KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
BAYI MALANG YANG TERBUANG


__ADS_3

ESOK HARI Telah tiba. seperti biasa pada pagi hari yang terlihat masih sedikit gelap itu, Doni sedang berolahraga di area depan ruko kantor nya berada. pada saat ia lari-lari kecil di jalanan ruko itu, ia mendengar suara tangisan bayi di sekitaran tempat tong sampah. rasa heran dan penasaran membuat Doni mencoba mendekati nya. di atas tumpukan bungkusan sampah-sampah di dalam plastik itu, di atas nya ada sekotak kardus sebesar ukuran kardus mie terlihat sedikit bergerak-gerak. suara tangisan bayi semakin terdengar jelas oleh Doni dan ketika Doni sudah dekat, ia mencoba membuka kardus yang tertutup lakban itu. tetapi rekat nya lakban itu tak bisa dibuka oleh tangan Doni dan Doni berinisiatif akan membawa nya ke ruko kantor nya.


Doni segera mengambil kotak kardus itu dan membawa nya ke tempat ruko kantor nya berada. setelah ia membawa nya masuk, ia segera membuka lakban itu dengan gunting dan tangan nya mulai gemetaran. setelah terbuka, Doni kaget setengah mati apa yang ia lihat itu ternyata adalah seorang bayi perempuan yang masih terlihat basah oleh darah yang bercampur anyir air ketuban. Doni tiba-tiba saja pucat pasi menatap bayi mungil yang tanpa kain penutup tubuh nya karena terlihat masih ada kulit ari-ari di pusar nya. Doni segera sadar bahwa itu adalah bayi yang dibuang oleh orang tua nya dan ia segera bergegas mengambil selimut yang ada di lantai tiga agar bayi itu tak kedinginan.


Setelah Doni turun lagi, ia langsung menutupi tubuh bayi yang terus menangis memilukan itu dan seketika membuat air mata Doni meleleh karena ia sedih melihat bayi yang dibuang itu.


"tega sekali orang tua yang membuang bayi cantik ini! dasar manusia berakhlak binatang!" geram Doni dalam hati nya dan ia segera sadar bahwa bayi itu butuh susu. Doni segera beranjak dari dalam ruko itu dan mengunci pintu nya dari luar. ia akan membawa bayi itu pergi ke rumah nya ibu Asih dan Doni akan meminta tolong ibu Asih untuk mengurus bayi tersebut.


Kini Doni sudah masuk ke dalam mobil dan menyimpan kotak kardus berisi Bayi Malang Yang Terbuang itu. Doni sesekali menenangkan bayi yang terus menangis itu di sela menyetir nya menuju rumah ibu Asih sampai bayi tersebut tertidur dengan sendiri nya. waktu baru saja menunjukan pukul setengah tujuh pagi dan di area jalanan umum masih nampak sepi sekali dan membuat Doni leluasa untuk menambahkan kecepatan laju mobil nya sampai menuju rumah ibu Asih tanpa harus terhalang kemacetan jalan raya tersebut. kini Doni sudah memasuki gang kampung duren dan tak lama ia sampai di depan rumah nya ibu Asih.


Ibu Asih terlihat nampak sedang menyapu halaman rumah nya dan Doni segera keluar dari dalam mobil nya sembari membawa kardus isi bayi itu. ibu Asih sejak tadi menatap Doni dengan heran karena membawa kardus sebesar kardus mie instant itu dan terdengar Doni memanggil ibu Asih.


"bi..., kemari bi." ujar Doni dan kini ia sudah mendekati ibu Asih yang heran menatap nya.


"ada apa den?? apa yang kamu bawa itu??"


"ini bi. bayi, Doni menemukan nya di tempat sampah ruko pinangsia tempat kantor Doni berada bi."


"hah?!! masya allah! mana coba bibi lihat!?" setelah berkata begitu, Doni membuka kardus itu dan nampaklah bayi mungil yang ditutupi selimut itu yang terlihat sedang tertidur dengan lelap nya.


Ibu Asih melotot kaget dan segera mengajak Doni untuk membawa nya masuk ke dalam rumah nya. suasana pagi itu orang-orang belum ada yang keluar dan kedatangan Doni tersebut tak ada yang mengetahui nya. setelah Doni menyimpan kardus berisi bayi itu di meja ruangan tamu rumah ibu Asih, ibu Asih segera bertanya kepada Doni.


"kapan kamu menemukan bayi ini den?? kelihatan nya bayi ini baru saja lahir." ujar ibu Asih yang sedang melihat badan bayi itu.

__ADS_1


"baru saja Doni menemukan nya bi. ketika Doni sedang berolahraga pagi tadi, Doni mendengar suara tangisan bayi di area tumpukan sampah. ketika Doni mendekati sumber suara itu, ternyata bayi yang berada di kotak kardus inilah sumber suara itu bi." ujar Doni menjelaskan nya dan membuat ibu Asih geleng-geleng kepala seraya berkata.


