KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
INTERVIEW PETUGAS SPA DAN SAUNA


__ADS_3

LELAKI Yang diperkirakan berumur tiga puluh delapan tahunan itu sedang di Interview oleh pak Yaris dan Doni. lelaki itu mengenalkan nama nya kepada pak Yaris dan Doni dengan nama 'Taufik'. lelaki itu mengaku sudah beristri dan memiliki anak dua yang kedua nya sudah sekolah dasar atau SD.


Interview yang dilakukan untuk menjadi karyawan di kantor tersebut sedang dilakukan pemeriksaan berkas-berkas lamaran kerja dari pak Taufik tersebut. Doni kala itu sedang bertanya kepada pak Taufik di sela pak Yaris melihat isi-isi lamaran pak Taufik tersebut.


Terdengar suara Doni bertanya kepada pak Taufik, bapak dua anak tersebut.


"bapak tinggal dimana memang nya..???"


tanya Doni kepada pak Taufik.


"saya tinggal di kampung rambutan dan berada di dekat pasar senen. jarak dari ruko ini ke kampung rambutan agak jauh pak Doni." jawab pak Taufik dan ia sudah mengenal siapa Doni dan pak Yaris. Doni agak tersentak kaget mendengar nama kampung rambutan disebut oleh lelaki pelamar kerja itu. Doni hanya manggut-manggut saja dan sudah bisa menguasai rasa kaget nya itu.


Sebelum nya mereka sudah berkenalan nama dan pak Yaris mengenalkan Doni sebagai CEO pemilik perusahaan tersebut dan pak Yaris berkata bahwa diri nya adalah HRD sekaligus sekertaris CEO di kantor CV.Group Perkasa. pak Taufik orang nya sopan dan berkata hanya seperlu nya saja. jika tak di tanya, ia hanya diam saja dan Doni lah yang sengaja bertanya-tanya kepada pak Taufik agar keadaan di ruangan tersebut tak terlalu senggang dan sepi.


Setelah pak Taufik menjawab pertanyaan Doni tadi, pak Yaris kini ganti bertanya setelah membaca isi semua berkas lamaran milik pak Taufik.


"sebelum melamar ke tempat ini, bapak Taufik ini pernah bekerja menjadi Petugas keamanan di suatu tempat ya..???"


"iya pak. saya pernah bekerja menjadi petugas keamanan di suatu ruko." ujar pak Taufik membalas pertanyaan pak Yaris.


Doni yang penasaran segera bertanya kepada pak Taufik.

__ADS_1


"ruko apa yang pernah bapak jaga itu..???"


"anu pak..saya ragu menyebutkan nya..." ucap pak Taufik meragukan apa yang akan ia ucapkan. kemudian pak Yaris berkata kepada pak Taufik serta Doni.


"saya paham dengan pekerjaan pak Taufik ini sebelum nya. di riwayat pekerjaan lamaran kerja bapak ini, hanya bertuliskan pernah bekerja di tempat ruko Spa Dan Sauna sebagai petugas keamanan ditempat tersebut."


"apa itu Spa dan Sauna pak..???" tanya Doni kepada pak Yaris. ia penasaran dan membuat pak Taufik heran dengan pertanyaan Doni tersebut.


Pak Yaris yang paham akan rasa heran dari raut wajah pak Taufik kepada pertanyaan Doni, segera menjelaskan nya kepada kedua nya.


"menurut sepengetahuan saya, tempat seperti itu adalah untuk orang-orang yang ingin merelaksasikan badan nya sehabis bekerja. Spa adalah sebutan orang yang akan melakukan terapi fisik seperti di pijat refleksi di seluruh badan nya oleh karyawan Spa tersebut. karyawan tempat tersebut ada yang dari laki-laki dan perempuan. tergantung para customer ingin di pijat nya oleh siapa dan kemudian ada tempat nya masing-masing seperti kamar pribadi untuk melakukan terapi fisik tersebut. sedangkan Sauna, adalah pemandian air panas dan ruangan yang sudah di panaskan dengan mesin Uap yang dapat membuat tubuh kita berkeringat tanpa harus berolahraga. tempat Sauna tersebut adalah tempat yang cocok untuk orang-orang yang malas berolahraga. dengan hanya berendam di dalam air panas dan berdiam diri di ruangan Uap panas saja, maka dengan sendiri nya keringat dan lemak didalam tubuh kita akan menguap dengan keluar nya keringat tersebut. itulah arti dari Spa dan Sauna nak Doni, apakah ucapan saya benar pak Taufik..???" ujar pak Yaris bertanya.


"apakah pak Taufik pernah melakukan Spa dan Sauna di tempat kerja bapak..???" tanya Doni dan membuat pak Taufik menjadi salah tingkah di buat nya.


Pak Yaris yang awal nya tak jadi bertanya kepada pak Taufik akibat pertanyaan Doni tadi, kini pak Yaris mencoba bertanya kepada pak Taufik.


"apakah di tempat bapak bekerja dulu, ada pijat plus-plus nya..???" ucapan dari pertanyaan pak Yaris itu semakin membuat pak Taufik gelisah dan Doni malah semakin bingung dengan ucapan pertanyaan pak Yaris tersebut.


