KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PEWARIS TUNGGAL


__ADS_3

PEMUDA Tampan yang bernama Doni Pratama tadi sedang berjalan menuju ruko kantor tempat nya tinggal saat ini. sudah tiga hari dua malam ia tinggal di dalam kantor lantai tiga yang dulu nya adalah bekas tempat mendiang ayah nya tidur semasa masih hidup dan mengelola perusahaan besar nya itu.


Pemuda tampan itu ternyata sudah selesai menelepon pak Yaris dan ia kini telah membuka pintu kantor yang sebelum nya ia kunci. Doni sudah masuk dan sudah mengunci pintu kantor itu lagi dengan kunci serep yang ia bawa. kemudian ia naik ke lantai dua menuju lantai tiga yang isi nya adalah kamar yang luas serta perabotan yang seperti kamar sebuah apartemen mewah.


Sebelum nya, ketika pulang dari restoran tempat ia makan. diri nya di telepon oleh pak Yaris dan kedua nya berbincang-berbincang tentang pak Joko karyawan yang songong dan yang sekarang sudah di pecat itu. pak Yaris berkata kepada Doni tentang siapa pak Joko itu sebenar nya.


Menurut pengakuan pak Yaris kepada Doni, pak Joko adalah orang yang pertama kali menjadi karyawan di restoran milik mendiang ayah nya Doni. restoran yang tak sengaja Doni kunjungi karena kepepet lapar itu, dulu nya adalah cabang pertama dari ketujuh cabang restoran yang di miliki ayah nya Doni. restoran yang Doni kunjungi itu adalah tempat awal mendiang ayah nya Doni merintis usaha nya dan merekrut beberapa karyawan serta mengajak pak Yaris agar membantu mengelola restoran tersebut.


Sekian lama restoran itu berkembang pesat dan sampai memiliki tujuh cabang yang berbeda tempat di setiap daerah nya. restoran yang Doni kunjungi adalah restoran cabang pertama yang berada di jakarta dan masih tersisa empat lagi yaitu, cabang ke dua berada di bandung, cabang ketiga berada di jogja, cabang ke empat berada surabaya, dan cabang kelima berada di bali.


Sedangkan cabang yang ke enam dan ketujuh, berada di daerah banten dan itupun sudah di jual oleh ibu Dewi semasa diri nya mendapat warisan dari mendiang suami nya yang bernama Randi Pratama. kelima cabang perusahaan restoran tersebut di kelola oleh pak Yaris sepeninggal nya mendiang pak Randi dan sampai sekarang sudah dialih kepemilikan nya kepada anak tunggal nya pak Randi yang bernama Doni Pratama.


Ketika masih hidup dan belum sakit-sakitan, mendiang ayah nya Doni pernah berkata kepada pak Yaris tentang karyawan setia nya yang bernama pak Joko. perkataan mendiang pak Randi itu adalah, sudah mulai kecewa akan tanggung jawab pak Joko selaku karyawan yang sudah ia percayai itu. ketika pak Joko awal nya di angkat menjadi ketua karyawan di restoran tersebut, kerja nya semakin hari semakin terlihat malas serta bekerja semau diri nya sendiri. kala itu, restoran tersebut belum di pasang kamera pengawas atau CCTV. mendiang pak Randi tahu akan hal itu semuanya, dari ungkapan pengakuan dari karyawan bawahan nya pak Joko ketika masing-masing di tanyai kejujuran nya oleh pak Randi. ungkapan cerita mendiang ayah Doni itu sudah lama sekali dan pak Yaris masih bungkam akan soal itu sampai waktu nya ia mendapatkan bukti yang nyata.

__ADS_1


Untuk mendapatkan bukti yang nyata dan alasan yang pasti untuk memecat pak Joko, kemudian pak Yaris memiliki ide untuk memasang kamera pengawas tempat tersebut dan mengutus seorang karyawan kantor nya yang sudah naik jabatan sebagai seorang menejer untuk memantau pekerjaan karyawan di restoran tersebut terutama pak Joko. mbak Yuni adalah karyawan yang di pilih tersebut dan selama ini mbak Yuni pura-pura menjadi menejer yang baru di restoran tersebut. padahal diri nya adalah karyawan kepercayaan pak Yaris dan sudah lumayan lama bekerja di kantor CV.Group Perkasa sebagai menejer nya pak Yaris.


Menurut cerita pak Yaris kepada Doni kala di telepon sebelum nya, awal nya pak Joko orang yang rajin dan sopan terhadap siapapun. tetapi itu ketika dirinya masih menjadi karyawan biasa dan belum naik jabatan seperti sekarang ini. pak Joko di angkat resmi oleh mendiang pak Randi, karena atas penghargaan nya bekerja sebagai karyawan yang rajin dan rela kerja lembur demi kemajuan restoran tersebut.


Penghargaan itu adalah naik nya jabatan dan gaji bulanan nya pak Joko. tetapi, jabatan itu malah di salah artikan oleh pak Joko karena ia menganggap derajat diri nya lebih tinggi dari karyawan bawahan nya. ia menyangka diri nya memiliki hak untuk mengatur semua yang berhubungan dengan atasan. di situlah pak Joko mulai dihinggapi rasa sombong dan songong serta ambisi nya sebagai orang yang terpandang akan jabatan nya itu.


