KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PERJALANAN PULANG


__ADS_3

DONA Yang sudah masuk ke dalam rumah nya itu, segera mendekati ibu nya yang terlihat sedang mencocokan pakaian yang ia kenakan. Dona melihat wajah ibu nya itu nampak senang sekali dan membuat Dona terenyuh dan tersenyum haru karena baru kali ini ia melihat sang ibu tersenyum girang. seperti nya ibu nya sangat senang sekali mendapatkan pakaian yang bagus dan terlihat sangat mewah itu.


Dona yang kini sudah duduk di dekat ibu nya itu langsung mendengar ibu nya berkata kepada Dona.


"coba kamu pakai yang ini sayang. bagus sekali bahan nya, lembut dan adem." Dona hanya tersenyum saja menatap ibu nya dan tak sadar air mata nya menetes karena haru melihat ibu nya yang terlihat sangat senang sekali. ibu Asih yang kala itu sedang mengambil satu potong pakaian untuk diberikan kepada Dona agar mencoba memakai nya, menatap Dona dan menjadi berkerut dahi seraya bertanya.


"mengapa kamu menangis sayang??"


"tidak apa-apa bu. Dona cuman terharu saja melihat ibu sangat senang dan bahagia seperti ini." ucapan dari Dona tersebut membuat sang ibu tersenyum dan langsung memeluk anak nya seraya berkata.


"nak, ibu senang dan bahagia karena kamu sudah membelikan ibu pakaian yang bagus-bagus seperti ini."


"tetapi yang membelikan semua ini Doni bu, Dona hanya memilih nya saja yang sekira nya cocok dan sesuai dengan yang ibu sukai."


"ya sama saja sayang. tanpa kamu, den Doni tak akan bisa bertemu dengan ibu lagi. walaupun kesempatan untuk bertemu sangat kecil dan mustahil terjadi."


"iya ibu iya. Dona mau ke kamar dulu bu mau tidur dan besok harus bekerja lagi."


"iya sudah nak. nanti ibu yang bereskan barang-barang ini." setelah ibu Asih berkata begitu, Dona langsung pergi ke kamar nya dan lagipula ia sudah mulai mengantuk.


Di sisi lain, Doni masih dalam Perjalanan Pulang menuju ruko pinangsia. ketika mobil nya sudah masuk ke dalam pintu keluar-masuk petugas parkiran. Doni melihat seseorang yang ia kenali dari arah kejauhan dan setelah mobil nya mendekat, ternyata orang yang Doni lihat adalah mbak Yuni yang seperti nya sedang bersama laki-laki. setelah Doni lihat-lihat secara jelas, ternyata laki-laki itu adalah Riko, yang tak lain suami nya mbak Yuni. Doni yang masih mengemudikan mobil nya menuju kantor nya itu berada, hanya bisa melihat sepasang suami istri itu sedang menuju mobil mereka yang terparkir. seperti nya kedua nya sudah makan malam di salah satu restorant cepat saji yang masih buka di sekitar ruko tersebut.

__ADS_1


Beberapa ruko sudah ada yang tutup dan termasuk ruko restorant pratama pun sudah tutup. Doni yang melihat hal itu hanya membatin saja dalam hati nya sambil berlalu mengemudikan mobil nya menuju ruko kantor nya berada.


"kata nya sudah bercerai?! mengapa mereka masih nampak lengket sampai bergandengan tangan segala??? jangan-jangan mbak Yuni sedang mencoba membohongi ku lagi dengan alasan nya itu!!! dasar wanita jalank!! apa maksud dibalik niat nya itu kepada ku sebenar nya???" ujar batin Doni dengan geram dan ia segera melupakan hal tersebut karena semakin di ingat-ingat semakin membuat Doni pusing dibuat nya.


Seteleh Doni memarkirkan mobil nya di halaman depan ruko kantor nya, ia lalu masuk ke dalam ruko yang pintu nya masih terkunci dan kini ia sedang membuka nya. setelah ia masuk, kemudian ia kunci lagi dari dalam. keadaan di luar dan dalam kantor itu sangat gelap sekali dan ternyata sejak sore tadi ia lupa tidak menyalakan semua area lampu kantor nya itu. lalu Doni menyalakan ponsel nya dan menjadikan senter ponsel nya untuk menerangi langkah nya. setelah Doni naik ke atas lantai dua dan tiba di tempat saklar lampu lantai tersebut, diri nya kaget karena ada benda jatuh berada tak jauh dari nya.


brakk!!


