KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
AKHIR YANG BAHAGIA


__ADS_3

PERJALANAN Pulang Dona dan Doni dari bali, sudah sejak tadi lama nya sampai dibandara yang ada di jakarta dan kini kedua nya sudah berada di rumah ibu Asih. Dona sedang menggendong Diana, anak angkat nya itu dan Doni sedang mengajak ngobrol bayi itu dengan candaan. kedua nya sudah rindu sekali kepada anak angkat nya itu. meskipun bukan anak kandung, tetapi kedua nya memiliki jiwa penyayang yang jarang sekali di miliki oleh orang lain.


Ibu Asih terlihat sedang membereskan semua barang-barang yang dibawa Dona dan Doni dari bali. malam itu sekitar hampir jam sepuluh malam, Avril dan Wawan datang ke rumah ibu Asih pada saat itu juga. kedua nya di sambut baik oleh pemilik rumah dan kedatangan Wawan dan Avril tersebut dikarenakan atas suruhan Dona dan Doni. Doni dan Dona sengaja membelikan oleh-oleh dari bali untuk mereka berdua dan kedua nya sangat senang sekali. disamping itu juga Dona dan Avril ingin sekali melihat langsung bayi imut yang bernama Diana itu. Wawan baru tahu Dona dan Doni memiliki anak angkat itu dari Avril dan sebelum nya Wawan belum di beritahu oleh Doni bahwa ia menemukan seorang bayi di tempat sampah ruko pinangsia.


Kini Wawan dan Avril sudah jelas melihat wajah bayi yang imut dan cantik itu dan sesekali mereka mengajak bayi itu bercanda seperti seorang ibu yang berbicara menghibur bayi nya. malam telah larut dan Avril serta Wawan kini sudah pulang kembali dan Doni malam itu akan menginap lagi di rumah ibu Asih dan besok nya ia akan pulang ke ruko kantor CV.Group Perkasa untuk tinggal di sana lagi. sampai rumah nya yang sedang dibangun itu selesai dibangun, ia akan tinggal bersama Dona di rumah itu.


Hampir setahun lama nya kisah perjalanan cinta Dona dan Doni berjalan seiring selesai nya rumah Doni yang sudah rapi dan siap di huni. rumah itu berlantai dua, besar, halaman nya luas dan sangat mewah sekali di lihat dari luar maupun dari dalam rumah itu. para tetangga rumah ibu Asih yang melihat rumah mewah tersebut, hanya bisa melihat nya dengan tatapan aneh antara iri dan takjub. rumah ibu Asih tetap ada di samping rumah besar nya Dona dan Doni, karena awal nya ibu Asih menolak membongkar rumah itu dan di satukan dengan rumah Doni karena ibu Asih tak mau merubah rumah warisan dari orang tua nya dulu akan rumah yang penuh kenangan tersebut.


Sekarang, anak bayi yang imut yang bernama Diana itu sudah berumur satu tahun. anak perempuan itu begitu cantik dan imut ketika di dandani dan dipakaian gaun yang cocok untuk anak-anak. hari itu adalah hari pernikahan Dona dan Doni, dan semua undangan sudah di sebar seminggu sebelum nya. Dona dan Doni terlihat sedang duduk bersebelahan di kursi sofa pengantin dan Diana di pangku oleh Dona. di kursi kiri ada ibu Asih beserta kedua adik nya dan keluarga nya juga. dan di kanan nya ada pak Yaris serta istri dan ketiga anak nya. mereka sedang menerima sambutan tamu yang naik ke panggung pengantin itu dari berbagai kalangan atas sampai rendah pun hadir.


Dari warga kampung duren sampai para pejabat tinggi kenalan pak Yaris pun hadir. pak Broto pun terlihat nampak hadir bersama istri dan keluarga nya. pak Yono, ayah nya Wawan dan ibu nya pun ada. lalu ibu Elis dan pak Tohir serta kedua anak nya juga menghadiri acara pernikahan tersebut. Avril dan Wawan yang sudah lebih dulu menikah dan sekarang Avril sedang hamil besar pun ikut hadir duduk di kursi tamu undangan itu, kedua nya hanya tersenyum menatap Dona dan Doni yang sudah resmi menikah itu. semua orang yang Doni kenal, dari semua pegawai restorant dari setiap cabang nya dan para menejer yang memimpin nya pun semua nya ikut menghadiri acara pernikahan nya itu. acara pernikahan megah itu berada di halaman luas rumah nya Doni. pak Ustad Rojak yang dulu pernah membantu kesusahan dan kesulitan Doni, kini telah menjadi penghulu diacara pernikahan Dona dan Doni atas usul Doni. acara pernikahan tersebut hanya dilaksanakan sehari semalam saja dari awal pagi ketika melaksanakan akad nikah sampai larut malam merayakan acara pernikahan nya.