Gerak-gerik pak Joko selalu di pantau oleh CCTV dan mbak Yuni selaku menejer restorant tersebut. laporan demi laporan selalu di kirimkan oleh mbak Yuni kepada pak Yaris dan itu adalah cara yang tepat untuk memata-matai karyawan yang kerja nya seenak diri nya sendiri. rencana pak Yaris akan memecat pak Joko sudah terkumpul bukti nya dan hanya menunggu waktu yang tepat saja untuk memecat pak Joko.


Rencana pak Yaris yang awal nya menunggu pak Joko membuat masalah, kini telah berhasil dan itupun terjadi tanpa direncanakan sebelum nya. permasalahan yang di alami Doni itulah bukti yang kuat untuk memecat pak Joko serta membeberkan tentang diri nya yang bermalas-malasan bekerja dan hanya memakan gaji buta saja.


Kejadian tersebut membuat Doni semakin ingin belajar terus tentang cara menghargai orang lain terhadap bawahan nya seperti pak Yaris dan karyawan kantor serta karyawan restoran lain nya. tanpa belajar pun sebenar nya Doni sudah terdidik sebagai orang yang tahu adab dan sopan santun. ketika semasa sekolah, anak itu rajin juga belajar ilmu agama dan hapal akan tata krama yang harus dilakukan dalam agama islam tentang menghargai orang yang lebih muda dan lebih tua dari nya. ingatan tersebut hanya Doni simpan dalam hati nya dan ia kini sudah masuk ke dalam kamar lantai tiga ruko kantor tersebut.


Anak muda itu sekarang sedang tiduran di ranjang yang empuk dan berseprai kain putih yang lembut. ia segera merogoh kantung celana jeans pendek nya dan mengecek handpone nya karena ada pesan whatsapp dari seseorang yang ia pikir pasti itu dari pak Yaris. ketika Doni melihat isi pesan tersebut, ternyata orang yang mengirim pesan itu bukan pak Yaris dan malah seorang perempuan cantik yang sudah bertemu dengan nya kala di restoran milik mendiang ayah nya itu. orang itu adalah mbak Yuni selaku menejer di restoran milik mendiang ayah nya Doni.

__ADS_1


Anak muda tersebut sedang membaca isi pesan tersebut yang berbunyi.


"permisi Bos Doni, saya adalah Yuni Handayani selaku menejer di restoran yang Bos Doni kunjungi tadi. saya menghubungi Bos Doni hanya untuk meminta maaf soal pak Joko yang tak punya rasa sopan kepada Bos Doni tadi. ia sebenar nya tak tahu Bos Doni adalah Pewaris Tunggal nya perusahaan milik mendiang pak Randi. sekali lagi saya minta maaf dan mewakili permintaan maaf dari pak Joko. saya harap Bos Doni memaafkan kesalahan pak Joko dan saya pribadi. saya mendapatkan nomor Bos Doni ini dari pak Yaris, dan saya berterima kasih kepada Bos Doni bila memaklumi pesan saya ini." ujar tulisan pesan whatsapp yang dikirim menejer cantik yang bernama mbak Yuni kepada Doni.


Anak muda itu hanya bergumam tanpa berkata-kata dan kemudian membalas isi pesan tersebut dengan balasan.


"saya sudah memaafkan kesalahan karyawan yang tadi, mbak Yuni. kapan-kapan saya berkunjung lagi ke restoran itu untuk berbincang-bincang dengan mbak Yuni perihal tentang membahas tata cara operasional standar prosedur atau ketetapan peraturan yang dituliskan oleh atasan untuk karyawan yang bekerja di tempat itu." ujar Doni membalas pesan itu dengan kata-kata yang dewasa. sambil menunggu balasan dari mbak Yuni, Doni merenung menunggu mata nya lelah dan mengantuk.


Sebenarnya Doni bukanlah anak yang pongah dan bodoh akan sesuatu. ia tahu akan sistem peraturan kerja yang baik itu seperti apa dan bagaimana. ia tahu itu karena ia adalah lulusan terbaik di sekolah nya dan menyandang peringkat satu. segala mata pelajaran ia kuasai dan tentu saja tak menjadikan alasan nya untuk sombong dan sok tahu akan hal tersebut. setelah membalas pesan mbak Yuni tersebut, Doni kemudian meletakan ponsel nya itu disamping nya. lalu ia hanya menatap langit-langit kamar nya dan terbayang masa sekolah nya yang cukup menyedihkan untuk dikenang.


Kenangan menyedihkan yang di bayangkan Doni adalah, pakaian yang pernah ia kenakan semasa sekolah yang ukuran nya sudah kecil dan kusam. ia memakai pakaian itu selama tiga tahun dimulai kelas satu SMA sampai ia lulus sekolah. Doni pun membayangkan masa sekolah nya yang penuh dengan perjuangan dalam mempelajari mata pelajaran yang ia pelajari. ibarat pepatah, 'apa yang akan kau tanam dan itulah hasil yang akan kau tuai'. dalam artian nya adalah, kerja keras Doni semasa sekolah nya dalam mempelajari mata pelajaran nya itu. kini hasil dari kerja keras nya itu, telah membuahkan hasil karena terbukti telah membantu nya dalam kesulitan yang ia alami ketika pertama diangkat menjadi pewaris tunggal perusahaan tersebut sampai permasalahan yang ia alami saat itu juga. mungkin sampai seterus nya jika permasalahan yang ia hadapi itu menyangkut hak asasi manusia, kesopanan dan perusahaan nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2