Doni yang kaget itu langsung menyalakan saklar lampu lantai tersebut dan ternyata benda yang jatuh tadi adalah kertas portofolio yang jatuh berserakan di lantai bersama sampul map nya.


Doni yang sudah meredakan kaget nya itu melihat tikus berlari dengan cepat nya melintasi arah depan nya menuju tangga turun ke lantai satu. setelah Doni dekati kertas yang berserakan itu, ternyata ia mencium bau makanan basi yang berada di dalam tempat sampah sekitaran meja kerja karyawan nya. Doni yang melihat hal itu segera berkata sedikit kesal seraya memaki.


Setelah selesai, Doni langsung bergegas naik ke lantai tiga dan setelah itu ia langsung melepas pakaian kerja nya. ketika ia mengambil handuk untuk mandi, seketika itu juga diri nya teringat akan ucapan dari Dona yang melarang Doni untuk mandi malam. Doni tetap saja masuk ke dalam kamar mandi bukan karena mau mandi, ia hanya akan cuci muka, cuci kaki dan menggosok gigi nya saja. setelah selesai, Doni langsung memakai pakaian tidur nya dan segera meraih ponsel nya untuk menghubungi pacar baru nya itu.


Doni kini merebahkan badan nya di ranjang nya dan masih menunggu balasan dari Dona. lama kelamaan Doni semakin mengantuk dan akhir nya pun ia tertidur juga dengan lelap nya. waktu terus berjalan dan yang tadi nya larut malam sekarang sudah berganti pagi hari. nada dering alarm kala itu membangunkan Dona dari tidur nya dan di pas jam itu, suara adzan subuh berkumandang. mata Dona yang masih sedikit lengket untuk melek itu, segera meraih ponsel nya yang ia taruh di dekat alarm yang sudah ia matikan tadi.


Jam masih setengah lima pagi buta dan Dona segera mengecek ponsel nya dan ternyata pesan Doni yang semalam di kirim baru Dona buka di pagi buta tersebut. ia hanya tersenyum karena mendapat pesan whatsapp romantis dari Doni yang isi nya adalah ucapan selamat tidur kepada Dona seraya memakai emot ciuman mesra. lalu Dona membalas nya dengan panggilan telepon karena Dona berniat ingin membangunkan Doni untuk melaksanakan shalat subuh. suara panggilan telepon terdengar berkali-kali dari ponsel Doni yang berada tak jauh dari nya dan tak lama Doni langsung tersentak bangun dari tidur nya.


Ia langsung meraih ponsel nya dan segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"halo sayang? maaf aku ketiduran." ucap Doni disela suara sumbang sehabis bangun dari tidur nya.

__ADS_1


"sudah pagi woi! masih tidur mulu! sana buru mandi sayang. sudah waktu nya shalat subuh." balas suara perempuan dari ponsel Doni yang tak lain adalah suara Dona.


"iya bawel ku, cintaku, sayangku, muachh."


"ihhh lebay...! sana gih buru, jangan tidur lagi sayang!" tegas suara Dona dan Doni langsung menjawab nya.


"video call sebentar boleh ya???"


"enggak! sana mandi!"


"sebentar saja sayang, aku ingin melihat wajah calon istri ku yang baru bangun tidur ini. boleh ya???"


"muka ku kusut! sudah ah aku mau mandi!" setelah Dona berkata ketus begitu, panggilan telepon berakhir karena Dona yang mematikan panggilan tersebut.


Doni hanya nyengir kuda saja ketika mendengar ucapan ketus dari Dona tadi. ia masih berbaring di ranjang nya dan mengingat-ingat apa yang sudah ia jalani dengan Dona baru-baru ini. di sela ia merenung, ia segera teringat akan poto Dona yang sebelum nya iya potret secara diam-diam dan kali ini Doni sedang melihat poto tersebut di layar ponsel nya dan berkata dalam hati.


"pasti dia kaget jika aku usili dengan mengirim poto nya yang sedang garuk-garuk kepala ini." setelah membatin begitu, Doni langsung mengirim nya kepada Dona dan ia kini bangun untuk mandi pagi dan setelah itu ia akan melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan di pagi hari tersebut.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2