
DONA DAN PAK YARIS Kini sedang berada di dalam rumah ibu Asih. mereka sedang melihat bayi yang ditemukan Doni pada pagi sebelum nya. pak Yaris pun awal nya kaget ketika mendengar dari Dona bahwa Doni menemukan bayi di tempat sampah. semua berawal ketika Dona akan berangkat bekerja, di jalan kampung duren ia berhenti berjalan karena pada saat itu ada mobil pak Yaris yang mau masuk ke dalam kampung duren berhenti di situ. lalu Dona disuruh oleh pak Yaris untuk masuk ke dalam mobil nya dan berkata sekalian akan mengantar nya bekerja. Dona menyetujui nya untuk ikut pak Yaris dulu ke rumah nya karena tujuan pak Yaris datang ke kampung duren itu akan mempekerjakan para kuli bangunan yang akan membangun rumah Doni.
Ketika di dalam mobil itulah Dona menceritakan bahwa Doni menemukan seorang bayi perempuan ketika pagi tadi dan pada saat itulah pak Yaris penasaran ingin melihat nya. sekarang pak Yaris sudah berada di ruangan tamu rumah ibu Asih beserta Dona dan Ibu nya. mereka sedang memperbincangkan perihal bayi yang di temukan Doni itu dan dimulai dari pak Yaris.
"kasihan sekali bayi ini. dibuang begitu saja oleh orang tua nya, pasti ini adalah anak yang dilahirkan dari hubungan di luar nikah." ujar pak Yaris dan Dona bertanya.
"apakah benar begitu pak??? lalu kalau begitu, apakah tidak boleh Dona dan Doni mengangkat anak ini sebagai anak angkat kami nanti???" ibu Asih masih diam mendengarkan Dona bertanya kepada pak Yaris itu.
Kemudian pak Yaris menjawab nya sembari menatap ibu Asih dan Dona bergantian.
"boleh-boleh saja nak. jika niat kalian seperti itu, pada dasar nya orang yang menemukan bayi tanpa identitas ini harus segera di laporkan kepada pihak berwajib. tetapi itu jika kalian tak mau mengurusi nya. kecuali kalian ingin mengurus nya dan menjadikan nya anak angkat kalian, maka lebih baik di rawat sendiri dan tak perlu harus melapor kepada pihak berwajib segala." ujar pak Yaris menjelaskan. Dona manggut-manggut paham dan ibu Asih kini bertanya.
"apakah nanti tak akan timbul fitnah jika Dona dan den Doni menikah dan sudah memiliki anak??? lantas apa yang akan dikatakan orang-orang nanti akan hadir nya anak ini dipernikahan mereka pak???" pertanyaan ibu Asih itu langsung dijawab oleh pak Yaris.
"ibu tak perlu memikirkan hal seperti itu. biarkan kejadian ini tak ada orang lain yang mengetahui nya. jikalau ada tetangga yang tahu dan bertanya akan siapa anak ini, bilang saja bahwa ini adalah anak dari majikan tempat ibu bekerja dan ibu disuruh mengurus nya. nanti saya yang akan berpura-pura menjadi majikan ibu untuk menghindari kecurigaan tersebut. apakah saran saya ini dapat diterima oleh kalian berdua...???" lalu Dona dan ibu Asih mengangguk setuju.
Lalu pak Yaris berbicara kepada Dona agar nanti menyampaikan apa yang dikatakan nya itu kepada Doni nanti dan Dona pun menuruti nya. kini Dona dan pak Yaris sudah keluar lagi dari rumah tersebut untuk berangkat bekerja. sedangkan para pekerja bangunan tadi, sedang menebang semua pohon pisang di lahan kebun yang sudah Doni beli itu. para warga sudah banyak yang melihat hal tersebut dan beberapa ada yang datang ke rumah ibu Yanti dan pak Sarto untuk bertanya akan lahan kebun nya itu akan dijadikan apa. ibu Yanti pun menjelaskan nya bahwa tanah kebun nya itu sudah dijual kepada seorang bos yang kaya raya dan akan di jadikan rumah di tempat itu. ibu Asih kini sudah masuk kembali ke dalam rumah nya untuk mencuci pakaian dan sudah memindahkan bayi yang tertidur tadi ke dalam kamar nya.
__ADS_1
Keadaan berpindah ke ruangan kerja Doni. pemuda itu terlihat sedang duduk di meja kerja nya sembari memegang ponsel nya. ia sedang menatap poto yang dikirimkan Dona kepada nya tentang poto selfie Dona, ibu nya dan anak bayi itu. Doni tersenyum menatap hal itu dan membatin dalam hati nya.