"jahat sekali orang tua yang nekat membuang bayi nya ini! kejadian ini hampir sama dengan apa yang akan dilakukan ibu Dewi kepada mu dulu den."


"benarkah bi???" tanya Doni berkerut dahi dan ibu Asih mengangguk dan berkata.


"kalau tak ada bibi, mungkin mendiang ayah mu tak akan tahu bahwa ibu mu dulu berniat mau membuang mu ketika masih bayi karena waktu itu kamu menangis terus dan membuat ibu Dewi jengkel. tetapi ibu mencegah nya dan berusaha memohon kepada nya agar bibi yang merawat mu saja. kemudian ibu Dewi luluh juga dan memberikan kamu kepada bibi untuk di urus sampai kamu besar den." ucap ibu Asih yang menceritakan kejadian yang telah lalu itu.


Doni saat itu juga menunduk sedih dan kemudian menatap bayi mungil yang sedang tertidur itu dan berkata.


"memilukan sekali jika di ingat-ingat ya bi. Doni jadi merasakan duka dalam melihat bayi yang sengaja dibuang oleh orang tua nya ini." lalu Doni melanjutkan ucapan nya lagi.


"bisakah bibi mengurus bayi ini seperti bibi dulu pernah mengurus Doni sejak bayi? Doni akan mengangkat bayi ini menjadi anak angkat Doni dan Dona setelah nanti menikah bi." ujar Doni dengan ucapan rasa penuh tanggung jawab dan pada saat itu juga pintu kamar Dona terbuka dan nampaklah Dona yang baru bangun tidur itu berkata.


Ibu Asih menatap Dona sebentar dan kemudian ia fokus menatap bayi mungil itu dan kemudian mengangkat nya. Dona sudah duduk di dekat Doni dan ia berkata lagi.


"untung kamu yang menemukan bayi malang itu sayang. coba kalau orang lain yang menemukan nya, entah apa yang akan terjadi atau bisa saja bayi itu semakin ditelantarkan oleh orang yang akan mengadopsi nya nanti." ujar Dona sedikit prihatin menatap bayi mungil yang sedang digendong oleh ibu nya itu.


Lalu Doni berkata menjawab ucapan dari Dona tadi.


"sebaiknya memang benar apa yang kamu katakan itu sayang. kita adopsi saja bayi itu menjadi anak kita jika nanti kita sudah resmi menikah."


"tak perlu resmi pun kita sudah mengangkat nya sayang." ujar Dona lagi dan ibu Asih tersenyum kepada kedua nya dan lalu berkata kepada Dona.

__ADS_1


"nih sayang gendong dulu. ibu mau menyiapkan air hangat untuk memandikan bayi cantik ini." ujar ibu Asih dan Dona menerima gendongan bayi itu dengan senyum berbinar-binar.


Dona menatap Doni dan tersenyum lalu berkata.


"ini bayi perempuan kah sayang? wajah nya imut sekali. hidung nya juga mancung lagi." ujar Dona bertanya dan Doni membenarkan nya. kedua nya tersenyum menatap bayi yang digendong Dona itu sembaru kedua nya mengusap-ngusap rambut bayi cantik itu dan mengelus-elus pipi bayi yang lembut itu. pada saat itu juga Dona berkata.


"apakah nanti kita akan seperti ini jika nanti kita sudah menikah dan mempunyai anak sayang???"


"sudah pasti sayang. sekarang pun aku merasa bahwa kita ini sudah resmi menikah dan mempunyai anak." ujar Doni dan membuat Dona tersenyum menatap Doni seraya berkata.


"kita beri nama apa untuk bayi ini sayang???" Doni lalu merenung dan berpikir sejenak. kemudian Doni berkata bahwa ia belum menemukan nama yang cocok untuk calon anak angkat mereka berdua itu. Doni lalu menyuruh Dona untuk memikirkan mencari nama yang bagus untuk anak angkat mereka itu. kemudian Dona merenungi nya dan berkata.


"bagaimana jika kita beri nama 'Diana Setiasih' saja sayang?"


"wah nama yang bagus! pintar sekali kamu mencarikan nama untuk anak perempuan sayang." ujar Doni tersenyum bangga dan Dona menjawab nya.


"sebenar nya nama yang aku sebutkan tadi adalah nama yang di usulkan oleh Avril kepada ku jika kita nanti resmi menikah dan mempunyai anak perempuan."


"oh jadi begitu. hmmm boleh juga. yasudah nanti kita beri nama 'Diana Setiasih' saja sayang. lagipula nama itu cocok bagi bayi ini yang akan di asuh oleh ibu mu."


"iya sayang. berarti kita harus membeli pakaian dan susu dong??"


"nanti siang kita akan mencari pakaian yang cocok dan susu untuk anak angkat kita ini sayang. sementara nanti, bayi ini memakai pakaian kain yang ada saja dahulu."

__ADS_1


"baiklah sayang." ujar Dona tersenyum mengiyakan saran ucapan Doni tersebut.


__ADS_2