
SETELAH ADZAN Maghrib berkumandang, Doni yang sudah selesai mandi dan sudah berpakaian juga itu. segera melaksanakan shalat maghrib seorang diri di mushala kantor nya yang berada di lantai satu. kemudian setelah shalat dan berdoa, ia segera bergegas naik ke lantai tiga untuk berganti pakaian. malam itu ia akan pergi ke rumah nya ibu Elis untuk bertamu sekaligus mengajak suami nya ibu Elis bekerja di kantor Doni. sudah dua tahun lama nya Doni tak menjenguk ibu Elis dan keluarga nya semenjak terakhir ia ikut menguburkan jenazah mendiang kakek Sarkim.
Kini Doni sudah berpakaian rapi dan pakaian yang ia kenakan tidak terlihat mencolok sekali. ia hanya memakai kaus berwarna hijau tua ketat dan celana jeans biru pensil. ia segera mengambil tas selempang kecil nya untuk menyimpan ponsel dan kunci kantor ruko itu. kemudian ia memakai kacamata bening yang jarang sekali ia pakai dan semakin menambah ketampanan tersendiri bagi Doni. setelah semua yang Doni perlukan itu pas, ia segera turun ke lantai satu dan keluar dari dalam ruko kantor tersebut. setelah mengunci pintu itu kantor tersebut, ia segera berjalan menuju mobil nya berada.
Setelah masuk ke dalam mobil, Doni segera mengemudikan mobil nya menuju kampung rambutan. sebelum sampai ke tempat tujuan nya, ia pergi dulu ke pasar senen untuk membeli oleh-oleh berupa martabak manis dan martabak telur kesukaan nya. setelah ia membeli martabak beberapa loyang, ia segera masuk kembali ke dalam mobil nya dan memutar arah kembali menuju kampung rambutan yang berada tak jauh dari kampung duren. Doni sengaja membeli beberapa loyang martabak manis dan martabak telur itu, karena Dona ingin di belikan martabak oleh Doni dan Doni pun sekalian membelikan nya untuk Dona.
Di samping itu Dona sedang di bonceng oleh Avril menuju gang masuk jalan menuju kampung duren. Doni menyuruh Dona dan Avril untuk mengambil martabak pesanan Dona itu di gang masuk kampung duren itu, karena Doni tak bisa mengantarkan nya langsung ke rumah Dona karena ada urusan pribadi nya sendiri dan Dona sudah tahu akan hal tersebut dari Doni.
Sebelum nya ketika Dona dan Avril masih berada di teras rumah nya Dona bersama Avril, Avril main ke rumah Dona untuk sekedar mengisi waktu luang nya di malam selasa itu sembari membawa motor matic pak Yono. mereka terlihat sedang duduk di teras dan sesekali tertawa cekikikan walaupun tak terlalu keras. di sela itu mereka sambil memainkan ponsel nya dan sesekali memakan cemilan yang dulu pernah di beli Dona dan Doni ketika jalan-jalan ke dalam mall dan itu masih tersisa banyak. ibu Asih terlihat sedang berada di ruangan tamu rumah nya dan ia sejak tadi sedang asyik menonton drama sinetron di televisi. pada saat itu, Doni sudah keluar dari dalam ruko pinangsia menuju pasar senen berada.
Disela menyetir itu, Doni ternyata sedang tertawa geli melihat poto yang Dona kirim kepada nya. poto itu adalah poto Doni yang tertidur di dalam kamar Dona yang dulu pernah Dona poto memakai ponsel Doni sendiri. Doni tahu akan hal itu ketika ia mengecek galeri ponsel nya ketika masih berada di dalam kamar nya untuk melihat lagi isi percakapan whatsapp Doni dan mbak Yuni ketika masih berpacaran dulu, yang sudah Doni screen shoot dua tahun yang lalu itu akan ia hapus. ketika apa yang ia cari itu tak ada dan malah menemukan poto diri nya yang tidur telungkup dengan mulut melongo, maka Doni sudah dapat menebak bahwa itu adalah ulah usil Dona kepada nya.
