KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
TAKDIR DAN NASIB


__ADS_3

SIANG Hari yang sedikit terik dan ditambah sedikit hembusan angin yang sepoi-sepoi itu, membuat semua orang merasakan kantuk setelah mereka istirahat sesudah melakukan kegiatan pada pagi hari nya. Doni yang masih dalam keadaan terbaring telungkup dan masih di pijat oleh Dona dikamar nya, segera berkata kepada Dona sembari merogoh kantung kiri dan kanan nya.


"oh iya aku lupa sayang. nih ambil ponsel mu yang aku bawa tadi." ujar Doni yang baru ingat akan ponsel Dona. Dona lalu menerima nya dan ponsel Doni ditaruh disamping nya yang masih terbaring telungkup.


Dona yang sudah menerima ponsel nya itu, langsung berkata kepada Doni untuk menyudahi memijat nya dan mengajak nya untuk makan siang.


"lanjut nanti ya pijat nya sayang. aku sudah lapar sekali ingin makan, kamu mau ikut enggak sayang?" Doni yang mendengar hal itu langsung menjawab nya.


"kamu makan duluan saja sayang. aku belum lapar dan mau tidur sebentar dulu karena agak mengantuk."


"hmm begitu. yasudah aku makan duluan sayang." ujar Dona dan kini ia beranjak bangun dari posisi duduk nya yang duduk ditepian ranjang yang Doni tiduri. Dona sudah keluar kamar dan menuju dapur rumah nya dan pada saat itu juga Doni sudah memejamkan mata nya karena ia sudah mengantuk untuk tidur siang sejak tadi.


Di satu sisi, mbak Yuni terlihat sedang dipeluk oleh suami nya di dalam kamar nya sembari mbak Yuni menangis terisak-isak. pak satpam yang awal nya disuruh Doni untuk melihat apa yang akan terjadi dari sepasang suami itu, kini sudah mulai berjaga lagi di gerbang depan halaman rumah yang besar itu. sebelum nya, ketika mbak Yuni berlari karena rencana nya sudah terbongkar oleh Doni dan suami nya, mbak Yuni lari ke dalam rumah nya menuju kamar nya dan kemudian ia mengunci pintu kamar nya dari dalam. Riko yang menyusul itu mencoba membuka pintu itu seraya mengecam dan memaki mbak Yuni dengan kasar. pak satpam yang sudah menyusul pun disuruh kembali oleh Riko untuk berjaga saja di gerbang depan rumah nya itu. setelah pak satpam itu pergi, Riko mulai mengendurkan kemarahan nya ketika mbak Yuni berteriak akan menggugurkan kandungan nya jika Riko nekat ingin memukulnya atau mencoba untuk memarahi nya lagi dengan makian kasar seperti tadi. Riko yang sebenar nya sangat cinta dan sayang kepada istri nya itu, mulai mengendurkan kemarahan nya sembari berkata penuh perasaan kepada istri nya itu.


"buka pintu nya sayang. aku tak akan memukul mu dan memarahi mu seperti tadi, asal kamu menjelaskan secara jujur apa maksud dari bukti yang diberikan bos mu itu kepada ku."


"kamu pasti berbohong dan akan tetap melakukan perbuatan kasar kepada ku mas!"


"aku berjanji sayang! jangan sampai kamu nekat menggugurkan anak kita hanya karena kesalahan mu ini sendiri! aku berjanji tak akan bersikap buruk kepada mu, cepat buka pintu nya sayang." mbak Yuni yang mendengar ucapan memohon dari suami nya itu, segera membuka pintu kunci kamar itu.

__ADS_1


Kemudian Riko langsung mendekati mbak Yuni dan memeluk nya dengan erat. mbak Yuni yang dipeluk erat oleh suami nya itu segera berkata.


"maafkan aku mas...hixhix, aku memang salah karena telah melakukan hal jelek yang tak seharus nya aku lakukan kepada bos Doni dulu dan telah sampai membohongi mu." ucapan mbak Yuni itu dijawab langsung oleh suami nya.


"iya aku maafkan. tapi awas saja jika kamu melakukan hal seperti itu lagi! aku tak akan segan untuk menceraikan mu walaupun masa kandungan anak kita sudah hampir empat bulan."


"iya aku berjanji mas. aku tak mau anak ku lahir tanpa seorang ayah, jangan tinggalkan aku dan calon buah hati kita ya sayang."


"kalau kamu menepati janji mu itu, aku tak akan sampai meninggalkan mu dan menceraikan mu." jawab Riko dan kini ia mencium kepala istri nya itu dengan lembut seraya berkata lagi.


"yasudah jangan menangis lagi sayang." setelah Riko berkata begitu, mbak Yuni meredakan tangis nya dan kedua nya kini duduk di ranjang dan menyudahi pelukan dari kedua nya itu.


