sayang. beliau adalah ayah angkat ku dan ini adalah rumah tempat tinggal ku ketika aku sakit dan di rawat oleh mereka." ujar Doni menjelaskan dan Dona hanya manggut-manggut saja mendengar nya.
Setelah kedua nya tiba di pintu masuk, Doni menekan bell rumah itu dan tak lama pintu pun ada yang membuka nya. salah satu pembantu rumah itu ternyata yang membuka pintu rumah itu dan mengobrol sebentar dengan Doni. Dona yang mendengarkan obrolan tentang bertanya kabar dari kedua nya itu, langsung berkata tanya kepada pembantu tersebut.
"mbak sudah berapa lama kerja di sini?"
"sudah hampir sepuluh tahun non." ujar pembantu itu dengan sopan dan diperkirakan berumur empat puluh tahunan yang baru diketahui oleh Dona bernama ibu Murti. setelah itu ibu Murti mengajak Doni dan Dona untuk masuk ke dalam rumah itu dan kemudian di antar menuju ruang tamu rumah tersebut.
Kemegahan dan kemewahan rumah besar bertingkat dua itu, membuat Dona terkagum-kagum memandangi sekeliling nya. Doni yang melihat Dona seperti itu hanya tersenyum saja dan kemudian berkata kepada Dona setelah kedua nya duduk di sofa dan ibu Murti masuk ke dalam ruang tengah untuk memanggil majikan nya.
"nanti setelah kita menikah, kita akan bangun rumah sebesar ini sayang." Dona seketika itu juga langsung menatap Doni seraya bertanya.
"buat rumah sebesar ini tak cukup uang sedikit sayang, yang ada boros nanti nya." ucapan Dona tersebut hanya dibalas senyuman oleh Doni seraya berkata tanya.
"memang nya kamu ingin rumah yang seperti apa untuk keluarga kecil kita nanti?"
"terserah kamu sayang. kan kamu yang punya uang bukan aku." ucapan Dona tersebut hanya membuat Doni dongkol sendiri dan berkata.
__ADS_1
"ditanya kok malah terserah sih?"
"ya suka-suka aku dong!" ucap Dona dengan nada ucapan mulai tegas lagi dan Doni hanya tersenyum pahit saja ketika di tatap tajam oleh Dona.
Tak lama kemudian, muncul seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan seksi beserta ke tiga anak gadis nya yang masih remaja tanggung. Doni yang tahu akan siapa itu hanya tersenyum seraya bangun dari duduk nya dan mencium punggung tangan kanan wanita paruh baya itu. sedangkan Dona ia hanya tercengang kaget menatap wanita paruh baya itu karena ia sangat kenal sekali akan wajah wanita paruh baya tersebut. lalu terdengar wanita paruh baya itu berkata tanya kepada Doni setelah Doni salim kepada nya.
"wah sudah lama sekali kamu enggak pulang kemari nak Doni?"
"alhamdulilah bu, saya baik." jawab Doni.
"syukurlah kalau beg..." ucapan wanita paruh baya itu tiba-tiba saja terpotong oleh ucapan ketiga anak gadis nya.
"kakak Doni bawa pacar nya ya?" ucap salah satu anak gadis wanita paruh baya itu dan kedua saudari nya menimpali.
"cantik ya dik pacar nya kakak Doni."
"iya cantik mirip kita, hihihi." ketiga anak gadis tersebut ribut sendiri menatap Dona dan Dona hanya tersenyum gemas kepada ketiga anak gadis tersebut.
"oh iya bu. kenalkan ini pacar Doni." ucapan dari Doni tersebut membuat ibu Susi langsung mendekati Dona dan memeluk Dona yang sejak tadi sedang memperhatikan ketiga anak gadis yang cantik imut menggemaskan itu. tiba-tiba saja Dona kaget akan apa yang dilakukan ibu Susi kepada nya dan membuat Doni keheranan ketika ibu Susi berkata.
"ya ampun! ibu pikir siapa!? ternyata kamu Dona." ucap ibu Susi yang kini sudah melepas pelukan Dona dan menatap haru.
Dona langsung memegang lengan kanan ibu Susi dan mencium punggung tangan ibu Susi seraya berkata.
"apa kabar ibu? sudah sekian lama kita tak bertemu lagi ya bu?" ucap Dona seraya tersenyum manis.
"alhamdulilah nak. tak di sangka kita akan bertemu lagi setelah sekian lama kita terakhir bertemu di akhir kelulusan wisuda mu dulu." ujar ibu Susi dan membuat Doni semakin bingung dibuat nya. lalu ibu Susi berkata kepada Dona dan Doni untuk duduk dan menikmati jamuan yang sudah di sediakan oleh pembantu rumah itu.
