
PAK Yaris dan Doni sudah selesai makan siang nya masing-masing. para karyawan kantor yang sudah selesai makan siang di kantin tersebut, beberapa sudah ada yang masuk kembali ke kantor untuk bekerja lagi dan beberapa karyawati masih ada yang berbincang-bincang dan juga beberapa karyawan lelaki yang masih merokok setelah makan.
Pak Yaris mencoba berbicara kepada Doni setelah Doni selesai makan dan minum.
"apa kamu sudah kenyang nak Doni..???"
"alhamdulilah pak sudah kenyang." ujar Doni sambil tersenyum. pak Yaris juga ikut tersenyum dan kemudian pak Yaris mengajak Doni untuk masuk kembali ke ruangan kantor setelah mereka membayar pesanan mereka kepada ibu Yani.
Kedua nya kini sedang menuju kantor lagi dan ketika akan memasuki pintu kantor, pak Yono sedang berbicara dengan seseorang di pintu kantor tersebut. Doni dan pak Yaris tak mengenali siapa lawan bicara pak Yono tersebut. dilihat dari penampilan nya, orang yang sedang mengobrol dengan pak Yono itu seorang lelaki hampir sama dengan pak Yono dari segi umur dan perawakan nya. berpenampilan nya seperti orang mau melamar pekerjaan dan seberkas map lamaran kerja sedang di pegang oleh orang tersebut.
Pak Yono menyadari akan datang nya Doni dan pak Yaris. pak Yono langsung berkata kepada kedua nya.
__ADS_1
"maaf pak Yaris dan den Doni, ada yang mau melamar kerja di tempat ini dan bapak ini orang nya." ujar pak Yono kepada Doni dan pak Yaris. orang itu hanya tertunduk memberi hormat kepada pak Yaris dan Doni. kemudian pak Yaris bertanya kepada orang itu.
"bapak mau melamar kerja sebagai apa di tempat ini..??? kalau jadi karyawan kantor, maaf saja untuk saat ini sedang tidak membutuhkan karyawan baru. kalau untuk petugas keamanan, itu baru ada." ucap pak Yaris kepada orang yang sedang melamar pekerjaan itu.
Orang itu lalu menjawab perkataan pak Yaris tadi.
"saya memang mau melamar untuk menjadi petugas keamanan pak. untuk karyawan kantor saya tidak punya pengalaman kerja dan belum pernah menyandang tingkat sarjana. saya hanya lulusan sekolah SMP saja pak." ujar orang yang mau melamar tersebut dengan jujur.
Lalu pak Yaris menatap Doni yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja. lalu pak Yaris berkata kepada Doni.
"kita interview dulu saja pak. nanti kita putuskan jika sudah mengenal lebih jauh bapak ini." ujar Doni dengan kata-kata yang dewasa dan pak Yaris menyetujui saran tersebut.
__ADS_1
Kemudian pak Yaris dan Doni mengajak orang yang mau melamar pekerjaan untuk masuk ke ruangan kantor khusus atasan untuk di interview oleh pak Yaris beserta Doni. sedangkan pak Yono masih di tempat nya berjaga dan tak mengantarkan orang yang baru melamar tersebut. sebab, orang yang melamar itu adalah orang asing dan bukan orang yang di ajak bekerja oleh pak Yono seperti yang pernah dilakukan nya terhadap Doni ketika Doni ingin melamar kerja menjadi petugas keamanan di tempat tersebut.
Kini lelaki yang mau melamar itu sudah duduk di kursi tempat Doni di interview pertama kali oleh pak Yaris. sedangkan Doni berdiri di dekat pak Yaris yang sedang duduk di kursi khusus HRD. ruangan pribadi khusus atasan di lantai dua itu ada tiga. yang satu ruangan kantor khusus untuk pemilik BOS perusahaan atau CEO. sedangkan tempat yang dipakai pak Yaris adalah tempat khusus HRD perusahaan yang kerja nya mengurus para karyawan kantor dan mengecek data semua kerjaan karyawan. segala urusan karyawan di kerjakan oleh seorang HRD dan Pekerjaan HRD ini merupakan suatu singkatan dari human resources development, yang mana memiliki arti sebagai manajemen sumber daya manusia atau singkatan SDM atau yang memiliki wewenang dari BOS perusahaan sebagai tenaga kerja yang dapat menjadi asset berharga dalam perusahaan tersebut.
