KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PAGI HARI YANG CERAH


__ADS_3

SUARA Kokok ayam jantan terdengar bersahutan di Pagi Hari Yang Cerah disebuah perkampungan penduduk. di sebuah rumah bercat putih dan di dalam sebuah kamar, ada seorang anak perempuan yang sedang berbaring dan seperti nya ia baru saja bangun dari tidur nya. ia sedang mengecek handphone nya karena ada sebuah pesan whatsapp berdering di handphone nya itu. anak gadis itu sudah jelas Dona yang baru saja terbangun dari tidur nya dan ia masih terbaring seorang diri di kamar nya sembari memainkan ponsel nya.


Jam kala itu menunjukan pukul enam pagi dan para pengisi rumah Dona yang di antara nya ada ibu nya, kedua adik ibu nya beserta keluarga kecil mereka, sudah bangun dari tidur mereka dan siap-siap untuk pamit pulang ke rumah mereka masing-masing. ibu Asih tak banyak berkata akan kedua adik nya serta keluarga nya itu akan cepat-cepat pulang dengan alasan ada pekerjaan mereka masing-masing di rumah serta tempat kerja nya.


Ibu nya Dona hanya bisa membiarkan alasan tersebut tanpa harus menyergah nya. ketika semua barang-barang dikemas dan keluarga dari kedua adik nya ibu Asih ingin pulang, Dona di panggil oleh ibu nya.


"Dona...bangun nak, paman dan bibi mu mau pulang sekarang karena mereka ada urusan pekerjaan pribadi mereka masing-masing di rumah nya dan pekerjaan nya." ucap sang ibu terdengar di balik pintu kamar Dona.


Anak gadis itu mendengar nya dan segera meletakan ponsel nya diranjang nya. ia yang tadi nya ingin membalas isi pesan dari seseorang tersebut, menjadi dibatalkan karena ada panggilan dari ibu nya itu. Dona kini bangun dan sudah beranjak dari berbaring nya. ia kemudian membuka pintu kamar nya dan menuju ke luar rumah nya. ibu nya ada di teras luar rumah nya beserta keluarga kedua adik nya. mereka sedang menunggu Dona keluar kamar nya untuk berpamitan.


Dona yang sudah berada di luar rumah nya, kini sudah berpamitan dengan keluarga adik ibu nya dan kini ia serta ibu nya hanya bisa memperhatikan kepergian kedua mobil milik kedua adik nya ibu Asih itu yang semakin menjauh menuju jalan umum di luar kampung tersebut. Dona lalu menatap ibu nya yang masih melihat kepergian kedua mobil adik kandung nya itu.

__ADS_1


Pandangan sang ibu nampak kosong dan membuat Dona semakin keheranan akan tatapan kosong dari ibu nya itu. kemudian Dona memeluk ibu nya dari belakang seraya berkata menghibur nya.


"ibu sedang memikirkan apa sampai bengong begitu...???"


sang ibu yang di peluk dari belakang oleh anak gadis nya itu hanya kaget sebentar dan menjawab pertanyaan iseng dari anak gadis nya.


"tidak apa-apa nak. sudah sana kamu mandi, ibu mau ke rumah tetangga dulu." ucap sang ibu dan melepaskan pelukan anak gadis nya itu.


Dona yang melihat sang ibu pergi tanpa menatap nya itu, hanya bisa diam tak mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan ibu nya itu. Dona tak mau memikirkan hal yang jelek dan ia langsung masuk ke dalam rumah nya lagi untuk mandi pagi. Dona sudah tahu ibu nya pasti sedang mengambil pakaian kotor milik tetangga nya untuk di cuci di rumah nya sampai disetrika. hanya pekerjaan itulah yang bisa dilakukan oleh ibu Asih dimasa tua nya itu untuk mencukupi kebutuhan diri nya dan anak semata wayang nya itu.


Pagi hari kala itu sangat cerah dan sang mentari sudah menyambut mulai nya kegiatan orang-orang dipagi hari kala itu. banyak orang yang sedang lari pagi sampai bersepeda bersama keluarga nya disepanjang pinggir jalan umum tersebut. Doni yang sedang memesan bubur ayam itu, hanya menyaksikan orang-orang yang sedang berolahraga lari pagi dan bersepeda disepanjang tepi jalan umum itu.

