
SETELAH MOBIL Doni berhenti dan terparkir di luar gerbang rumah besar itu, ia keluar bersama Dona dan menuju gerbang rumah itu. pak Satpam yang biasa nya menjaga gerbang rumah itu dari dalam, segera membuka kan pintu gerbang itu karena ia sebelum nya mengintip di lubang gerbang untuk memastikan siapa yang datang malam-malam ke rumah itu. setelah Doni berkata tanya kepada pak satpam itu tentang pak Yaris, kini Doni beranjak menuju pintu rumah besar itu bersama Dona.
Keheningan malam itu hanya terdengar suara jangkrik saja dan hawa dingin mulai terasa menyengat di kulit muda-mudi itu. setelah tiba di depan pintu rumah itu, seperti biasa Doni menekan bell depan rumah itu dan tak lama pintu terbuka. orang yang membuka pintu rumah itu adalah salah satu pembantu rumah tersebut dan setelah Doni menyampaikan maksud nya ingin bertemu dengan pak Yaris, kini Doni dan Dona dipersilahkan masuk dan duduk di kursi sofa ruangan tamu itu.
Setelah menunggu pembantu itu memanggil pak Yaris ke dalam kamar nya, muncul pak Yaris sendirian saja dan istri nya serta ketiga anak nya tak terlihat ikut dengan pak Yaris. setelah Dona dan Doni salim kepada pak Yaris, kini mereka duduk lagi dan pak Yaris mulai berkata setelah salah satu pembantu tadi menjamu Dona dan Doni dengan minuman dan cemilan yang lumayan mewah dan enak.
"sebenar nya permasalahan apa yang terjadi di antara kalian? apakah mbak Yuni itu memang telah merusak hubungan kalian berdua? lalu di wajah mu kenapa sedikit terlihat biru samar-samar nak Doni?" pertanyaan borongan dari pak Yaris tadi membuat Dona berkata kepada Doni untuk menjelaskan nya.
Doni hanya mengangguk kepada Dona dan kini ia mulai berkata menjelaskan nya.
"kali ini saya mau jujur kepada pak Yaris, bahwa saya pernah berpacaran dengan mbak Yuni sekitar dua tahun yang lalu." pak Yaris yang mendengar itu terlihat biasa saja dan Doni pun menatap pak Yaris berkerut dahi sembari bertanya.
"mengapa pak Yaris tak kaget akan ucapan saya tadi?" pertanyaan dari Doni tadi segera di jawab oleh pak Yaris.
"ketahuilah nak. sebelum diri mu mengatakan hal tadi, bapak sudah tahu bahwa kalian pernah berpacaran walapun hanya beberapa hari saja."
"bapak tahu dari mana akan hal tersebut??" tanya Doni semakin penasaran dan Dona pun ikut penasaran juga.
Pak Yaris lalu menjawab pertanyaan dari Doni tadi dengan ucapan yang berwibawa.
__ADS_1
"hal tersebut bapak ketahui ketika bapak sudah pulang menghadiri persidangan ibu Dewi bersama komplotan lain nya. pada malam hari nya ketika bapak mau tidur, mbak Yuni menghubungi bapak sembari menangis. bapak awal nya tak paham mengapa mbak Yuni menelepon bapak sembari menangis seperti itu. setelah bapak tenangkan, ia mulai berkata bahwa diri nya meminta tolong kepada bapak untuk mencoba berkata menjodohkan nya dengan mu nak Doni."
"mengapa bapak tak memberi tahu saya dulu waktu itu?" tanya Doni karena heran dan Dona masih diam mendengarkan pak Yaris berkata lagi.
"bapak awal nya ingin bicara kepada mu akan hal itu, tetapi bapak baru tahu bahwa ia berkata baru putus dengan mu pada hari itu. bapak yang sudah tahu siapa itu latar belakang mbak Yuni, tak menuruti permintaan tolong mbak Yuni itu kepada bapak dan lebih berkata kepada nya untuk melarang nya mendekati mu lagi."
"alasan nya apa pak???" tanya Dona semakin penasaran dan pak Yaris langsung menjawab nya.
"karena mbak Yuni adalah seorang janda yang belum mempunyai anak."
"apa?!" sentak Doni kaget dan Dona langsung menenangkan Doni yang kaget itu. lalu pak Yaris berkata lagi menjelaskan ucapan nya.
Pak Yaris yang sudah tahu Doni sudah pernah berpacaran dengan mbak Yuni itu, segera berkata.