__ADS_1
Ketika masih diperjalanan tadi, Doni bertanya hal itu kepada Dona dan Dona mengakui nya. lalu pada saat itu juga Doni mengirimkan poto Dona yang sedang garuk-garuk kepala yang dipoto secara diam-diam oleh Doni ketika berada di mall. pada saat itulah Dona dan Avril tertawa cekikikan di depan rumah Dona karena mereka menertawakan poto Dona dan Doni yang lucu itu di ponsel Dona.
Setelah mobil Doni berhenti di pintu masuk jalan umum kampung duren, ia menyudahi memainkan ponsel nya dan masih menunggu Dona dan Avril tiba. Doni sudah keluar dari dalam mobil nya dan menenteng dua bungkus martabak manis dan martabak telur. tak lama, muncul motor matic yang Avril kendarai itu berhenti di dekat mobil Doni. lalu Dona turun dari motor matic itu dan mendekati Doni lalu Doni memberikan dua bungkusan martabak itu kepada Dona. setelah itu Doni berkata akan berangkat lagi karena ada Urusan Pribadi nya itu dan Dona mengizinkan nya seraya berkata berterima kasih bersama Avril kepada Doni.
Kemudian setelah itu Avril membonceng Dona lagi untuk kembali ke rumah nya Dona dan Doni sudah melajukan mobil nya menuju kampung rambutan. entah sudah berapa lama Doni mengemudikan mobil nya itu, ia lalu memasuki gang kampung rambutan dan kemudian tak lama tiba dijalan umum depan rumah nya ibu Elis. lalu Doni memarkirkan mobil nya masuk ke dalam halaman rumah ibu Elis yang lumayan luas itu.
Setelah Doni keluar dari dalam mobil nya, ia berjalan menuju teras rumah ibu Elis yang terlihat sepi dari luar dan terlihat ada warung ketoprak di depan rumah itu yang seperti nya sudah tutup. setelah Doni melepas sandal yang ia kenakan, ia naik ke teras rumah itu dan mengucap salam sembari mengetuk pintu secara beberapa kali. kemudian terdengar suara sahutan mengucap salam dari seorang perempuan muda dan Doni sedikit ingat akan suara itu milik siapa. ketika pintu dibuka, nampaklah seorang remaja perempuan setengah matang dan Doni tahu bahwa itu adalah Dede. pada saat itu juga Dede berkerut dahi karena tak ingat akan siapa lelaki yang datang bertamu ke rumah nya malam-malam itu.
"maaf mas cari siapa ya?" tanya Dede tak mengenali Doni yang memakai kacamata bening yang biasa dipakai oleh orang semacam direktur perusahaan. Doni hanya tersenyum dan menjawab nya.
"bapak ada. kok mas bisa kenal nama saya???" tanya Dede keheranan dan Kemudian Doni melepas kacamata bening itu dan Dede pada saat itu itu langsung mendelik tak menyangka akan siapa yang ada di hadapan nya itu.
__ADS_1
Dede lalu langsung memeluk Doni dengan erat nya sembari berkata penuh kegembiraan.
"kak Doni lama sekali tidak datang ke rumah ini...??? Dede sudah lama sekali merindukan kak Doni." ujar Dede tersenyum girang menatap Doni dan kemudian Dede melepas pelukan Doni setelah Doni berkata.
"kakak banyak kesibukan De. maaf ya kakak baru sempat datang lagi ke rumah ini." ujar Doni tersenyum dan pada saat itu juga ada suara ibu-ibu terdengar dari dalam.
"kamu kenapa De? siapa yang da.." suara ibu-ibu itu terhenti ketika menatap Doni yang tersenyum kepada nya.
"ya ampun Doni. ibu pikir siapa yang datang??" ucap ibu Elis sembari tersenyum dan lalu ibu Elis mendekati Doni dan Doni langsung salim mencium punggung tangan ibu Elis.
Lalu ibu Elis mengajak Doni masuk dan duduk di dalam ruangan rumah itu yang hanya beralaskan tikar kain. Dede diperintahkan ibu nya untuk membawakan air untuk Doni dan membawa dua bungkus martabak telur dan martabak manis untuk disuguhkan lagi kepada Doni. kemudian Doni akan memulai perbincangan itu setelah ibu Elis kembali karena ibu Elis beranjak dari duduk nya menuju ruangan tengah rumah nya dulu karena anak perempuan kedua nya yang bernama Asri itu, terdengar menangis memanggil nama ibu nya.
__ADS_1
...*...
...* *...