
ANAK Gadis tersebut sudah berada di jalan kampung nya dan sebentar lagi ia akan sampai di rumah nya. ketika mata nya menatap ke arah depan teras rumah nya, ada banyak orang-orang yang sedang berdatangan ke rumah nya. para warga yang berpakaian muslim dan muslimah itu ternyata sedang melayat di rumah nya Dona.
Bendera kuning baru saja akan di pasang di depan rumah nya oleh pak RT setempat. Dona yang sadar akan kejadian tersebut, segera berlari menuju rumah nya. air mata sudah berjatuhan di sela ia berlari dan orang-orang yang ada di depan rumah nya, hanya membiarkan Dona masuk ke dalam rumah nya tanpa permisi lagi.
Ketika Dona masuk ke dalam rumah nya, ibu nya sedang menangis menghadap sesosok tubuh yang terbaring. sosok tubuh itu terbujur kaku dan dari ujung kaki sampai ujung kepala, semua nya tertutup kain batik coklat.
Dona yang baru masuk dan sudah melepas sepatu nya itu, segera mendekati ibu nya yang duduk bersimpuh dan kemudian memeluk ibu nya sambil menangis. para pelayat yang masih ada didalam rumah itu segera menenangkan ibu dan anak itu.
Sebagian pelayat ada yang sedang membaca surah yang ada di dalam kitab suci umat islam. raungan tangis kedua nya semakin besar ketika Dona membuka kain penutup jenazah tersebut. kulit wajah nenek nya sudah terlihat pucat kaku dan Dona segera menutup nya lagi dan berkata meraung memilukan.
"nenek..! bangun nek..! heu..heu..heu..mengapa nenek cepat sekali pergi nya...?! ini Dona bawa uang buat berobat nenek..! heu..heu..heu.." ucap Dona sembari menangis dan telah membuka tas nya yang berisi nominal uang pecahan seratus ribuan banyak nya sekitar dua juta rupiah.
Ibu nya yang masih menangis itu segera berkata kepada Dona agar sabar dalam menghadapi kenyataan tersebut. anak gadis itu hanya mengangguk sembari masih menangis tersedu-sedu dan duduk bersimpuh memeluk ibu nya. uang yang sudah ia keluarkan dari tas nya ia berikan kepada ibu nya.
Ibu Dona yang bernama asli Permata Asihan itu, menerima uang tersebut dan bertanya kepada Dona tentang ia dapat uang itu darimana. anak gadis itu menjawab nya dan berkata uang tersebut diberi oleh Dosen nya yang bernama asli Susilawati dan Dona menjelaskan mengapa diri nya sampai di beri uang oleh Dosen nya itu. ibu Asih hanya memeluk anak nya seraya berkata kepada Dona agar menyampaikan rasa terima kasih ibu nya nanti kepada Dosen nya, jika Dona sudah masuk kuliah nanti. Dona hanya mengangguk dan kemudian ibu serta anak nya itu memandangi jenazah nenek Uminah yang masih terbaring kaku. sang nenek yang dulu nya sering mengasuh Dona semenjak ibu nya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman pak Randi dan ibu Dewi, kini telah tiada meninggalkan Dona dan ibu nya kepada tuhan yang maha kuasa.
Kejadian tersebut membuat hati sanubari Dona terpukul. badan nya sempat berguncang-guncang karena tangis nya dan hampir saja pingsan jika tak segera di tenangkan oleh para warga yang melayat di rumah tersebut. menurut ibu nya Dona, sang nenek meninggal setelah Dona berangkat kuliah pagi setelah hujan deras. firasat Dona kala itu hanya merasa risau saja dan pikiran nya seakan sedang rumit. bahkan ia menggerutu terus ketika menunggu angkutan umum ketika ia berada di halte bis pada pagi hari tadi.
__ADS_1
Tak seberapa lama, Ibu dan anak gadis nya itu segera meredakan tangis nya setelah pak RT masuk ke dalam rumah itu dan berkata.
"pak Ustad Komar dan para santri serta santriwati nya sudah datang ibu Asih. mereka yang akan memandikan jenazah nenek Uminah." ucap suara lelaki berumur tiga puluh sembilan tahun yang bernama pak RT Jaya.
Dona segera bangun dan membantu ibu nya bangun untuk berdiri agar para santri lelaki nya ustad tersebut leluasa ketika menggotong jenazah nenek nya Dona untuk di mandikan di samping rumah nya. para pelayat yang ada di dalam pun ikut bangun juga. tenda darurat yang terbuat dari terpal biru sudah terpasang untuk memayungi orang-orang yang akan memandikan jenazah tersebut. hal itu dikarenakan untuk berjaga-jaga jika hujan turun secara tiba-tiba.
Setelah jenazah nenek nya Dona di gotong dan kini sedang dimandikan oleh para santriwati atau santri perempuan, Dona langsung duduk lagi bersama ibu nya dan mereka mulai berbincang-bincang.