Pak Yaris adalah orang yang memiliki tanggung jawab tersebut sebagai HRD perusahaan CV.Group Perkasa. pak Yaris sebenar nya menjabat dua pangkat di perusahaan milik mendiang pak Randi. yang pertama sebagai sekertaris CEO dan yang kedua sebagai HRD perusahaan tersebut. dua pangkat dalam satu bidang itu tak membuat pak Yaris mengeluh akan pekerjaan nya. justru ia sangat bahagia dan bangga dengan di angkat nya pak Yaris oleh mendiang BOS perusahaan tersebut yang bernama pak Randi.
Pak Randi sangat percaya kepada pak Yaris karena mereka berdua adalah teman dekat dari masa mereka masih sama-sama mengenyam pendidikan di jenjang universitas tinggi. tetapi nasib baik yang menimpa mendiang pak Randi yang awal nya hanya menjadi pedagang biasa sampai memiliki cabang perusahaan di berbagai tempat. pak Yaris sebagai teman nya kala itu masih bekerja diperkantoran dan sudah mendapat jabatan tinggi diperusahaan lama nya.
Perusahaan yang di kelola pak Randi semakin pesat dan kala itu pak Randi masih belum menikah dan ia merintis pekerjaan nya itu dari bawah dan hanya seorang diri. setelah beberapa tahun pak Randi menjalani bisnis perusahaan nya, penjualan pun makin meningkat dan makin lama pekerjaan yang hanya menyewa kios saja menjadi semakin besar dan sudah mulai merekrut beberapa karyawan untuk mengelola nya.
Pak Randi kala itu langsung menghubungi pak Yaris agar membantu nya mengelola perusahaan nya yang semakin berkembang itu. pak Yaris menyetujui nya dan meninggal kan pekerjaan nya yang terbilang pangkat nya sudah tinggi dan gaji yang tergolong lumayan besar.
__ADS_1
Pak Yaris merelakan semua itu demi membantu sahabat nya karena mereka sudah seperti saudara sendiri. pak Yaris adalah orang yang jujur dan orang nya sangat tulus jika ia di mintai pertolongan dalam hal apapun oleh pak Randi. sipat pak Yaris yang seperti itulah yang membuat pak Randi percaya untuk menyerahkan asset perusahaan nya kepada pak Yaris untuk di kelola nya sepeninggal nya pak Randi karena sakit yang di derita nya. kepercayaan yang di berikan pak Randi itulah yang membuat pak Yaris mau menerima tanggungan tersebut. sebab, pak Randi meminta tolong kepada pak Yaris untuk mengelola perusahaan nya dan kemudian memberikan Amanat Pesan kepada pak Yaris agar mewariskan seluruh asset perusahaan tersebut kepada anak semata wayang nya yang bernama Doni Pratama setelah anak tersebut berumur dua puluh lima tahun. dan sisa warisan yang masih tersisa akan diberikan kepada istri nya pak Randi dan semua itu sudah diberikan oleh pak Yaris kepada ibu Dewi sehari setelah pak Randi meninggal dunia.
Dan sekarang, amanat pesan tersebut sudah terlaksanakan dan pak Yaris sudah tenang akan amanat pesan tersebut. sedangkan ruangan kantor yang satu lagi masih kosong dan itu adalah kantor bekas seorang sekertaris perbendaharaan perusahaan tersebut. kantor tersebut di biarkan kosong karena memang sengaja dikosongkan. entah untuk apa ruangan itu di kosongkan dan hanya pak Yaris saja yang tahu alasan nya. kini, keadaan kembali berada di tempat ruangan khusus pak Yaris dan didalam nya ada Doni, pak Yaris, beserta pelamar kerja yang belum diketahui nama nya.