__ADS_1


Hati dan pikiran nya terbersit ingin melakukan hal itu juga. tetapi ia ingat akan janji nya dengan pak Yaris hari minggu itu ia akan pergi berziarah ke makam mendiang ayah nya. Doni yang ingat akan hal itu akan menghubungi pak Yaris setelah diri nya memesan bubur ayam itu dan memakan nya. setelah pesanan Doni jadi, ia langsung membawa nya menuju ruko tempat nya tinggal. bubur yang ia pesan telah di bungkus oleh pedagang nya dan Doni juga sudah membayar pesanan nya itu.


Setiba ia dipintu ruko kantor nya, suara pesan whatsapp nya berdering. ia langsung merogoh kantong nya dan mengambil ponsel nya. ketika ia melihat siapa yang mengirim pesan kepada nya, ternyata itu adalah mbak Yuni. perempuan cantik dan dewasa itu mengirim pesan seperti biasa nya kepada Doni. pesan itu adalah tentang selamat pagi dan jangan lupa sarapan untuk Doni. anak muda itu hanya tersenyum dan membalas isi pesan tersebut dengan balasan yang sama.


Setelah itu, Doni membuka kunci kantor nya dan masuk. setelah masuk ia mengunci pintu kantor nya lagi dan kemudian ia naik ke tangga menuju lantai tiga untuk mengambil mangkuk untuk alas bubur ayam yang ia pesan itu barusan. sedangkan di tempat lain dan berada di sebuah apartemen mewah, seorang perempuan dewasa berwajah cantik dan rambut nya yang lurus diwarnai hitam kepirangan. terlihat sedang merias diri nya di cermin alat kecantikan nya. ia sudah berpakaian model long drees berwarna biru tua dan tampilan nya seperti perempuan yang akan berjalan-jalan ke suatu tempat yang mewah seperti mall atau tempat pusat perbelanjaan lain nya.


Ia kini memakai sandal Model wedges yang dikenal juga sebagai sandal platform. biasanya, sandal wedges untuk perempuan itu memiliki tinggi lima sampai sembilan sentimeter dengan bentuk alas kaki yang terbuat dari kayu. perempuan itu tampak anggun dengan memakai tas model sling bag yang berwarna krem susu. perempuan cantik itu kini sudah keluar dari dalam kamar apartemen nya dan mengunci kembali pintu apartemen mewah nya dengan kunci sidik jari nya.


Setelah itu perempuan cantik itu turun melalui lift dari lantai dua puluh menuju lantai satu. ketika berada di dalam lift, perempuan cantik itu menatap jam tangan rolex nya dan melihat jam yang baru saja menunjukan pukul setengah tujuh pagi. pagi hari itu perempuan cantik tersebut sedang ada janji dengan seseorang dan belum jelas siapa orang itu. mungkin bisa saja pacar nya atau teman nya yang ingin bertemu dengan nya di tempat yang sudah disepakati oleh mereka.


Setelah tiba di lantai satu, perempuan cantik itu keluar lift menuju pintu luar apartemen tersebut. ia berjalan menuju teller dan menunjukan KTP nya kepada teller customer service apartemen tersebut. dua orang penjaga teller yang semua nya perempuan itu, berkata kepada perempuan cantik itu.

__ADS_1


"ini kartu identitas nya mbak Yuni ambil kembali dan sudah kami cek." ucap salah satu teller apartemen tersebut.


Perempuan cantik yang ternyata mbak Yuni itu, hanya berkata berterima kasih kepada kedua penjaga teller tersebut dan ia kemudian pergi keluar apartemen tersebut menuju parkiran mobil tempat mobil nya terparkir. mbak Yuni yang sedang berjalan menuju mobil nya itu tampak seksi dan anggun sekali. satpam apartemen yang berjaga di luar pintu nya, hanya geleng-geleng kepala saja menatap wajah cantik mbak Yuni serta lekukan tubuh nya yang tertutupi dress agak ketat nya itu. mbak Yuni kini mengemudikan mobil pribadi nya menuju tempat yang sudah ia sepakati dengan orang yang sudah ada janji dengan nya itu.


__ADS_2