"mengapa nenek secepat itu meninggalkan kita bu..???" tanya Dona masih disela tangis sedih nya. ibu Dona yang kini sudah meredakan tangis nya dan masih dirundung kesedihan, mulai menjawab pertanyaan anak gadis nya itu.
"mungkin dengan meninggal nya nenek, allah sudah mengangkat penyakit nenek dengan cara seperti ini nak. ajal kita tidak ada yang tahu dan hanya allah saja yang tahu." ucap sang ibu disela duka nya menjawab pertanyaan itu kepada anak semata wayang nya.
"kamu yang sabar ya nak, kamu harus tetap giat belajar dan jangan lupa selalu berdoa. ingat pesan nenek mu ya nak." ucap ibu Asih kepada anak nya. Dona hanya mengangguk dan kedua nya telah menyeka air mata mereka yang masih membasahi pipi kedua nya.
Para pelayat yang awal nya berada di dalam, kini sudah kembali ke rumah nya masing-masing. tak seberapa lama kemudian, datang lah dua adik nya ibu Asih yang sudah menikah dan berkeluarga. dua adik bibi asih itu datang terlambat dan memakai mobil pribadi mereka masing-masing.
Dona dan ibu nya melongok ke arah luar pintu rumah nya ketika mendengar suara mobil berhenti. orang yang ada di dalam mobil itu sudah keluar mobil dan berjalan menuju rumah ibu Asih. kedua adik ibu Asih yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu sudah masuk dan menangis memeluk ibu Asih dan Dona. para istri dan suami adik nya ibu Asih pun ikut sedih juga mendengar nenek Uminah meninggal. mereka berbincang-bincang perihal sakit nya nenek nya Dona yang mendadak itu dan kedua adik nya bibi Asih merasa sedih karena tidak bisa hadir di saat terakhir ibu mereka menghembuskan nafas terakhir nya.
__ADS_1
Proses pemandian jenazah sudah selesai dan kemudian akan di kafani serta nanti di sholatkan setelah selesai shalat dzuhur. karena waktu itu adzan dzuhur mulai berkumandang dan beberapa orang yang hadir di situ segera beranjak menuju masjid di kampung itu untuk melaksanakan shalat dzuhur.
Di suatu tempat agak jauh dari kampung tersebut, Doni kini sedang berjalan bersama pak Ustad Rojak secara beriringan. Proses pemakaman jenazah kakek Sarkim telah selesai di semayamkan dan di doakan. para sanak keluarga dan para pengantar jenazah ke kuburan, kini telah pulang ke rumah nya masing-masing.
Setiba nya Doni dan pak Ustad Rojak di depan masjid al barjanji, kedua nya masuk ke dalam masjid itu untuk melaksanakan shalat dzuhur. hari itu adalah hari dimana Dona dan Doni merasakan Kehilangan Seseorang Yang Amat Berharga bagi mereka. awan mendung dan hujan deras di pagi sebelum nya, seakan menandakan kesedihan kepada orang-orang yang akan kehilangan dari salah satu sanak keluarga mereka dengan kematian tersebut.
Gerimis hujan serta awan mendung kini telah tiada dan sudah bergantikan cerah nya terik matahari di siang hari kala itu. proses shalat jenazah yang akan di lakukan oleh para warga kampung tempat Dona tinggal, kini telah berkumpul di dalam kampung tersebut.
Jenazah nenek Uminah telah di masukan ke dalam keranda mayat dan sudah di bawa menuju masjid untuk di shalatkan. Ustad Komar kini telah melakukan seperti yang pernah dilakukan oleh pak Ustad Rojak sebelum nya. setelah mereka selesai menyalati jenazah tersebut, kini mereka membawa nya untuk di makam kan dipemakaman yang berada di seberang jalan umum luar desa tersebut.
Dona dan keluarga besar nya, ikut mengantarkan jenazah nenek nya untuk di makamkan dan mereka kini sudah sampai dipemakaman tersebut. di sekitaran pemakaman tersebut, ada makam yang baru dikubur dan sudah dipastikan itu adalah makam nya kakek Sarkim.
Lubang kuburan kini sudah selesai di gali oleh sukarelawan penjaga makam dan kemudian proses pemakaman akan di mulai. Dona hanya diam sembari terisak tak terlalu keras. ibu nya berada di samping nya dan begitupun keponakan nya juga ada di tempat itu.
Dona segera melirik ke arah makam yang baru saja di kubur dan ia membatin.
"apakah itu makam dari salah satu keluarga lelaki yang menabrakku kala itu...???" ucap batin Dona dan ia kemudian terngiang-ngiang akan ingatan nya tentang pertemuan singkat nya dengan lelaki yang ia temui untuk yang kedua kali nya.
__ADS_1
...*...
...* *...