"bapak melarang nya mendekati mu, karena bapak tak mau dirimu menjadi korban perselingkuhan nya dengan pacar nya yang dulu bernama Riko dan sekarang sudah resmi menjadi suami nya itu. mbak Yuni itu orang nya mudah tergiur dengan ketampanan seorang lelaki, apalagi lelaki itu orang yang kaya raya. maka dari itu, sebelum semua nya terlambat, bapak memperingati mbak Yuni untuk tidak mencoba mencuri hati mu lagi. tetapi itu sudah dua tahun berlalu dan sekarang muncul lagi berita tak mengenakan dari mu tentang mbak Yuni yang mencoba merusak hubungan mu dengan nak Dona ini." mendengar Penjelasan Panjang Lebar dari pak Yaris tadi, Doni berkata berterima kasih kepada pak Yaris karena sudah menjaga nya dari hal yang dapat merugikan nya dan mencelakai nya.
Kemudian pak Yaris bertanya lagi kepada Doni dan Dona tentang masalah apa yang sebenar nya dilakukan mbak Yuni kepada kedua nya. lalu Dona menyuruh Doni yang menjelaskan nya lagi dan Doni pun tak keberatan. lalu Doni menjelaskan nya ketika Wawan mendengar Lesti menelepon mbak Yuni untuk suatu tujuan meminta nomor ponsel Dona. kemudian Dona pun menimpali bahwa Lesti berkata meminta nomor whatsapp nya untuk dimasukan ke dalam grup whatsapp kantor. Dona juga bilang, ternyata grup kantor yang dimasuki nya lewat Lesti itu, berubah menjadi grup tempat lelaki dan perempuan yang menjual diri lewat booking online. Doni dan pak Yaris yang mendengar nya, hanya geleng-geleng kepala saja tanda tak habis pikir akan kenyataan dari cerita yang Dona katakan itu.
Kemudian Dona berkata lagi bahwa ketika ia keluar dari grup itu, ia mendapat salah satu pesan tanpa nama dan ternyata itu adalah mbak Yuni yang mengancam Dona agar jangan mendekati Doni lagi serta mengirimkan poto-poto hubungan badan yang sudah diketahui oleh Doni dan Dona bahwa itu hanyalah editan semata. kemudian Dona mengeluarkan ponsel nya dan memberikan ponsel itu kepada pak Yaris, setelah Dona membuka galeri ponsel nya yang ada sepuluh gambar adegan panas itu dan satu poto screen shoot ketikan penuh ancaman dari mbak Yuni kepada Dona, pak Yaris yang sudah melihat hal itu kini menatap Dona dan Doni seraya berkata.
__ADS_1
"mengapa dia sampai senekat ini ingin menghancurkan hubungan mu dengan nak Dona? bukankah ia sudah menikah dan sekarang sedang hamil muda???" tanya pak Yaris kepada Doni dan pemuda itu menjawab nya.
"aku pun tak tahu motif sebenar nya mbak Yuni itu kepada ku, tetapi ketika aku melabrak datang ke rumah nya akan poto jorok yang membuat hubungan ku dan Dona hampir retak. aku tak bisa mendapatkan informasi lebih jauh karena aku yang emosi itu langsung berkelahi dengan suami nya itu."
"jadi wajah mu yang sedikit lebam itu berasal dari perkelahian itu?"
"iya pak. setelah berkelahi dan kami dipisahkan oleh satpam nya rumah mereka, aku mulai menenangkan emosi ku dan mempelihatkan bukti tentang bersalah nya mbak Yuni kepada ku. awal nya Riko tak mempercayai ku dan malah membela istri nya, tetapi setelah aku memperlihatkan poto adegan tak senonoh di dalam ponsel Dona dan poto screen shoot tentang mbak Yuni yang berpacaran dengan ku yang ternyata telah menyelingkuhi Riko dulu, baru Riko percaya akan bukti dari ku. setelah itu mbak Yuni menangis dan menjerit masuk ke dalam rumah nya dan langsung dikejar oleh suami nya itu. setelah itu aku langsung pulang karena permasalahan sebenar nya sudah di ketahui oleh suami nya mbak Yuni dan biarkan saja suami nya yang menghukum mbak Yuni atas kelakuan bejat nya itu." ujar Doni panjang lebar dan pak Yaris serta Dona hanya manggut-manggut memahami ucapan cerita Doni yang di alami nya itu.
Kemudian pak Yaris berkata lagi kepada Doni.
"jadi alasan sebenar nya kamu dan nak Dona datang kemari, karena ingin merundingkan hal itu??"
"iya pak." ujar Doni dan Dona langsung berkata.
"jangan lupa pecat saja dua wanita jahat itu!" ucapan Dona tadi segera mengingatkan rencana awal Doni kepada pak Yaris.
"oh iya pak. sekaligus dengan peristiwa ini, bisakah bapak buat surat pemecatan untuk mbak Yuni dan teman nya si Lesti itu???" pak Yaris yang mendengar hal itu, segera merenung memikirkan ucapan Doni dan Dona tadi apakah saran tersebut harus dilakukan atau tak perlu dilakukan karena pak Yaris merasa Ragu akan memecat kedua wanita yang Dona dan Doni anggap jahat kepada kedua nya itu.
...*...
__ADS_1
...* *...