
PAGI Hari yang cerah telah membangunkan tidur nya seorang anak lelaki yang lumayan tampan untuk seumur pemuda berumur dua puluh lima tahun. pemuda itu adalah Doni dan memang masih berumur dua puluh lima tahun. anak muda itu sudah bangun karena alarm handphone baru nya membangunkan Doni dari mimpi indah nya. ia langsung bergegas dari ranjang nya dan masuk ke dalam kamar mandi. hari itu adalah hari pertama ia bekerja di perusahaan ayah nya yang sudah menjadi milik nya secara resmi.
Semalam sebelum Doni sibuk memainkan ponsel baru nya, ia sudah melihat isi deskripsi pekerjaan nya yang akan ia kerjakan sebagai seorang CEO diperusahaan tersebut. Doni paham dengan sistem indek saham dan bursa sebuah perusahaan yang di dalam nya selalu ada daftar pemasokan penjualan dan pengeluaran suatu barang.
Semasa sekolah, Doni sudah mempelajari hal-hal mata pelajaran akuntansi perkantoran. karena jurusan sekolah nya memang di bidang akuntansi perkantoran dibidang menejer dan sekertaris peruasahaan. jadi wajar saja Doni langsung memahami isi deskripsi tersebut karena ia adalah lulusan terbaik di sekolah nya. bahkan, para guru nya pun salut dan bangga terhadap prestasi Doni.
Mungkin, bakat kepintaran Doni itu menurun dari ayah nya yang terbilang pintar juga dari segi bidang pengelolaan saham suatu perusahaan. tetapi Doni hanyalah lulusan SMA dan belum pernah memiliki pengalaman masuk ke dalam suatu universitas dan menyandang gelar sarjana seperti ayah nya. Berbagai aspek yang sudah Doni lihat dari daftar deskripsi berkas-berkas milik ayah nya, telah ia pahami semua nya dan ia sudah mengerti sistem kerja seorang CEO itu bagaimana. meskipun Doni belum pernah melakukan nya sama sekali, tetapi semua itu layak di coba dan akan di test oleh pak Yaris setelah Doni selesai dari mandi nya dan mulai masuk ke dalam ruangan pak Yaris setelah selesai memakai pakaian kantor.
Doni sudah mandi dan langsung memakai pakaian jas ayah nya yang berwarna biru tua dan celana bahan berwarna hitam serta sepatu pentofel pun ia pakai. apa yang ia pakai itu pas dan serasi dengan tubuh nya. padahal, ayah Doni berperawakan hampir sama dengan Doni. cuman, ayah Doni sering sakit-sakitan dan badan nya cepat kurus. badan Doni semenjak tinggal dirumah kakek sarkim, tubuh nya sudah mulai berisi lagi dan sampai ia menetap di kantor tersebut badan nya sudah tak sekurus pertama kali terusir dari rumah nya.
Kini, Doni sudah turun tangga dan akan memasuki lantai dua. wajah tampan dan pakaian yang ia kenakan sangat pas sekali dan membuat para karyawan kantor perempuan nya terkesima. para karyawan lelaki nya saling berkasak-kusuk setelah semua nya menyambut Doni dengan ramah dengan sambutan 'Selamat Pagi Pak Doni'.
Doni hanya tersenyum dan menerima salam hormat dari para karyawan kantor tersebut. kemudian Doni masuk ke dalam ruangan kantor khusus CEO dan di dalam nya sudah ada pak Yaris yang akan membimbing Doni memulai pekerjaan nya. setelah Doni mengetuk pintu ruangan tersebut dan mengucap salam, ia masuk dan kini sudah berada di dekat pak Yaris yang baru saja mengumpulkan data-data perusahaan yang belum di kerjakan.
Pak Yaris lalu berkata kepada Doni agar duduk di kursi yang selama ini dipakai pak Yaris menggantikan peran ayah nya Doni.
setelah Doni duduk, pak Yaris berkata.
__ADS_1
"berkas deskripsi yang sebelum nya bapak berikan sudah kamu baca kan nak Doni..???"
