KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
MANTAN PACAR


__ADS_3

KURSI TAMAN berhadapan Yang kosong menjadi tempat duduk nya Doni dan Dona, Andi serta Asri. terlihat Doni sedang berkata menasehati Andi dan Astri yang menunduk patuh ketika Doni menasehati nya.


"kalian berdua yang harus nya jangan belagu! menyuruh Dona untuk tidak belagu tetapi kalian berdua lebih belagu dari seorang gembel! aku mendengar jelas apa yang kalian berdua katakan tadi kepada calon istri ku ini!. asal kalian tahu, pangkat jabatan kalian di perusahaan ku itu lebih rendah dibandingkan jabatan Dona. mungkin kalian hanya pernah mendengar nama sekertaris ku saja tanpa tahu rupa nya. sekarang kalian bisa lihat bahwa Dona adalah sekertaris ku di kantor utama CV.Group Perkasa."


"maafkan kami bos." ujar Andi masih duduk menunduk dan Astri pun berkata juga.


"saya juga meminta maaf bos. saya hanya ikut-ikutan Andi saja bos. sumpah tak ada niat mau menjelekan calon istri bos itu." Doni yang mendengar kata maaf dari kedua orang itu yang ternyata adalah karyawan nya Doni yang bertugas di restorant cabang empat yang berada di jogyakarta, segera berkata lagi.


"baik aku maafkan kesalahan kalian ini. tetapi kalian harus meminta maaf juga kepada Dona."


"maafkan aku Dona." ujar Andi dan Astri pun berkata begitu juga. kemudian Dona berkata kepada kedua nya bahwa ia sudah memaafkan kesalahan Andi dan Astri itu.


Setelah itu Doni bertanya kepada Astri dan Andi.


"kalian berdua habis dari mana dan mau kemana?"


"kami habis pulang nonton bioskop bos Doni."


"iya bos, sekarang kami mau pulang." ujar Astri dan Doni lalu berkata.


"yasudah kalau kalian mau pulang. aku harap jika kalian sudah masuk bekerja, kalian jangan bekerja sambil berpacaran ya. awas lho! aku bisa tak segan-segan untuk memecat kalian berdua." ucap Doni sedikit mengancam dan Andi serta Astri berkata menuruti ucapan Doni tadi dengan penuh kepatuhan.


Setelah percakapan mereka selesai, Doni menyuruh anak buah nya itu untuk pergi pulang dan kedua nya menuruti nya. tetapi sebelum pamit pulang, kedua nya bersalaman lagi kepada Dona dan Doni dengan sopan. setelah kepergian dua orang tadi, Dona segera berkata kepada Doni.


"itulah Mantan Pacar ku yang sudah pernah aku ceritakan kepada mu ketika di mobil sebelum kita pergi ke rumah pak Yaris." Doni yang mendengar hal itu langsung menjawab nya.

__ADS_1


"hmm begitu. tak kusangka Andi pernah menjadi mantan mu dulu. apakah kamu masih ada rasa kepada nya sayang?"


"ya enggak lah sayang! rasa perasaan cinta dan suka ku sekarang hanya tertuju kepada mu saja dan tak ada yang bisa menggantikan nya." ujar Dona dan kini ia sedang mengunyah gorengan yang ia pesan tadi dan Doni pun ikut memakan nya juga sembari berkata.


"aku harap rasa cinta dan suka kita berdua, akan terus tumbuh sampai kita menjadi kakek dan nenek."


"amin sayang." ujar Dona dan kemudian Doni mencium kening Dona dengan lembut nya. kini mereka berdua lanjut makan gorengan lagi dan sembari memperbincangkan masa depan yang akan mereka jalani nanti setelah menikah.


Kepergian Andi dan Astri yang sudah masuk ke dalam mobil milik pribadi nya Astri dan membuat kedua nya mengobrol memperbincangkan Doni yang berpacaran dengan Dona.


"aku pikir bos Doni itu adalah orang yang dingin terhadap perempuan. ternyata sekertaris nya sendiri pun ia jadikan pacar nya, benar-benar tak mengerti aku." ujar Astri dan Andi segera menimpali nya.


"menurut ku wajar saja kalau bos Doni menyukai Dona, karena kecantikan Dona itu dapat memikat hati siapa saja."


"termasuk diri mu?" tanya Astri kepada Andi.