Doni anak polos dan tidak tahu apa itu 'Pijat Plus-Plus'. mendengar nama Spa dan Sauna saja ia baru pertama kali nya mendengar, apalagi pijat plus-plus. Doni yang mencoba mengartikan ucapan pertanyaan pak Yaris itu segera terhentikan oleh ucapan pak Taufik.


"sebenar nya saya memang sering melakukan Spa dan Sauna di tempat tersebut. tetapi saya hanya mandi air panas dan sauna uap nya saja. kalau spa pijat oleh karyawan perempuan nya, saya tak berani karena saya sudah punya istri dan hanya buang-buang uang saja jika hanya minta pijit kepada karyawan spa itu." ujar pak Taufik berkata jujur dan membuat Doni masih diam mematung.

__ADS_1


Pak Yaris yang masih penasaran itu segera bertanya kembali kepada pak Taufik.


"apakah pak Taufik boleh jujur jika saya bertanya yang bukan-bukan tentang tempat tersebut..???" tanya pak Yaris dan pak Taufik hanya mengangguk setuju seraya berkata.


"silahkan pak. lagi pula saya sudah tidak bekerja di tempat itu lagi."


"apakah bapak Taufik dipecat atau mengundurkan diri kerja di tempat tersebut..???" tanya Doni penasaran.


Pak Taufik lalu menatap pak Yaris dan Doni secara bergantian. kemudian pak Yaris berkata.


"jawab saja pertanyaan dari nak Doni ini pak Taufik." ujar pak Yaris dan pak Taufik kemudian menjawab pertanyaan Doni tersebut.


"saya sebenar nya di pecat dari pekerjaan tersebut akibat kelalaian saya dalam bekerja. kala itu memang sedang jam makan siang dan saya lupa tidak membangunkan teman saya yang sedang istirahat di ruangan satpam. saya malah pergi mencari warung makan tanpa saya sadari, ada satpol pp yang sedang berkeliling di sekitaran ruko tersebut. sekumpulan pak satpol itu ternyata sedang bertugas mengamankan para ruko yang buka agar selalu mengikuti peraturan dari pemerintah. akibat wabah penyakit tahun ini, segala peraturan sudah di tetapkan oleh pemerintah dan di tempat saya bekerja itu, para karyawan dan customer nya tidak ada yang memakai masker jika mereka sedang berada di dalam ruko tersebut. ketika saya pulang beli makanan menuju ruko tersebut, para karyawan serta customer semua nya di keluarkan dari ruko tersebut beserta Bos nya berkumpul di ruangan parkir. ternyata, mereka banyak yang kepergok sedang melakukan hubungan tak senonoh di ruangan khusus pijat itu. para satpol pp memergoki semua nya, karena mereka nekat masuk ke dalam ruko tersebut. saya sebagai penjaga ruko tersebut langsung di pecat oleh bos ruko itu dan saya langsung di ancam oleh Bos itu. awal nya saya akan di denda oleh Bos saya itu akibat kelalaian saya dalam bekerja dan menghancurkan pekerjaan Bos saya itu. tetapi para satpol pp itu membela saya dan akan menolong jika Bos tersebut main hakim sendiri dengan ancaman tersebut. saya sudah memohon meminta maaf dengan alasan saya memang lupa tak memberitahukan kepada teman saya untuk bergantian berjaga. para satpol pp itu semua nya memaklumi pekerjaan saya yang seperti itu. akibat kelalaian saya itu, ruko tempat tersebut di tahan selama seminggu setelah Bos pemilik tempat perzinahan itu di sidang atas kelakuan nya itu menjadikan usaha nya sebagai tempat prostitusi perzinahan. saya merasa bersalah dan sudah meminta maaf kepada Bos saya kala itu dan tetap tuntutan dipecat sudah berlaku bagi saya. begitulah cerita saya mengapa bisa di pecat dari tempat tersebut." ujar pak Taufik menceritakan pengalaman kerja nya yang amat pahit kepada pak Yaris dan Doni.


Doni dan pak Yaris hanya manggut-manggut memahami cerita dari mantan petugas keamanan di tempat kerja yang sering disebut dengan tempat pijat plus-plus yang berkedok terapi fisik dan pemandian air panas.


Memang tak semua nya pekerjaan itu selalu halal dan haram. semua nya itu tergantung kita yang menilai pekerjaan tersebut. seperti yang pernah di rasakan oleh pak Taufik, ia bekerja ditempat yang terbilang kotor karena uang hasil dari pekerjaan karyawan nya tersebut terbilang uang panas dari hasil jual diri. tetapi pak Taufik selalu mensyukuri itu karena ia hanya tahu bekerja dengan iklas demi menafkahi istri dan anak nya. halal dan haram hanya tuhan yang dapat memastikan nya dan sebagai manusia, kita hanya perlu memahami dan mengambil hikmah nya dari kejadian tersebut. jika menimpa kita, mungkin itu akan menjadi pertimbangan pikiran dan perasaan masing-masing. seperti yang kini sedang di rasakan oleh pak Yaris dan Doni terhadap cerita pengalaman kerja dari pak Taufik.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2