Kini Dona dan Doni yang sudah dijodohkan oleh orang tua mereka pada masa kedua nya masih bayi, sudah terlaksanakan dan ibu Asih hanya tersenyum haru akan kenyataan yang awal nya ia pikir semua itu tak akan terjadi karena kehancuran rumah tangga mendiang pak Randi akibat istri nya yaitu ibu Dewi. tetapi kini takdir dan nasib telah mempertemukan kedua nya dan sudah diper erat dengan ada nya pernikahan. cincin emas yang Doni beli sebelum nya di mall bersama Dona, kini terlihat terpasang dijari manis kedua nya.


Kisah cinta dan pengorbanan yang Doni lakukan terhadap Dona yang akan menikahi nya secara resmi, kini sudah tercapai sepenuh nya. tinggal kedua nya melaksanakan mengurus rumah tangga mereka setelah kedua nya hidup sebagai seorang suami istri yang sah. pada malam pengantin, Dona dan Doni sedang berada di dalam kamar khusus pengantin. kedua nya akan melakukan hubungan badan yang sebenar nya sudah lama sekali Doni nantikan. indah nya malam pengantin yang dirasakan Dona dan Doni itu, membuat kedua nya berkeringat disela kedua nya melakukan gerakan-gerakan adegan panas. sarang burung Dona yang masih perawan itu, sekarang sudah pecah oleh burung besar Doni yang menerobos masuk ke dalam liang nya. darah terlihat merembes di seprai ranjang tersebut dan Doni sudah tak memikirkan hal itu.


Ia terus saja melakukan gerakan demi gerakan adegan panas sampai air mani Doni muncrat di dalam sarang burung nya Dona. Dona yang sudah kelelahan akibat hubungan badan yang mereka lakukan hampir berjam-jam lama nya itu, kini sudah tertidur di atas pelukan Doni dan Doni di terbaring dibawah nya Dona. burung besar Doni sudah tak terbenam lagi karena ia sudah menarik nya. kedua nya kini tertidur dengan lelap nya dan masih dalam posisi seperti itu sampai pagi hari nya.

__ADS_1


Di pagi yang cerah itu, Doni dan Dona sudah bangun. kedua nya sudah mandi dan berpakaian dengan rapi. Doni dan Doni sudah cuti dari pekerjaan nya selama dua minggu, dan setelah itu mereka akan bekerja lagi seperti biasa. ibu Asih terlihat sedang menyiapkan sarapan pagi Dona dan Doni di meja makan rumah besar itu. di samping itu ia sedang menyuapi Diana yang sudah bisa berjalan walaupun masih tertatih-tatih. kemunculan Dona dan Doni dari dalam kamar pengantin itu, membuat Diana berjalan setengah berlari mendekati kedua orang tua angkat nya itu.


Dona dan Doni tersenyum melihat Diana mendekati kedua nya dan Dona langsung menggendong nya dan mencium nya. Doni juga mencium Diana yang baru belajar ngomong itu dan kini kedua nya berjalan mendekati ibu Asih yang duduk di meja makan sembari menatap kedua nya. kini mereka sarapan pagi bersama dan suasana rumah tersebut mengingatkan kenangan masa lalu Dona, Doni dan ibu Asih ketika di rumah nya mendiang pak Randi. tetapi kini telah berbeda, karena ada nya kehadiran Diana di hidup mereka, semua nya menjadi penuh keceriaan karena Diana adalah anak yang lucu, imut dan menggemaskan. ditambah wajah cantik nya mulai terlihat walaupun usia nya masih satu tahun.


Keharmonisan dan kedewasaan rumah tangga Dona dan Doni di setiap permasalahan yang mereka hadapi, membuat ibu Asih semakin sayang kepada kedua nya. kini kisah Pria Miskin Yang Tajir telah selesai dan TAMAT, kini mereka telah bahagia sampai sekarang dan memiliki dua anak gadis yang cantik seperti kalian.


"wah panjang sekali cerita nya ya nek? Diana sampai menangis haru." ujar seorang anak perempuan berumur sepuluh tahun. lalu adik perempuan nya yang berumur delapan tahun itu menimpali ucapan kakak nya.


"ah kakak begitu saja menangis. lihat nih dede, enggak nangis sejak nenek menceritakan kisah papa dan mama dari bab pertama." ibu Asih hanya tersenyum melihat dua cucu nya itu berkata begitu.