"yasudah kalau begitu. ayo kita pulang ke hotel tempat kita menginap sayang, besok kita harus berangkat lagi ke jogya untuk bekerja."


"iya sayang." ujar Andi dan kini ia mengemudikan mobil nya menuju hotel tempat mereka menginap sementara.


Doni dan Dona yang duduk merapat sembari memakan gorengan itu, kini menyudahi nya setelah gorengan yang mereka makan habis. setelah minum air mineral, kedua nya berjalan lagi menuju tempat pedagang martabak berada. Dona dan Doni ingin membelikan nya untuk ibu Asih yang doyan sekali terhadap martabak. setelah lama nya mereka memesan dan sudah membayar nya, kini mereka kembali ke mobil Doni terparkir berada. setelah masuk ke dalam mobil, Doni segera mengemudikan mobil nya menuju rumah ibu Asih di kampung duren berada. waktu hampir menunjukan pukul sepuluh malam dan mobil Doni sudah tiba di depan rumah ibu Asih. setelah memarkirkan mobil, Doni dan Dona turun dari mobil dan berjalan menuju rumah ibu Asih.


Pintu rumah itu dibuka dan nampaklah ibu Asih yang menatap kedatangan Dona dan Doni. setelah Doni dan Dona masuk ke dalam rumah ibu Asih, Dona memberikan martabak yang ia pesan tadi kepada ibu nya.


"wah terima kasih sayang." ujar sang ibu sembari memeluk anak nya dan Doni lalu berkata.

__ADS_1


"yasudah Doni pamit dulu ya bu, Dona."


"baru juga jam berapa sayang." ujar Dona dan ibu nya menimpali.


"iya den. lagian sudah larut malam, takut para warga mencurigai yang bukan-bukan."


"iya sudah bi." ujar Doni lalu mencium punggung tangan ibu Asih dan Dona kemudian mengantar Doni pergi ke mobil nya.


Setelah kedua nya berada di samping pintu mobil Doni, seperti biasa Doni meminta ciuman perpisahan kepada Dona. setelah itu, Doni langsung pamit pulang dan Dona masuk kembali ke dalam rumah nya. ibu Asih yang sedang duduk di kursi ruangan tamu sembari membuka martabak bungkus tadi, segera didekati oleh Dona yang duduk di sebelah nya. kemudian Dona berkata kepada ibu nya.


"bu, soal ucapan ibu yang bertanya tentang Doni yang mau menikahi Dona itu. sudah dijawab oleh nya tadi ketika Dona dan Doni berada di rumah pak Yaris."


"apa kata nya sayang??" tanya ibu Asih penasaran.


"kata Doni, ia akan menikahi Dona jika nanti sudah selesai membuat rumah yang berada di samping rumah ini."


"jadi ia ingin membuat rumah dulu, setelah itu lalu menikahi mu?"


"iya ibu. pak Yaris pun berkata bahwa ia nanti akan mencarikan mandor yang tepat untuk membangun rumah yang akan Doni bangun itu."


"memang nya den Doni mau membuat rumah yang seperti apa sayang??" pertanyaan ibu nya itu membuat Dona teringat lagi akan ucapan Doni yang ingin membuat rumah seperti rumah Doni yang dulu ketika ayah nya masih hidup. Dona menjelaskan nya lagi apa yang Doni katakan kepada nya itu, kini Dona katakan kepada ibu Asih.


Ibu Asih hanya manggut-manggut paham dan kemudian berkata.


"syukurlah kalau den Doni mau membuat rumah yang mirip seperti rumah nya dulu, karena banyak nya kenangan di rumah itu." ujar Ibu Asih. Dona lalu berkata kepada ibu nya bahwa ia ingin berganti pakaian dulu ke kamar nya dan ibu nya pun mengizinkan. di perjalanan, Doni hampir sampai ruko tempat nya tinggal selama ini. setelah ia masuk ke dalam ruko nya nanti, ia akan langsung tidur karena hari itu membuat nya cukup lelah karena banyak nya aktivitas yang ia lakukan sampai membuat nya menguap beberapa kali di dalam mobil nya. besok adalah hari minggu dan seperti biasa Doni akan melakukan kegiatan olahraga nya dan kegiatan Doni pada hari minggu nya nanti tak akan kemana-mana selain mengurung diri dikamar sembari ditemani pacar nya yaitu Dona melalui ponsel nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2