Kemudian Riko berkata tanya kepada mbak Yuni yang sedang mengusap air mata di pipi nya.


"dulu aku sempat ragu akan kesetian mu yang selalu menunda-nunda pernikahan kita itu mas. alasan yang kuat ketika sampai menduakan mu dengan bos Doni itu, karena aku takut hamil di luar nikah akibat hubungan badan yang sering kita lakukan itu dan nanti kau malah pergi meninggalkan aku dan tak mau bertanggung jawab akan kehamilan ku." ujar mbak Yuni berterus terang dan ia menunduk masih sedikit sedih.


Riko yang duduk berhadapan dengan mbak Yuni itu, kemudian mengusap lembut rambut mbak Yuni dan berkata.


"aku juga sebenar nya merasa salah juga akan hubungan kita yang dulu itu, tetapi semua telah terjadi dan semua sudah terbukti oleh bos mu itu bahwa kamu memang bersalah sayang. aku hanya takut dirimu di usung ke pengadilan oleh bos mu itu tentang pencemaran nama baik."

__ADS_1


"jika begitu apa kamu mau diam saja mas???" tanya mbak Yuni bertanya penuh harap dan Riko berkata.


"aku akan membela mu sayang, karena aku tak mau kamu sampai dipenjara. tetapi sebelum itu, apakah bos mu itu mau memaafkan kesalahan mu itu sayang? ditambah aku yang sudah melawan nya."


"entahlah sayang, aku pun bingung harus bagaimana karena aku sudah sangat malu sekali kepada bos Doni." ujar mbak Yuni merenung dan kini mereka berpelukan layak nya suami istri yang saling memahami.


Kemudian Riko berkata lagi kepada mbak Yuni.


"nanti kita datang ke rumah bos mu itu untuk meminta maaf kepada nya agar ia tak sampai menuntut permasalahan ini ke bidang hukum."


"tapi sayang, jika ia terus saja memaksa untuk sampai ke bidang hukum bagaimana?"


"bagaimana nanti saja sayang, kita bicarakan ini secara baik-baik kepada nya nanti."


"baiklah sayang." ujar mbak Yuni dan kini mereka melepaskan pelukan itu dan mereka berencana akan pergi ke tempat Doni tinggal besok sore untuk meminta maaf akan permasalahan yang dilakukan oleh mbak Yuni dan Riko juga kepada Doni.


Disamping itu, Dona baru saja selesai makan dan kini sedang berjalan menuju kamar nya. Dona yang melihat Doni sudah tertidur dengan posisi telungkup seperti tadi, segera mendekati nya. ia lalu mencium pipi Doni yang wajah nya menghadap lantai keramik kamar Dona dengan lembut dan penuh perasaan. lalu Dona duduk di tepi ranjang nya itu sembari mengusap-usap kepala Doni dengan lembut sembari membatin.


"tuhan,... jangan hilangkan dia dari hidup ku ini. dia adalah sosok yang tak akan pernah aku temui lagi di dunia ini. apa jadi nya jika ia tak ada di samping ku lagi, aku lebih baik mati saja jika harus hidup tanpa hadir nya di sisiku." ucapan batin Dona itu membuat kerinduan tersendiri bagi nya tentang Doni, jika tuhan telah merubah Takdir Dan Nasib kedua nya untuk tidak bersatu.

__ADS_1


Setelah Dona mengusap lembut rambut Doni tanpa membangunkan nya, ia segera meraih ponsel Doni yang tergeletak di samping Doni terbaring itu. ia sedikit penasaran akan ada apa saja di dalam galeri ponsel nya Doni itu. ketika Dona membuka nya, ia hanya melihat beberapa poto pribadi Doni yang sedang selfie dan membuat Dona sedikit tersenyum karena tampan nya wajah Doni itu membuat Dona semakin jatuh cinta. kemudian Dona terus saja menscrool nya ke bawah dan ia sedikit berkerut dahi ketika menatap tiga gambar yang memperlihatkan diri nya sedang kebingungan mencari snack yang mau ia beli di mall dan ada juga posisi Dona yang sembari garuk-garuk kepala. Dona tertawa menutup mulut nya karena ia merasa lucu melihat diri nya dalam posisi begitu dan sudah pasti dipotret secara diam-diam oleh Doni. Dona yang tertawa geli itu sesekali menatap Doni yang tertidur itu sembari berkata pelan.


"hih dasar tukang usil! awas kamu ya!? aku poto juga nih!" ucap Dona sedikit kesal dan kemudian ia mulai mempotret Doni yang sedang tertidur itu dan posisi bibir nya Doni yang merapat itu, sengaja Dona buka sampai melongo agar terlihat kesan nya lucu untuk dijadikan bahan tertawan oleh nya nanti.


__ADS_2