Setelah mereka duduk, ketiga anak gadis nya ibu Susi bertanya kepada ibu nya tentang siapa Dona itu. Doni yang awal nya akan bertanya tentang keakraban Dona dengan ibu Susi itu, tak jadi dan malah diam menunggu ibu Susi menjawab pertanyaan dari ketiga anak gadis nya itu.
__ADS_1
"oh itu nama nya kak Dona Pratiwi. kak Dona ini adalah salah satu mahasiswi teladan ibu di universitas harapan bangsa." ucap ibu Susi dan ketiga anak nya hanya manggut-manggut sembari sesekali menatap Dona yang sejak tadi tersenyum menatap ibu Susi dan ketiga anak nya.
Doni yang kini sudah tak penasaran lagi akan hubungan Dona dan ibu Susi di antara mahasiswi dan dosen itu, segera bertanya kepada ibu Susi.
"bapak kemana bu?"
"oh bapak ada dikamar nya sedang tiduran sembari menonton televisi nak. kamu kesana saja kalau mau bertemu dengan nya, bapak masih belum terlalu pulih untuk berjalan." setelah ibu Susi berkata begitu, Doni pamit dahulu kepada ibu Susi untuk menjenguk suami nya ibu Susi. lalu Doni berkata kepada Dona untuk mengakrabkan diri dahulu bersama ibu Susi dan ketiga anak nya. Dona tak keberatan akan saran dari Doni tersebut dan kemudian Doni beranjak dari duduk nya menuju kamar pak Yaris.
Setelah Doni berlalu, kini ibu Susi bertanya kepada Dona.
"bagaimana awal nya kamu bisa bertemu dengan nak Doni sampai berpacaran segala Dona???"
"cerita nya panjang bu. kalau dari inti nya saja, saya dan Doni bertemu ketika saya melamar pekerjaan di kantor nya sebagai sekertaris."
"ouh jadi begitu. syukurlah kalau kamu benar sudah bekerja sebagai sekertaris nya nak Doni. pasti kedua orang tua mu sangat bangga akan prestasi mu saat ini Dona. apa yang kamu impian kan selama ini, sekarang sudah menjadi kenyataan bukan???"
"benar bu. impian saya yang dulu hanya angan-angan saja untuk membahagiakan orang tua saya dengan saya bekerja di kantoran setelah wisuda, alhamdulilah kini sudah terwujud." ucapan dari Dona tersebut hanya dibalas senyuman oleh ibu Susi dan kemudian ibu Susi berkata kepada ketiga anak gadis nya yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan ibu nya dan Dona bercengkrama.
"kalau mau sukses seperti kak Dona, maka nya kalian bertiga jangan malas belajar ya!? contoh tuh kak Dona. ketika sekolah dan belajar, kak Dona adalah murid ibu yang paling rajin belajar dan mau berusaha semaksimal mungkin demi mata pelajaran yang ia sedang pelajari. hasil dari semua itu adalah kesuksesan dan kak Dona lah contoh nya." ujar ibu Susi kepada ketiga anak gadis nya dan Dona hanya tersenyum geli ketika menatap ketiga anak ibu Susi yang masih polos itu menuruti apa kata ibu nya tadi.
Di dalam sebuah ruangan kamar lumayan lebar, Doni sedang duduk di kursi sofa dekat ranjang tidur nya pak Yaris. lelaki berumur lima puluhan tahun itu sedang duduk bersandar ditembok yang menempel dengan ranjang nya sembari berbincang-bincang dengan Doni.
"bapak pikir kamu tak akan datang menengok bapak?"
"memang nya ada anak yang tega jika orang tua nya sakit seperti ini dan anak itu tak akan menjenguk nya pak???" ucapan dari Doni tersebut hanya dibalas senyuman berwibawa oleh pak Yaris seraya berkata.
"terima kasih nak. pertahankan watak mu dan sikap mu ini ya. jangan kecewakan orang yang percaya kepada mu nak." ucapan tersebut hanya dibalas anggukan oleh Doni dan kemudian Doni bertanya.
"bapak yakin besok mau masuk kerja lagi? jangan memaksakan diri jika masih belum pulih pak."
__ADS_1
"awal nya begitu nak. tetapi daya tahan tubuh bapak tiba-tiba Drop lagi dan seperti nya butuh sehari dua hari lagi untuk pulih dan sehat kembali nak." ujar pak Yaris dan Doni berkata agar pak Yaris beristirahat dahulu saja dan jangan memaksakan untuk masuk bekerja dahulu. ia pun berkata tentang semua pekerjaan pak Yaris itu, Doni yang akan menanggung nya selama pak Yaris masih belum pulih dari sakit nya. obrolan mereka masih berlanjut dan Doni nanti akan membicarakan teman nya yang akan melamar pekerjaan besok di kantor nya sebagai petugas kebersihan yaitu Office Boy atau Cleaning Service.