"baru kali ini aku merasakan memiliki keluarga lagi, walaupun keadaan nya sudah berbeda dan tak seperti dulu lagi. tetapi aku akan tetap bersyukur dan akan terus mengenang kisah masa lalu ku itu." lalu tak lama jam bell masuk bekerja terdengar dan Doni kini mulai bekerja seperti biasa.
Diperjalanan mobil pak Yaris baru sampai di gang masuk ruko pinangsia dan Dona serta pak Yaris mulai berbincang-bincang.
"kira-kira membangun rumah yang di inginkan Doni itu, butuh waktu seberapa lama pak???"
"hmm... perkiraan bapak hampir setahun pasti sudah selesai kok. itu pun kalau para pekerja nya bertanggung jawab dalam pekerjaan nya dan bekerja keras. tetapi kalau para pekerja nya hanya malas-malasan saja, pasti akan lama selesai nya."
"kalau begitu, apakah mandor dan anak buah nya itu akan cepat menyelesaikan pekerjaan nya pak???" tanya Dona lagi dan pak Yaris menjawab nya.
"hmm begitu pak." ujar Dona manggut-manggut percaya dan kemudian mobil pak Yaris terhenti dan berparkir di halaman parkir kantor CV.Group Perkasa.
Kedua nya kini sudah keluar dari dalam mobil tersebut dan berjalan menuju pintu kantor itu. pak Restu dan pak Yono sudah menyambut kedatangan Dona dan pak Yaris itu. kedua nya lalu berpas-pasan dengan pak Tohir dan Wawan yang berada di lantai satu. Dona sudah permisi duluan untuk naik ke lantai dua untuk mulai bekerja di ruangan nya. sedangkan pak Yaris mendekati Wawan yang sedang mengajari pak Tohir bekerja membersihkan lantai.
"apakah bapak ini yang dibawa nak Doni untuk bekerja menggantikan mu Wan???"
__ADS_1
"oh iya pak. ini orang nya, pak Tohir ini kenalkan dulu dengan pak HRD kantor ini." lalu pak Tohir bersalaman dengan sopan kepada pak Yaris dan saling mengenalkan nama. setelah akrab, lalu pak Yaris berkata kepada Wawan.
"nanti jika kamu sudah selesai memberi arahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan oleh pak Tohir ini. kamu datang ke ruangan bapak bersama pak Tohir ya Wan."
"baik pak." ujar Wawan patuh dan pak Tohir hanya menunduk memberi hormat kepada pak Yaris.
Setelah itu pak Yaris naik ke lantai dua untuk mulai bekerja di ruangan kerja nya dan Wawan lanjut memberi arahan kepada pak Tohir. Dona sejak tadi sudah masuk ke dalam ruangan nya, dan Avril terlihat sedang duduk menghadap Dona yang duduk menghadap nya juga. kedua nya sedang berbincang-bincang perihal bayi yang di temukan Doni ketika pagi tadi sampai dibawa ke rumah nya Dona. Dona menceritakan semua itu kepada Avril dan Avril yang mendengarkan cerita Dona itu langsung bertanya.
"aku curiga Dona. apa jangan-jangan bayi itu adalah anak nya si wanita jalank itu yang sengaja dibuang???" ujar Avril akan rasa Kecurigaan nya itu.
"ah kau ini jangan ngaco Vril!. apa kau tidak lihat si wanita jalank itu umur kandungan nya masih tujuh bulan?. mana mungkin dimasa kehamilan seperti itu sudah melahirkan dan tak masuk akal juga ia akan membuang bayi nya. kau pun tahu akan alasan pengunduruan si wanita jalank itu dari pekerjaan nya karena ia ingin fokus mengurus bayi nya nanti."
"iya yah. benar juga apa yang kamu katakan itu Dona. lalu, bayi siapa memang nya itu Dona?"
"mana aku tahu Vril. yang penting aku dan Doni sudah berencana akan mengadopsi nya untuk dijadikan anak angkat kami."
"baguslah kalau niat mu baik seperti itu Dona. coba aku lihat wajah bayi itu di ponsel mu Dona." lalu Dona memperlihatkan nya kepada Avril dan Avril berkata kegirangan.
__ADS_1
"astaga imut sekali..., aku pun mau sekali jika harus mengadopsi bayi lucu dan imut ini Dona. wah beruntung sekali bos Doni menemukan bayi perempuan yang pasti akan cantik sekali jika sudah besar." ujar Avril dan Dona berkata semoga saja bayi itu sehat-sehat saja sampai besar dan seterus nya. kini mereka menyudahi obrolan itu dan lanjut memulai pekerjaan mereka lagi tanpa harus berkata-kata lagi.