Di dalam kamar luas yang penuh dengan boneka mainan, ibu Asih sudah selesai menceritakan kisah kedua orang tua Diana dan Diani yaitu Dona dan Doni. yang diceritakan oleh ibu Asih hanyalah cerita yang positive nya saja dan sedangkan yang negatif dan berbau adegan dewasa, itu hanyalah tambahan dari Author saja agar cerita ini semakin menarik.


"sudah malam, kalian tidur ya. besok masuk sekolah, jangan begadang. nanti mama dan papa kalian bisa marah kalau melihat kalian belum tidur."


"tapikan mama dan papa sedang pergi ke luar kota nek?" ujar Diana dan Diani menimpali ucapan kakak nya.


"benar juga apa kata kakak, nek."

__ADS_1


"papa mama kalian malam ini mau pulang, jangan bandel. gih tidur sekarang, besok nanti akan nenek siapkan sarapan martabak telor lagi."


"horee asiiik." ujar kedua anak gadis itu dan kemudian kedua nya mulai tidur. lalu ibu Asih mencium kening kedua anak itu dan setelah itu ia keluar kamar dan mematikan lampu utama kamar itu, karena mereka biasa tertidur dengan lampu malam.


Mungkin hampir satu jam ibu Asih keluar dari kamar kedua anak gadis itu, Dona dan Doni baru saja pulang dari pekerjaan nya. kedua nya baru pulang dari luar kota karena ada bisnis dengan klien yang harus mereka datangi. setelah pintu rumah bertingkat dua itu dibuka, nampaklah Dona dan Doni yang seperti nya baru pulang dari pekerjaan nya itu dan setelah itu kedua nya salim kepada ibu Asih. lalu Dona dan Doni bertanya akan kedua anak nya itu apa sudah tertidur apa belum karena waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.


Ibu Asih berkata, bahwa ia tadi sudah menemani mereka tidur sembari menceritakan kisah Dona dan Doni pada kedua anak nya. Dona dan Doni saling tatap, lalu Doni bertanya.


"memang nya ibu menceritakan soal apa saja?" tanya Doni dan ibu Asih menjawab nya.


"banyak nak, dari masa kalian berdua dari kecil sampai besar. cerita yang pernah nak Doni dan Dona katakan kepada ibu pun, ibu ceritakan kembali kepada mereka."


"lalu apa tanggapan kedua anak itu bu?" tanya Dona penasaran.


"yah mereka hanya menjadi pendengar saja dan mereka merasa takjub akan kisah kehidupan kalian dulu sampai sekarang." Dona dan Doni hanya tersenyum senang dan kagum mendengar nya, lalu kemudian Dona dan Doni memeluk ibu Asih. setelah itu Dona dan Doni berjalan menuju kamar kedua anak nya yang mungkin sudah tertidur lelap. ternyata kedua anak perempuan yang cantik dan imut itu, sudah tertidur dengan lelap nya. Doni dan Dona mendekati kedua anak itu dan mencium kening nya. setelah itu mereka keluar lagi untuk pergi ke kamar mereka, untuk berganti pakaian dan setelah itu tidur.


Akhir Yang Bahagia dari kisah Dona dan Doni ternyata berawal dari cerita ibu Asih kepada Diana dan Diani hanya untuk sekedar membuat kedua nya tertidur. sudah menjadi kebiasaan kedua anak itu kalau tidur selalu ditemeni nenek nya untuk diceritakan kisah dongeng-dongeng apa saja. mungkin karena kedua nya bosan dengan dongeng yang itu-itu terus, maka kedua nya menuntut agar ibu Asih menceritakan awal pertemuan orang tua kedua nya itu. maka ibu Asih mau tak mau harus menuruti kemauan kedua cucu nya itu dan Diana sudah tahu bahwa ia adalah anak angkat dan Diani adalah anak kandung Dona dan Doni. tetapi hal tersebut tak membuat Diana merasa iri terhadap Diani, karena kasih sayang Dona dan Doni kepada kedua nya itu, tak pernah membeda-bedakan. apa saja yang Diani mau, Diana pun diberi juga dan bagi Dona dan Doni, Diana sudah menjadi anak kandung mereka sendiri sejak masih bayi sampai berumur dua belas tahun. kini kehidupan Dona dan Doni akan terus berlanjut sampai kedua anak gadis mereka itu dewasa dan nanti nya pasti bakal menikah dengan jodoh nya mereka nanti kelak dikemudian hari.

__ADS_1


...*TAMAT*...


__ADS_2