"sudah pak." jawab Doni sambil tersenyum. pak Yaris lalu menyuruh Doni untuk mengoperasikan data yang ada di lembaran kertas untuk dimasukan ke dalam komputer.
Doni menerima berkas tersebut dan Doni mulai mengotak-atik komputer tersebut tanpa bantuan pak Yaris. HRD kantor tersebut hanya geleng-geleng kepala saja melihat Doni sangat lihat mengoperasikan komputer tersebut dan pak Yaris tak menyangka kepada Doni yang hanya lulusan SMA bisa paham dengan ilmu akuntansi perkantoran.
Disela Doni memasukan data berkas tersebut, pak Yaris bertanya kepada Doni.
"memang nya ketika di sekolah, kamu masuk jurusan apa nak..???" tanya pak Yaris. Doni yang masih mengetik papan keyboard komputer nya itu menjawab ucapan pertanyaan dari pak Yaris.
"pantas kamu bisa lancar mengoperasikan komputer. kamu hampir sama pintar nya dengan mendiang ayah mu nak Doni. tak salah ayah mu mewariskan perusahaan ini kepada Anak Jenius seperti mu." ujar pak Yaris menyanjung Doni.
Doni hanya tersenyum dan berterima kasih kepada pak Yaris atas sanjungan nya itu. lalu pak Yaris berkata tanya lagi kepada Doni.
"apakah kau tidak rindu kepada ayah mu nak..???" Doni yang sedang mengerjakan tugas nya itu, menjadi berhenti dan menatap pak Yaris seraya menjawab pertanyaan tersebut.
"tentu saja saya sangat rindu sekali pak.." jawab Doni dan pak Yaris menjawab perkataan Doni.
__ADS_1
"besok hari sabtu dan minggu libur kerja. apakah kamu mau pergi ke makam ayah mu untuk menziarahi nya nak..??? jujur nak, bapak juga rindu kepada sosok ayah mu yang baik hati dan penyabar itu." ujar pak Yaris.
Doni hanya tersenyum kepada pak Yaris dan mengiyakan saran tersebut. Doni berkata kepada pak Yaris untuk menziarahi ke makam ayah nya besok saja. pak Yaris pun menyetujui nya dan kemudian pak Yaris berkata kepada Doni untuk menyelesaikan tugas yang sudah di berikan tersebut kepada Doni.
Lalu pak Yaris keluar ruangan tersebut untuk mengontrol para karyawan kantor yang sedang bekerja. karena terlihat di CCTV, ada beberapa karyawan yang sedang berbincang dengan sesama teman nya dan beberapa juga ada yang sedang memainkan ponsel nya.
Doni kemudian melanjutkan pekerjaan nya itu dan ia kemudian mengeluarkan ponsel yang ada disaku nya. ia melihat jam di layar handphone nya dan waktu baru saja menunjukan pukul sebelas siang. Doni kemudian melanjutkan pekerjaan nya itu dan sudah tak memikirkan apapun selain fokus dengan pekerjaan nya.
Di luar ruangan kantor Doni, pak Yaris sedang memperhatikan para pekerja kantor itu satu-satu. dari beberapa orang yang bekerja, ada seorang yang sedang memainkan ponsel nya dan itu adalah seorang karyawan perempuan. pak Yaris langsung menegur karyawan perempuan tersebut.
"ekhem.."
"ehh..pak Yaris.." ujar perempuan muda itu kaget. pak Yaris hanya menatap karyawan perempuan itu dan bertanya.
"apa pekerjaan mu sudah selesai Desi..??? jika belum selesai dilarang main handphone selagi masih bekerja.!" ujar pak Yaris dengan tegas.
Karyawan perempuan itu hanya menunduk meminta maaf kepada pak Yaris dan kemudian melanjutkan pekerjaan nya kembali. pak Yaris lalu meninggalkan karyawan perempuan tersebut dan akan masuk kembali ke ruangan Doni untuk melihat hasil kinerja Doni mengerjakan tugas yang sudah diberikan pak Yaris sebelum nya setelah beberapa waktu lama nya ia mengawasi kegiatan kerja para karyawan kantor tersebut.
__ADS_1